Video: Inilah Wajah Bumi Manusia Tanpa Kehidupan Alam Liar…

Cuplikan video kerjasama antara Greenpeace dan Walt Disney yang menggambarkan dunia tanpa kehidupan alam liar di dalamnya. Sumber: Greenpeace dan Walt Disney.
Cuplikan video kerjasama antara Greenpeace dan Walt Disney yang menggambarkan dunia tanpa kehidupan alam liar di dalamnya. Sumber: Greenpeace dan Walt Disney.

Apa jadinya, jika di dunia ini tak lagi memiliki kehidupan di alam liar? Tentu sangat sulit membayangkan hal ini terjadi jika kita tidak melihatnya sendiri. Untuk memberikan gambaran betapa sepinya dunia ini tanpa kehidupan satwa liar di dalamnya, Greenpeace beberapa hari lalu merilis sebuah video yang berisi keragaman hayati global, dengan bantuan produsen film kartun dunia di Disney.

Dalam video berdurasi satu setengah menit ini, mereka mencoba menggambarkan kehampaan Bumi jika dunia kosong melompong tak lagi ada satwa-satwa liar yang menghiasi habitat di dalamnya.

Kendati nampaknya pada kenyataannya satwa-satwa di Afrika tidak akan musnah dengan segera, namun video ini memberi gambaran yang sangat gamblang bagaimana rupa padang savana dan rimba Afrika jika tidak memiliki penghuni, alias kosong melompong akibat perburuan liar, perdagangan daging satwa yang sembarangan, musnahnya habitat, proyek pembangunan yang tidak terencana dengan baik, dan meledaknya populasi manusia.

Sebuah studi di tahun 2010 menemukan bahwa populasi mamalia besar di Afrika menyusut hingga 59% dalam kurun waktu 40 tahun. Tahun lalu sekitar 22.000 hingga 35.000 gajah Afrika dibunuh oleh pemburu, sementara angka perburuan badak Afrika mencapai titik tertinggi.

Bagaimana dengan Simba? Populasi singa Afrika sendiri turun sekitar 70% sejak tahun 1960. Namun bukan berarti harapan sudah tertutup bagi kehidupan liar di Afrika, masih ada sejumlah wilayah dan taman nasional dimana sejumlah spesies utama tetap hidup dengan aman. Namun banyak yang harus dilakukan untuk menekan hilangnya keragaman hayati, melakukan stabilisasi populasi, dan meliarkan kembali wilayah ini. Tidak hanya Afrka, namun juga setiap benua, jika kita masih ingin melihat kehidupan liar di Bumi ini.