8 Mei Jadi Hari Terumbu Karang

Pada 8 Mei, ditetapkan sebagai Coral day. Foto: Yayasan TERANGI
Terkait
- Video: Mahasiswa Nikmati Kelas Perkuliahan di Kedalaman Taman Nasional Wakatobi
- Diduga Bocor dan Tak Tepat Sasaran, Kiara Desak Penghentian Program Coremap
- Video: Pemboman Kembali Hancurkan Keindahan Terumbu Karang Mentawai
- Video: Merampok Perairan Mentawai Dengan Bom Ikan
- Terumbu Karang Pangandaran Terancam Aktivitas Manusia
Meskipun pencanangan Coral Day 8 Mei, namun pemasangan instalasi stek karang “Jakarta Coral Garden” pada 11 Mei di Pulau Pramuka. Nanti, di Jakarta Coral Garden ini, akan ada ‘kebun’ karang yang di bagian tengah ada miniatur monas. Pada hari itu, juga ada pemasangan baliho apung di empat titik (SOSis — Save Our Seribu Islands).
Pada 12 Mei, di Pulau Pramuka, ada beragam acara, antara lain peresmian Jakarta Coral Garden dan penanaman karang adopsi secara simbolis. “Ada juga pendidikan tentang terumbu karang pada anak SMU.”
Adopsi Karang
Saat ini, siapa saja bisa berpartisipasi ikut menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang melalui adopsi karang. Dengan sistem ini, karang bisa memiliki nilai ekonomi, sekaligus tetap berada di alam. “Anak-anak pulau Seribu ada yang rela mengumpulkan uang jajan mereka untuk ikut mengadopsi karang,” ucap Ery.
Adopsi karang ini, melibatkan masyarakat sekitar pulau. Bahkan, di antara mereka ada yang mantan pelaku perusakan karang. Setelah mendapatkan pengetahuan, kini mereka menjadi penjaga terumbu karang. Masyarakat, bisa menyisihkan sejumlah uang untuk membeli karang agar dipelihara. Dia mencontohkan, untuk perorangan, satu stek Rp175 ribu, lima stek Rp750 ribu. Lalu, perorangan yang ikut menyelam, satu stek Rp250 ribu. Bagi perusahaan atau lembaga, satu paket meja berisi enam sampai 20 stek, Rp7,5 juta.
Prisia Nasution,aktris dan diver mengatakan, bersedia ikut kegiatan ini karena sungguh-sungguh peduli karang. Model dan pemain sinetron yang biasa snorkling ini, begitu kagum akan keindahan karang bawah laut. Sayangnya, karang di negeri ini banyak mati. “Seperti di Kepulauan Seribu, jika tak dijaga, akan makin banyak yang mati.” Atika setuju dengan adanya adopsi karang. “Ayo, adopsi karang!”

RSS feed
