Puluhan Penyu Mati Akibat Bom Ikan

Puluhan penyu berdiameter sekitar 50 centimeter dan beberapa jenis ikan laut, ditemukan mati terapung di perairan Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Sabtu (12/05/12). Bangkai penyu dan ikan laut tersebut dibiarkan berserakan di pinggir pantai, dan sebagian terapung permukaan laut.

Salah seorang nelayan setempat, Mujib menjelaskan, matinya penyu dan ikan laut dalam jumlah yang cukup banyak itu diduga sebagai imbas penangkapan ikan menggunakan bom atau bahan peledak. “Selama satu bulan terakhir ini kami sering mendengar dentuman bom di tengah laut pada malam hari. Kemungkinan besar, itu bunyi bom ikan para nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom,” katanya kepada beritajatim.com.

Mujib mengatakan, gara-gara bom ikan itu, ekosistem laut menjadi rusak. Akibatnya, banyak penyu dan ikan laut yang mati. Bahkan ada 4 buah bagan ikan milik nelayan yang rusak gara-gara pengeboman itu. “Kami khawatir aksi pengeboman ikan itu lama-lama bisa merusak budidaya rumput laut. Itu semakin merugikan kami,” ujarnya.

Namun ia megaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena para nelayan yang menggunakan bom ikan, biasanya menangkap ikan di malam hari. “Kami hanya mendengar suara dentuman bom nya saja. Sulit bagi kami untuk mencegahnya,” terangnya.

Sementara, Tokoh Masyarakat setempat, Hartono, berharap pihak kepolisian air (polair) melakukan patroli di perairan tersebut, minimal satu pekan atau satu bulan sekali. “Kalau ada patroli rutin, paling tidak kan bisa untuk menekan aksi pengeboman ikan ditengah laut. Karena kalau dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan kelestarian ikan dan binatang-binatang laut di wilayah itu akan rusak,” pungkasnya.