Organisme Apa yang Terbesar di Dunia? …. Ternyata Jamur

jamur madu (Armillaria solidipes) yang tumbuh di kawasan Blue Montains, Oregon, Amerika Serikat. Credit Photo: Elzbieta Sekowska, via Shutterstock.
Jamur madu (Armillaria solidipes) yang tumbuh di kawasan Blue Montains, Oregon, Amerika Serikat. Credit Photo: Elzbieta Sekowska, via Shutterstock.

Jika ditanya tentang organisme hidup terbesar di dunia saat ini, apa yang ada di benak kita? Bisa jadi ikan Paus. Mahkluk laut raksaasa, paus biru (Balaenoptera musculus), memang memiliki ukuran sangat besar, mempunyai panjang 30 meter dan mempunyai berat hingga 180 ton.

Dengan ukuran sebesar itu, makhluk ini dipercaya lebih besar dari dinosaurus terbesar sekalipun yang pernah hidup di planet Bumi. Tetapi ternyata, Paus Biru bukanlah organisme hidup terbesar di dunia.

Rekor itu ternyata dipegang oleh salah satu makhluk hidup yang mungkin tak pernah kita sangka, yakni jamur.

Jamur yang dimaksud tersebut adalah jamur madu (Armillaria solidipes) yang tumbuh di kawasan Blue Montains, Oregon, Amerika Serikat. Jamur ini menutupi kawasan seluas 965 hektar atau sekitar 1.665 kali luas lapangan sepakbola. Jamur terbesar ini ditemukan pada tahun 1998.

Bukan hanya ukurannya, usia jamur ini juga sangat fantastis. Berdasarkan tingkat pertumbuhannya hingga sekarang, diperkirakan jamur ini berusia 2.400 tahun.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa jamur ini telah hidup sejak 8.650 tahun yang lalu. Jadi, bisa jadi jamur ini juga memegang rekor sebagai organisme tertua di dunia.

Jamur madu merupakan nama yang biasa diberikan pada jamur-jamur yang memiliki genus Armillaria. Jamur parasit ini mengkolonisasi dan membunuh pepohonan di sekitarnya. Saking menyebalkannya jamur ini untuk para pecinta pohon, jamur ini memiliki julukan “Gardeners Nightmare” atau “Mimpi Buruk para Pekebun”.

Armillaria ostoyae, salah satu kerabat jamur madu lainnya. Foto: Alan Rockefeller/ Wikipedia common
Armillaria ostoyae, salah satu kerabat jamur madu lainnya. Foto: Alan Rockefeller/ Wikipedia common

Jamur ini juga dikenal sebagai pembunuh pepohonan. Sebelum jamur terbesar ini ditemukan, Dinas Kehutanan Amerika Serikat sedang mencari penyebab banyaknya pepohonan yang mati, terutama cemara.

Mereka mengambil foto udara dan sampel dari sekitar 112 pohon yang mati. Mereka menemukan sekitar 108 di antara pohon yang mati ternyata telah terinfeksi jamur madu.

Para peneliti kemudian meneliti sampel jamur yang diperoleh, dan memasangkan miselia masing-masing jamur satu sama lain untuk mengetahui apakah mereka berasal dari koloni yang sama. Secara mengejutkan, mereka menemukan bahwa 61 pohon yang tumbang tersebut diserang oleh koloni klonal-individu jamur yang sama.

Hal tersebut terlihat dari susunan genetik jamur yang sama, sehingga disimpulkan bahwa jamur-jamur tersebut merupakan satu organisme!

Semua jamur dalam genus Armillaria dikenal sebagai jamur madu, yang memiliki tubuh buah kuning dan rasa manis yang mereka hasilkan. Spesies jamur raksasa yang pertama ditemukan di alam adalah Armillaria bulbosa, yang kemudian berganti nama Armillaria Gallica di Michigan. Spesies ini mengokupasi lahan sekitar 15 hektar.

Segera setelah itu, penemuan jamur yang lebih besar di barat daya Washington, kemudian di Colorado pada tahun 1992. Jamur madu Armillaria ostoyae, mencakup sekitar 600 hektar.

Para ahli biologi telah lama berdebat tentang apa yang didefinisikan sebagai organisme individual. Jika sebuah organisme individual didefinisikan sebagai “sel-sel yang secara genetik identik, dapat berkomunikasi, dan mempunyai tujuan yang sama atau setidaknya dapat mengkoordinasikan diri mereka sendiri.”

Dengan definisi tersebut, maka jamur A. solidipes adalah pemegang rekor organisme terbesar di dunia saat ini.