Paus Terdampar Itu Ditenggelamkan di Perairan Mentawai

Paus yang terdampar di Pantai Jati, Mentawai. Foto: Pusdalops Kabupaten Kepulauan Mentawai

Paus yang terdampar di Pantai Jati, Mentawai. Foto: Pusdalops Kabupaten Kepulauan Mentawai

 

 

 

 

Satu paus sperma (sperm whale/ Physeter macrocephalus) mati dan terdampar di Pantai Jati Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (2/1/17). Paus sepanjang enam meter, berat dua ton ini sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Saat evakusi pada bagian ekor masih mengeluarkan darah.

Redi, warga Mentawai mengatakan, sebelum paus di Pantai Jati, Tua Peijat, pukul 08.30, paus itu, sempat terombang ambing kena gelombang.

“Saat masih pagi, dari arah depan Pantai Jati tepatnya di Selat Awera, saya melihat ada paus terbawa arus. Baru ketika terdampar di tepi pantai, kita liat paus sudah mati dan mengeluarkan aroma busuk,” katanya.

Paus mati jadi tontotan gratis bagi warga. Masyarakat berbondong-bondong ke lokasi melihat langsung mamalia langka ini, tak sedikit pula mengabadikan dengan handphone.

Untuk mensterilkan lokasi, Polres Kepulauan Mentawai, memagari dengan police line (garis polisi).

Kepala Pos SAR Mentawai, Hendri menuturkan, warga berinisiatif melapor ke pemeritah setempat. Sekitar pukul 12.00, Pos SAR Mentawai dibantu BPBD, Polres, Kodim 0319, Dinas Kelautan dan Perikanan dan masyarakat turun ke lapangan untuk evakuasi.

Tiga unit kapal nelayan dikerahkan menyeret paus ke tengah laut, badan paus diikat ke kapal, diseret ke laut. Upaya  gagal karena tali pengikat terputus.

“Kapasitas kapal nelayan tak memadai menyeret paus dua ton, ditambah laut surut ikut mempersulit.”

Upaya kembali dilakukan pukul 15.30 menggunakan kapal BPBD Mentawai. Paus berhasil diseret ke tengah laut dan ditenggelamkan. “Paus kami bawa ke tempat jauh dari pemukiman penduduk, sekitar 1,8 kilometer dari pantai. Setelah itu badan paus diberi pemberat dan perut dirobek agar bisa tenggelam,” ucap Hendri.

 

 

 

 

Paus akhirnya ditenggelamkan di laut Mentawai. Foto: Pusdalops Kabupaten Kepulauan Mentawai

Paus akhirnya ditenggelamkan di laut Mentawai. Foto: Pusdalops Kabupaten Kepulauan Mentawai

 

 

 

 

Mengenai penyebab kematian, Hendri belum bisa memastikan. Dari penuturan nelayan, beberapa hari sebelum paus ditemukan terdampar terlihat berkelahi dengan paus lain di tengah laut.

“Sampai sekarang, kami belum mengetahui penyebab kematian paus, ini pertama kali di Mentawai,” katanya.

Dwi Suprapti, Marine Species Conservation Coordinator- WWF Indonesia mengatakan, berdasarkan foto-foto yang dikirim Mongabay, paus sperma.

Hari sama, paus sperma juga terdampar di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Paus mati itu, kata Dwi, adalah paus bergigi berukuran paling besar. Berdasarkan foto, kondisi paus sudah kode 3-4 alias mulai membusuk.

Menurut dia, ada banyak faktor penyebab paus terdampar, antara lain, penyakit, pemangsaan, perubahan iklim ekstrim, gempa di dasar laut membuat mereka bergerak ke permukaan cepat dan kemudian kehilangan orientasi maupun mengalami dekompresi.

Bisa juga dampak penangkapan ikan tak ramah lingkungan, misal, pemboman ikan, racun dan lain-lain, terjaring tak sengaja, cedera atau terlilit hingga kehabisan oksigen di bawah laut.

Penyebab lain, aktivitas perairan yang menghasilkan sonar, dapat mengganggu orientasi paus, pencemaran perairan (sampah maupun kimiawi),  tabrakan kapal,  industri migrasi hasilkan polusi suara dan cemaran minyak sampai pembangunan pesisir tak lestari menyebabkan perubahan habitat.

Namun, dia tak bisa menyimpulkan penyebab kematian paus yang terdampar di Mentawai. “Penyebab kematian paus harus dilakukan nekropsi dan observasi terhadap luka-luka pada tubuhnya.”

Bagi paus yang mati, ada beberapa penanganan bisa dilakukan, seperti menenggelamkan, mengubur atau membakarnya.

“Kami merekomendasikan dikubur, agar kelak suatu hari jika perlu kuburan bisa dibongkar dan diambil tulang untuk rekonstruksi dan jadi bahan edukasi,” katanya.

Berdasarkan data Whale Stranding Indonesia (WSI)–bekerjasama dengan WWF Indonesia–memperlihatkan,  fenomena paus sperma terdampar di Indonesia,  sejak 1987-akhir 2016 ada 286 kasus. Dari 286 kasus mamalia laut terdampar 11% adalah paus sperma, yaitu jenis kedua terbanyak setelah pesut (30%).

Kasus paus terdampar di Indonesia,  Kalimantan Timur adalah provinsi tertinggi. Data menunjukkan, 2016, paus terdampar di Indonesia ada 33 kasus. Dimana dari 33 kasus terdampar di Indonesia tiga kasus paus sperma.

Untuk Sumatera Barat, terlaporkan baru satu kasus 2014. “Ini laporan kedua dari Sumbar.”

 

 

 

 

paus-grafis1-img-20170107-wa0053

Paus terdampar di Pantai Jati. Foto: Pusdalops Kabupaten Kepulauan Mentawai

Paus terdampar di Pantai Jati. Foto: Pusdalops Kabupaten Kepulauan Mentawai

 

 

 

 

 

 

 

DISKUS