Foto: Enam Tahun: Masih Belum Hitam Putih Bagi Korban Lapindo

Sontak semua berubah. Rumah tinggal tempat kami pulang, kasur tempat kami bermimpi, dan kehidupan terenggut seketika saat semua berubah menjadi lautan lumpur. Foto: Aji Wihardandi
Terkait
- 7 Tahun Tragedi Lapindo: Kerusakan Lingkungan Berlanjut, Presiden Terima Kado Patung Lumpur
- Potret Alam Negeri Ini di Hari Bumi
- Kasus Lapindo: Menolak Lupa Janjimu….
- Foto: Surga Keragaman Hayati Kawasan Gunung Lumut Kalimantan Timur
- Walhi Kirimi Menteri Balthasar Surat Protes Proper Hijau Lapindo Brantas

Kami bukan lagi petani. Tak ada lagi tanah yang bisa digarap. Tak ada ternak yang bisa beranak. Kami kini penjual DVD, tukang ojek, dan pemandu wisata atas kampung kami sendiri yang hilang. Foto: Aji Wihardandi

Enam tahun sudah berjuang, namun tak mungkin mengembalikan semua. Kini kami cuma bisa terus mengingatkan. Foto: Aji Wihardandi

Kendati kami pun tak tahu, siapa yang 'benar'. Namun kami tak ingin dibeli. Kami hanya ingin kembali. Foto: Aji Wihardandi

Cuma jerit suara yang bisa disampaikan, dengan harapan bergetar hingga telinga para penguasa. Foto: Aji Wihardandi

Namun kami pantang menangis. Kami tetap optimis. Kendati dalam hati terus meringis. Foto: Aji Wihardandi

Terus tersenyum, terus berjuang. Mengembalikan semua yang terbuang. Kami yakin, di akhir hari, kami akan menang. Foto: Aji Wihardandi



RSS feed
