Kartun Lingkungan, Upaya Meraih Perhatian Publik Lewat Gambar Lucu

Facebook0Twitter44LinkedIn0Google+0Email

0729green-humor

Meraih perhatian publik dalam upaya membangun kesadaran terhadap isu lingkungan, seringkali bukanlah sebuah hal mudah. Kendati dampak dari kerusakan lingkungan sudah dirasakan dimana-mana, namun kesadaran publik terhadap alam di sekitar mereka belum juga tergugah. Butuh upaya ekstra yang kadangkala membuat berkerut kening bagi setiap komunikator lapangan untuk meraih atensi dari masyarakat yang menjadi target kampanye mereka.

Namun seorang anak muda India bernama Rohan Chakravarty, menggunakan cara yang sangat universal dan mudah dicerna oleh banyak orang, serta sangat menghibur, yaitu: gambar kartun! Karya pemuda asal kota Nagpur, India ini memang seringkali membuat kita tersenyum miris, melihat berbagai fakta kerusakan lingkungan yang terjadi di Bumi kita disampaikan dengan cara yang satir.

Rohan cartoon

Rohan, seorang desainer, artis dan penyuka kehidupan alam liar, telah memulai kartun-kartun bertema lingkungannya sejak tahun 2009 silam. Karyanya yang khas, segera mendapat tanggapan positif dari berbagai publikasi di seluruh dunia, terutama majalah-majalah tentang kehidupan alam liar dan lingkungan. Karyanya juga meraih beberapa penghargaan seperti Sanctuary Asia Naturalist Award 2012 dan memenangi kontes kartun yang disponsori oleh United Nations Development Program (UNDP).

Pada bulan Juli 2013, mongabay.com berkesempatan mewawancarai secara singkat Rohan Chakravarty tentang karya-karyanya. Berikut petikannya:

0729frogs-and-pollution

Mongabay.com: Apa latar belakang anda dan bagaimana anda memulai karya kartun-kartun anda?

Rohan Chakravarty: Sebelumnya saya berterimakasih anda sudah sudah memberi kesempatan untuk bisa tampil di Mongabay. Saya besar di Nagpur, sebuah kota yang terletak di tengah-tengah India dan dikenal sebagai “Ibukota Harimau Dunia” melihat fakta bahwa kota ini memiliki kepadatan harimau yang tertinggi dibanding kota-kota lainnya. Secara alamiah, hal ini membuat saya memiliki kesempatan melihat berbagai jenis kehidupan liar di sekitar rumah saya yang mengubah saya dari pecinta alam liar yang pasif menjadi kecanduan. Dan seringkali saya memasukkan unsur alam liar dan konservasi melalui karya seni saya. Setelah lulus dari jurusan Kedokteran Gigi, saya mengambil kelas desain animasi sebagai pekerjaan saya dan memulai proyek pribadi saya bernama Green Humour di waktu senggang saya.

0729corals

Mongabay.com: Apa subjek favorit anda untuk digambar?

Rohan Chakravarty: Satwa-satwa liar. Diantaranya adalah burung. Saya kira burung adalah mahluk yang paling menyenangkan dan sekaligus lucu. Bahkan satwa yang paling gagah dan ditakuti diantara jenis aves, raptor dan jenis yang lucu seperti kucing saat mereka mereka memanggil pasangan mereka, memiliki sisi kelucuan tersendiri.

Mongabay.com: Mengapa anda percaya bahwa kartun merupakan cara efektif untuk mengomunikasikan isu-isu lingkungan?

Rohan Chakravarty: Alam pikiran manusia cenderung lebih menganalisa situasi yang disajikan dengan cara yang lucu dan menarik dibandingkan dengan cara yang datar, teks sederhana, dan itulah kelebihan kartun. Sebuah essay berisi 1000 kata tentang pestisida tentu tak bisa membuat orang mengingatnya dibandingkan sebuah gambar kodok yang memasukkan pestisida ke dalam panci masak seorang pria.

palm oil and orangutans

Mongabay.com: Apakah anda pernah mendapat respon khusus tentang kartun-kartun anda?

Rohan Chakravarty: Saya memenangkan dua penghargaan dari kartun konservasi saya sejauh ini. Pertama adalah kontes kartun Asia Pasifik tentang perubahan iklim, yang diselenggarakan bulan Februari 2012 oleh UNDP dan Kementerian Luar Negeri Perancis. Saya menggambar kartun yang menceritakan dampak perubahan iklim terhadap Delta Sunderban di Teluk Bengal, India dan berhasil meraih juara pertama. Kedua adalah penghargaan dari ABN-AMRO Sanctuary Asia Young Naturalist Award di bulan November 2012.

Belinda Wright adalah seorang pakar konservasi yang menjadi panutan saya karena gairahnya yang besar dan dedikasinya terhadap konservasi seumur hidupnya. Tahun lalu, ketika saya berkesempatan untuk bertemu dengan perempuan yang sangat sederhana dan periang ini, Nona Wright mengomentari karya-karya saya,”Saya banyak tahu orang-orang yang seperti saya, tapi saya hanya tahu satu orang yang seperti kamu.” Sebuah pujian yang paling membuat saya bahagia sejauh ini.

forest elephant-Green Humour

Mongabay.com: Bagaimana karya-karya kartun anda biasanya didistribusikan?

Rohan Chakravarty: Karena tidak ada sindikat penuliskartun di India, saya mengirimkan langsung kartun-kartun saya ke banyak penerbit lingkungan dan kehidupan liar sebanyak saya bisa. Karya kartun saya pertamakali muncul di majalah kehidupan alam liar Sanctuary Asia. Baru-baru ini muncul di sebuah majalah kehidupan liar bernama Saevus, Tigerlink, Current Conservation, Tinkle, dan Sustainuance. Selain kehidupan liar saya juga menggambar kartun untuk perusahaan, majalah untuk perdagangan eceran dan situs.

0729coexistence

Mongabay.com: Apa yang akan anda lakukan selanjutnya?

Rohan Chakravarty: Kendati situs dan media sosial merupakan peranti yang baik untuk membuatmu dikenal di seluruh dunia, melihat karya sendiri dalam bentuk cetak adalah merupakan kepuasan yang luar biasa. Saya berniat untuk membuat sindikasi Green Humour dan membuatnya menjadi serial harian. Saya juga berupaya membuat karya tentag lebih banyak spesies dalam gambar kartun saya.

Untuk mengunjungi blog Green Humour milik Rohan Chakravarty, silakan klik di link ini.

Comments