Foto: Kabut Asap Masih Selimuti Jambi

Kabut asap, memangkas jarak pandang di Jambi. Foto: Lili Rambe
Terkait
- Hutan Adat Temedak: Kisah Kearifan Lokal dari Tepian Danau Kerinci
- Catatan Pelayaran Rainbow Warrior: Belajar dari Kearifan Lokal di Teluk Cenderawasih
- Eyes on the Forest: Penyuplai Asia Pulp and Paper Kembali Tebangi Hutan Alam di Riau
- Hutan Riau: Konflik Tenurial Belum Usai, Moratorium Hutan Harus Dilanjutkan
- Penelitian: Pembukaan Jalan di Hutan Mendorong Degradasi Kawasan
Akibat kebakaran hutan kota Jambi diselimuti kabut asap. Berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) terdapat sepuluh titik panas (hot spot) yang berada di daerah Jambi yang diantaranya terdapat di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Sarolangun. Selama 5 hari terakhir kabut asap di kota Jambi semakin pekat dan mulai mengganggu aktifitas warga Jambi termasuk jadwal penerbangan dari dan menuju bandara Sultan Thaha. Menurut pihak bandara Sultan Thaha gangguan asap terparah terjadi setiap pukul 06.00 hingga pukul 09.00 pagi yang berakibat pada tertundanya jadwal penerbangan pagi hari.
Saat ini Dinas Kehutanan Provinsi Jambi masih berusaha keras untuk memadamkan api terutama di lahan gambut yang mudah terbakar dan lebih sulit untuk dipadamkan. Menurut Dinas Kehutanan Provinsi Jambi sekitar 300 hektar wilayah Taman Nasional Berbak (TNB) juga ikut terbakar. Kabut asap diperkirakan masih akan terus menyelimuti Jambi hingga bulan Oktober dan pada bulan Agustus ini diperkirakan jumlah titik panas akan terus bertambah karena bulan ini adalah merupakan puncak musim kemarau.




RSS feed
