Foto: Burung Makaw Kini Semakin Terancam di Dunia

Burung Makaw leher-biru di ranting pohon di Kebun Binatang Wildlife Conservation Society di Queens. Foto: Julie Larsen Maher
Terkait
- Video: Macan Tutul Jawa di Habitatnya, Kurang dari 100 Kilometer dari Jakarta
- Populasi Badak di Sumatera dan Kalimantan Harus Disilangkan Demi Mencegah Kepunahan
- BKSDA Kaltim Sita Owa Kalimantan dari Rumah Ketua DPRD Balikpapan
- Eyes on the Forest: Penyuplai Asia Pulp and Paper Kembali Tebangi Hutan Alam di Riau
- Hari Migrasi Burung Sedunia 2013: Perubahan Iklim Terus Mengubah Siklus Migrasi Burung Dunia
Burung makaw leher-biru atau Ara glaucogularis hanya bisa ditemukan di satu tempat di dunia ini, yaitu di utara Bolivia. Spesies ini diperkirakan hanya tersisa kurang dari 100 individu saja di dunia. Kini burung makauw leher-biru ini dilindungi untuk mencegah penangkapan untuk tujuan pemeliharaan.
Deforestasi, terutama untuk keperluan peternakan dan perdagangan hewan peliharaan menjadi ancaman utama musnahnya populasi makaw leher-biru. Sebagian besar habitat utama makau saat ini berada di tanah peternakan dengan pemilik tanah kini menjadi mitra dalam menjaga spesies ini dari kepunahan.
Hingga saat ini perdagangan ilegal dan perburuan burung makau masih menjadi isu utama dalam konservasi dan perlindungan spesies ini.
Di seluruh dunia, kini hanya ada 16 spesies burung makaw. Dua spesies baru saja punah, yaitu Cuban red macaw (Ara tricolor) dan Saint Croix macaw (Ara autochthones). Selain itu, dua spesies lainnya, yaitu Spix’s Macaw (Cyanopsitta spixii) serta Glaucous macaw (Anodorhynchus glaucus) juga punah dari alam liar. Lagi-lagi, deforestasi, perdagangan hewan peliharaan secara ilegal dan pembunuhan makau untuk diambil bulunya makin mengancam keberadaan makau di seluruh dunia.


RSS feed
