Indonesia-AS Kembangkan Kerjasama Konservasi Laut Nusantara

Pemerintah Indonesia dan Lembaga pembangunan internasional Amerika Serikat (USAID) bekerjasama dalam program konservasi lautsebagai upaya melindungi sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan di Indonesia melalui kerangka program Marine Protected Areas Governance (MPAG). “Pengembangan kawasan konservasi selain untuk menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya aktifitas ekonomi baru yang dilakukan melalui pendekatan ekonomi biru (blue economy),” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo dalam acara peluncuran program MPAG di Jakarta.

Peluncuran MPAG merupakan salah satu langkah nyata Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya merealisasikan dari target kawasan konservasi perairan yang telah ditetapkan sebesar 20 juta hektar. Sampai dengan pertengahan 2012, Indonesia telah berhasil menetapkan kawasan konservasi laut seluas 15,5 juta ha atau 77,5 persen. Disamping itu, MPAG merupakan bagian dari komitmen USAID guna mendukung upaya Indonesia dalam mengembangkan kebijakan program konservasi perairan di Indonesia. Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati dunia yang masih terjaga dengan baik dan telah mendapatkan pengakuan dunia. ‘‘Tentunya kawasan konservasi perairan itu, dapat kita gapai melalui pengelolaan kawasan konservasi yang dilakukan secara aktif dan berkelanjutan . Sehingga sumber daya laut dan perikanan dapat menjadi tumpuan hidup bagi nelayan di wilayah pesisir, serta mampu menjadi penggerak utama bagi pembangunan nasional di masa depan,” ungkapnya.

Nantinya, lanjut Sharif di wilayah konservasi itu akan dikembangkan konektivitas antar pulau dan kawasan, pariwisata bahari, budidaya perikanan (aqua culture) maupun pemanfaatan sumber daya mineral laut yang dilakukan melalui pendekatan ekonomi biru (blue economy) . “Semua kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,” sambungnya. Beberapa kawasan konservasi besar yang dipayungi Kementerian Kelautan dan Perikanan sampai saat ini, misalnya Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur (NTT), Perairan Raja Ampat, dan Laut Banda. Sejalan dengan itu 2012, KKP tidak hanya memperluas kawasan konservasi, namun akan menekankan efektivitas manajemen konservasi.

Diakui Sharif, potensi sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia sangatlah besar, namun kekayaan itu masih belum mampu memberikan kontribusi secara signifikan bagi pembangunan nasional. Pasalnya, hingga kini nelayan dan masyarakat pesisir masih belum mampu sejahtera secara ekonomi. Ia pun menyampaikan harapannya agar program-program kegiatan yang nantinya dilaksanakan melalui kerangka MPAG ini dapat dikoordinasikan dan disinergikan dengan berbagai kebijakan program pemerintah.

Sharif memaparkan bahwa, pihaknya telah mengupayakan sebuah pembentukan mekanisme pengelolaan dana berkelanjutan guna mendukung pengelolaan kawasan konservasi. Adapun pembentukan mekanisme ini ditujukan untuk mempermudah dalam mengelola dana bantuan hibah dari para mitra seperti AS. “Sehingga pemanfaatannya dapat lebih transparan, fokus dan tepat sasaran,” jelasnya. AS telah memberikan kontribusi sejumlah 6 juta dolar AS untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan kawasan konservasi seluas 20 juta ha.

Sementara itu, Duta Besar AS Scot Marciel mengatakan program kawasan konservasi ini ditujukan untuk membantu Indonesia dalam mempromosikan dan memperkuat ekonomi biru. “ AS akan terus melanjutkan dukungannya untuk memperkuat sekitar 7,5 juta ha wilayah laut yang dilindungi dan pada 2015 akan ada sekitar 450 ribu ha tambahan wilayah laut,” jelasnya.

Salah satu Kawasan Konservasi Laut di Berau. Foto: The Nature Conservancy

Wakil Administrator Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Donald Steinberg menjelaskan, betapa pentingnya kerja sama antara AS, Indonesia dengan mengesampingkan perbedaan ideologi dan fokus pada komitmen dalam melakukan pembangunan yang berkesinambungan. Sehingga dapat mengatasi tantangan baik sosio ekonomi, maupun tantangan pada abad 21.Ia pun mengungkapkan hubungan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah AS kian erat dan tidak hanya berada di kertas saja, tetapi lebih kepada kematangan pemahaman antara kedua negara,

Donald menyatakan USAID akan terus mengalirkan dukungan kepada Indonesia khususnya di bidang kelautan. Dalam kesempatan tersebut Kepulauan Kei Kecil ditetapkan sebagai kawasan konservasi baru. Penetapan kawasan tersebut merupakan bagian dari program MPAG menuju tercapainya target pemerintah pada tahun 2020 seluas 20 juta ha MPAG

Bupati Maluku Tenggara Andreas Retraubun menyambut baik atas terpilihnya Kei Kecil sebagai Kawasan konservasi baru. Andreas mengungkapkan sejak 1980 terumbu karang di kepulauan Kei kecil telah dirusak berbagai penangkapan ikan yang merusak seperti penggunaan potasium, bahkan sebagian masyarakat menggunakan bom dalam menangkap ikan di kawasan itu. “Akibatnya, tidak hanya terumbu karangnya yang rusak, melainkan jutaan spesies biota laut yang unik bisa terancam akibat pemboman ikan ilegal itu,” ungkapnya.

“Untuk mencegah dampaknya, kami telah merehabilitasi terumbu karang sebesar 40 persen yang telah dilakukan bersama LIPI,”sambungnya. Ia mengungkapkan kawasan konservasi di Kei kecil, Kabupaten Maluku Tenggara seluas 150 ribu ha.

Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , ,