Mengembalikan Hijaunya Hutan dari Udara

 

Metode seed bombing dilakukan Thailand untuk menghijaukan kembali. Ilustrasi: cfileonline.org

 

Bumi kita dulunya adalah wilayah yang ditutupi hutan lebat. Habitat sempurna bagi berbagai spesies tumbuhan dan satwa. Seiring waktu, manusia mulai menebangi pepohonan, yang makin hari makin banyak jumlahnya. Deforestasi terjadi di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia.

Inilah sebuah inisiatif yang mungkin bisa dipertimbangkan, terutama oleh negara-negara yang mengalami deforestasi, untuk mereforestasi kembali lahan-lahan gundul. Dengan mengunakan teknologi dan metode yang awalnya dikembangkan untuk tujuan militer, Thailand melakuan reforestasi melalui udara.

Thailand sudah kehilangan hampir separuh tutupan hutannya sejak beberapa dekade teakhir. Pemerintah Negara Gajah Putih tersebut menegaskan bahwa reforestasi harus dilakukan cepat dan masif. Salah satu cara yang mereka ambil adalah melakukan reforestasi melalui udara.

Reforestasi udara atau lebih dikenal dengan seed bombing (bom benih) didasarkan pada sistem yang didesain untuk menanam ranjau darat secara presisi dari udara menggunakan pesawat pengembom, sistem yang kemudian diadaptasi untuk melontarkan bom-bom benih dari udara. Cara ini dirasa jauh lebih cepat dan efisien, dan  diharapkan akan mempersingkat waktu dan memperluas jangkauan reforestasi di negara tersebut.

 

 

Dalam satu hari, satu pesawat bisa menyebarkan hingga 900 ribu benih pohon, sebagaimana dikutip dari The Guardian. Meski begitu, seed bombing yang dilakukan Thailand menggunakan metode berbeda. “Bom-bom” ini dibuat dari tanah liat, kompos, dan benih. Setelah dilontarkan dari udara, bom-bom ini dirancang untuk bisa ‘mengubur diri’ ke dalam tanah dengan kedalaman yang sama sebagaimana kita menanam benih pohon secara manual.

Beberapa benih dimasukkan ke dalam gumpalan bola-bola kompos yang dibungkus tanah liat. Masing-masingnya mengandung pupuk dan bahan yang mampu menyerap kelembaban di sekitarnya untuk menyiram akar pohonnya.

Thailand melakukan hal ini secara masif sejak pertengahan 2016 lalu. Layak ditunggu bagaimana hasil kerja keras mereka.

 

Tanah yang digumpalkan berisi benih ini diluncurkan dari udara untuk menghijaukan kembali hutan yang gundul di Thailand. Foto: wachaufmenschheit.de

 

Ide seed bombing sendiri sudah ada sejak lama. Masanobu Fukuoka dari “Do Nothing Farming” mempopulerkan ide ini. Seed bombing pertama kali yang tercatat dalam sejarah adalah pada 1930, saat pesawat-pesawat udara digunakan untuk mereforestasi beberapa kawasan gundul di pegunungan sekitar Honolulu.

Teknologi pesawat udara dan drone, memang jamak dimanfaatkan untuk mengatasi kebakaran hutan, serta menjatuhkan bantuan untuk korban bencana alam. Tetangga dekat kita sudah melakukannya. Bagaimana Indonesia? (Berbagai sumber)