Rizal Fahreza, Pemuda yang Bangga Menjadi Petani Jeruk

Bagi Rizal Fahreza, 25 tahun, penghargaan sebagai Young on Top—Duta Petani Muda Indonesia 2016, bukanlah penghargaan yang pertama kali diraihnya. Rizal terpilih sebagai juara kedua dari ajang pemilihan yang diselenggarakan oleh Oxfam, ProFocus, dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan. Sebelumnya, dia pun mendapat penghargaan sejenis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Penghargaan-penghargaan itu diraihnya dengan perjuangan dan keuletan. Petani muda ini, sukses berkat tanaman sayur dan buah, usaha perikanan, pengolahan sayur dan tepung cabai serta agrowisata. Namun, dari semua itu, yang membuat usahanya moncer adalah buah jeruk garut yang ditanamnya.

Lulusan IPB 2014 ini memang sejak awal sudah tertarik menekuni dunia pertanian. Rizal pun memfokuskan diri pada pertanian agrobisnis sebagai matakuliah mayor dan agribisnis, minornya. Pemuda ini juga cukup beruntung mendapatkan program tambahan di California, Amerika Serikat, untuk belajar tentang teknologi jeruk. “Di sana saya dapat banyak ilmu tentang jeruk dan bisa saya terapkan untuk pertanian jeruk di sini,” ujarnya kepada Mongabay usai meneriman penganugerahan di Jakarta, Sabtu (19/11/16).

Rizal memulai bisnis bukan dalam setahun dua tahun ini. Dia sudah memulainya empat tahun lalu, fokus pada jeruk. Baginya, bertanam dan berbisnis jeruk merupakan ceruk peluang yang besar. Dia membayangkan dari 200 juta penduduk Indonesia, jika 25 persennya saja mengkonsumsi jeruk, maka setidaknya dibutuhkan 3,7 juta ton jeruk per tahun. “Ini potensi besar, siapa pemainnya? Kurang dari sepuluh jari tangan saya ini,” ujarnya.

Rizal mengawali usahanya dari lahan seluas 2,2 hektare persegi untuk jeruk dan sayuran. Lahan itu diperolehnya dengan sistem bagi hasil, melalui sewa lahan dan juga lahannya sendiri. Dia menggandeng 17 petani hortikultura di enam kecamatan di Garut. Kerja sama yang dijalin berkat jaringan saat ia menjadi ketua himpunan mahasiswa.

Meski demikian, Rizal belajar bagaimana mata rantai pertanian dan pemasarannya. Salah satunya, melihat para tengkulak bekerja dan melakukan sistem ijon. Tapi dia tak takut, karena lebih mengutamakan kualitas hasil pertaniannya. “Saya jual 30 persen lebih tinggi dari harga di tengkulak, tapi saya pastikan mutunya.”

Mengembangkan jeruk garut adalah hal yang sangat membanggakan Rizal. Ia bertekad untuk mengembangkan jenis jeruk lainnya. Foto: Dok. Rizal Fahreza
Mengembangkan jeruk garut adalah hal yang sangat membanggakan Rizal. Ia bertekad mengembangkan jenis jeruk lainnya. Foto: Dok. Rizal Fahreza

Dengan ilmu yang diperolehnya, Rizal memanen jeruk yang benar-benar bermutu. Untuk memastikan kualitas jeruknya, dia menggunakan alat sederhana yang dibelinya saat belajar di California. Alat yang dapat mengetahui kadar air dan tingkat kemanisan jeruk. Menurutnya, usia pohon jeruk bisa tetap berproduksi hingga 10 tahun, dengan puncak tertinggi tahun ke lima hingga ke enam. Setelah 10 tahun, pohon harus dicabut.

Rizal bergerak dari hulu ke hilir. Untuk memasarkan produknya, dia menggunakan jaringan yang telah diperolehnya karena kemampuan dan prestasi. Dia menembus catering, koperasi karyawan lembaga badan usaha milik negara, dan hotel bintang lima kawasan Jakarta – Bogor.

Dia sangat senang dengan kebijakan pemerintah yang mengharuskan hotel bintang lima menggunakan 75 persen buah lokal kepada konsumennya. “Tentu saja ini potensi dan peluang besar. Hingga saat ini, suplai jeruk sebanyak 1,2 ton atau sekitar 400 dus jeruk per hari untuk Jakarta dan Bogor,” paparnya.

Rizal senang bisa melestarikan jeruk garut, kebanggaan kotanya. Meski, merawat jenis ini tidak mudah karena ancaman hama yang rentan mematikan jeruk, meskipun bisa diatasi dengan teknologi. Bertanam jeruk, kata dia, seperti merawat bayi, harus dilihat setiap saat, setiap hari.

“Petani di Indonesia belum terbiasa dengan kualitas. Ini merupakan budaya yang sedikit demi sedikit harus diubah. Saya berencana mengembangkan jenis jeruk lainnya, karena saya bangga menjadi petani,” paparnya.

Artikel yang diterbitkan oleh
, , , ,