Coral Day, dari Bersih-bersih Sampah sampai Bikin Kebun Karang

SAMPAH bertumpuk-tumpuk di tepian pantai, sebagian memenuhi permukaan laut sampai bermil-mil. Beraneka ragam. Ada eceng gondok, bungkus sabun, diterjen, makanan ringan, mie instan, botol minuman mineral sampai kaleng-kaleng soft drink.

Kondisi seperti ini seakan sudah menjadi ‘takdir’ bagi pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Pantai menjadi kotor dan mengganggu jalur pelayaran. Kapal cepat kerab mati atau berhenti karena baling-baling tersangkut sampah.

Tak hanya warga yang tergangu dengan sampah yang sebagian besar kiriman dari Jakarta dan sekitar ini. Namun, aneka ragam biota laut, seperti terumbu karang ikut tersiksa.

Kehidupan mereka terancam. Kondisi ini terjadi salah satu di Pulau Pramuka. Coral Day 2012 dipusatkan di pulau ini.

Koordinator Coral Day 2012, Ery  Damayanti, mengatakan, alasan memilih Pulau Pramuka menjadi pusat karena masalah sampah yang mengancam kehidupan laut di kawasan ini. “Pengelolaan sampah di Pulau Pramuka harus menjadi prioritas.

Sebenarnya, target kita ada pengelolaan sampah yang terintegrasi di pulau. Masyarakat bisa mengolah sendiri sampah-terutama plastik lalu diolah dan dimanfaatkan kembali,” katanya.
Penyelam mengambil sampah di laut Pulau Pramuka. Foto: Yayasan TERANGI

Nurrohim, Ketua Elang Ekowisata sekaligus Ketua Panitia Lokal Coral Day mengungkapkan, masalah sampah di pulau ini memang sudah kritis. Di sini, tak ada sistem pengelolaan yang baik. Kesadaran masyarakat membuang sampah juga masih kurang.

“Selain sampah pulau, kami di pulau juga menghadapi masalah sampah yang datang dari hulu,” kata pria yang biasa dipanggil Komeng ini.

Beberapa relawan penyelam yang bersih-bersih laut juga membenarkan kondisi laut tertutup sampah. Sekitar 15 jaring berisi sampah, kebanyakan plastik.

Tak hanya bersih-bersihlaut, Coral Day kali ini diramaikan berbagai kegiatan seperti, lelang adopsi karang, pembuatan Jakarta Coral Garden, pendidikan lingkungan hidup dan lomba melukis layangan untuk anak-anak, festival layang-layang, gerakan bersih pantai serta penanaman bakau.

Ery mengatakan, Coral Day merupakan gerakan penyelamatan terumbu karang yang ditetapkan pada 8 Mei lalu. Salah satu kegiatan utama yang selalu pembuatan coral garden atau kebun karang. “Coral garden tahun ini berbentuk miniatur Monumen Nasional, ikon kota Jakarta.”

Acara dihadiri Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi. Dengan ada Jakarta Coral Garden  diharapkan kualitas terumbu karang bisa membaik dan membawa manfaat seperti menambah ikan dan menjadi potensi pariwisata.

Toni Ruchimat mewakili Direktur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan, kementerian mendukung penuh kegiatan ini.