Begini Penampakan Kapal Pesiar MV Caledonian Sky yang Merusak Terumbu Karang Raja Ampat

Kandasnya Kapal Pesiar MV Caledonia Sky terjadi pada Sabtu (04/03/2017) pukul 12.41 WIT di sekitar Pulau Manswar, Distrik Meos Manswar, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Raja Ampat. Kapal yang mengangkut 79 orang kru kapal dan 102 penumpang dari berbagai negara itu kandas saat penumpangnya melakukan tur pengamatan burung di Pulau Waigeo.

Dari informasi sementara, kapal tersebut diduga kandas akibat nakhoda hanya memonitor Global Positioning System (GPS) dan radar tanpa memperhitungkan pasang surut air laut. Karena itu, kapal akhirnya terjebak di perairan dangkal dan baru bisa ditarik keluar setelah air kembali naik.

(baca : Cruise ship wrecks one of Indonesia’s best coral reefs at Raja Ampat)

Kandasnya kapal berukuran panjang 90,6 meter dan lebar 15,3 meter, dengan berat 645 tonnase bobot mati (DWT) atau 4280 GT itu mengakibatkan terumbu karang disekitarnya rusak. Dari hasil pemeriksaaan oleh Tim Pusat Penelitian Sumber Daya Perairan Pasifik Universitas Papua yang diketuai Ricardo Tapilatu, terumbu karang diperkirakan mengalami kerusakan fisik mencapai lebar 300-400 meter dan panjang 100 meter dengan kedalaman perairan sekitar 5 meter.

 

Kapal MV Caledonian Sky yang kandas dan merusak terumbu karang di zona inti Raja Ampat, Papua Barat. Foto : Stay Raja Ampat

 

Dari situs marinetraffic.com, Caledonia Sky berukuran panjang 90,6 meter dan lebar 15,3 meter, dengan berat 645 tonnase bobot mati (DWT) atau 4280 GT. Kapal yang dibuat tahun 1991 itu berbendera Bahama dan sekarang dimiliki oleh perusahaan tur operator Noble Caledonia yang berbasis di London, Inggris.

Kapal Caledonian Sky sebelumnya bernama Hebridean Spirit, yang pada dibeli pada tahun 2011 dan dioperasikan pada 2012 setelah direnovasi sesuai standar Noble Caledonia.

Sedangkan dari situs Noble Caledonia, Kapal MS Caledonian Sky merupakan salah satu dari tiga kapal milik perusahaan tur operator itu selain kapal MS Island Sky dan MS Hebridean Sky. Tiga kapal pesiar itu dibangun di galangan kapal yang sama di Italia pada waktu yang bersamaan.

Pihak tur operator Noble Caledonia, seperti dikutip dari situs cruisecritic.com, mengatakan mereka telah bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan ahli kelautan setempat yang meneliti kerusakan terumbu karang akibat kapal Caledonia Sky.

 

Kapal pesiar MV Caledonian Sky berbendera Bahamas yang dimiliki oleh perusahaan tur operator Noble Caledonian berbasis London, Inggris. Kapal ini kandas dan merusak terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat. Foto : wordwildlife org

 

“Kami bekerja sama dengan para ahli lokal untuk memahami bagaimana kami dapat membantu untuk melakukan regenerasi terumbu karang. Kami menghargai hubungan kami di seluruh dunia dengan orang-orang lokal dan kami mohon maaf telah berdampak pada masyarakat setempat. Akhirnya, Noble Caledonia telah mengumpulkan dana dengan tujuan untuk membantu penduduk setempat dan berkontribusi terhadap perbaikan karang. kami ingin mengirim tim Ekspedisi kita sendiri untuk membantu regenerasi (terumbu karang) tersebut,” terang pihak Noble Caledonia.

Dalam rilis Noble Caledonia yang dikeluarkan Selasa sore (14/03/2017), juru bicara perusahaan tur operator itu mengatakan mereka akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak penyelidik setempat terkait peristiwa kandasnya kapal yang menyebabkan kerusakan terumbu karang.

Juru bicara itu menyebutkan insiden tersebut sebagai sesuatu yang disayangkan. “Noble Caledonia Noble secara tegas berkomitmen ikut melindungi lingkungan, yang menjadi alasan sangat penting perlunya penyelidikan menyeluruh, dipahami dan menjadi pelajaran dalam prosedur operasi,” katanya.

Setelah dilakukan pengecekan kapal setelah kandas dan merusak terumbu karang, lambung kapal tetap utuh. “Pihak berwenang yang relevan segera diberitahu, dan penyelam memeriksa bagian bawah lambung. Pemeriksaan mengungkapkan bahwa lambung kapal tidak rusak dan tetap utuh. Kapal tidak membuat polusi akibat kandas,” jelasnya.

 

Kondisi terumbu karang di zona inti Raja Ampat, Papua Barat yang rusak karena kandasnya Kapal MV Caledonian Sky. Foto : Badan Keamanan Laut

 

Kapal kemudian diapungkan pada saat pasang berikutnya dan dipindahkan ke daerah aman dekat lokasi kandas untuk pemeriksaan lebih lanjut dari lambung dan mesin kapal. Pemeriksaan lanjutan tersebut mengungkapkan tidak ada kerusakan badan kapal, dan setelah berkoordinasi dengan otoritas lokal yang relevan, kapal berlayar kembali setelah sedikit merevisi dari jadwal yang direncanakan. ”

Kapal Calodenia Sky sendiri melakukan perjalanan pelayaran dari New Britain Island pada 25 Februari dan dijadwalkan tiba di Manila pada 14 Maret. Saat ini posisi kapal, seperti dikutip dari marinetraffic.com, berada di perairan Filipina.

 

Posisi terakhir kapal Caledonia Sky. Sumber : marinetraffic.com

 

Pemerintah Gugat Perusahaan Kapal Pesiar

Tak mau berdiam diri, Pemerintah berjanji akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Tujuannya, selain untuk memberi efek jera, juga untuk mendapatkan ganti rugi kerusakan terumbu karang yang luasnya mencapai 1,3 hektare.

Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Maritim Arif Havas Oegreseno di Jakarta, Selasa (14/3/2017), mengatakan, Pemerintah sudah membentuk tim bersama untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Tim terdiri dari Kemenko Kemaritiman, KKP, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI. Selain itu, tim juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

 

Bagan dek tiap lantai dari Kapal Pesiar Caledonia Sky. Foto : noble-caledonia.co.uk

 

Menurut Arif, ada tiga tugas pokok dari tim bersama, yakni menangani aspek hukum baik perdata maupun pidana termasuk Mutual Legal Assistance (bantuan timbal balik) maupun upaya ekstradisi bila diperlukan. Kedua, tim bertugas untuk melakukan penghitungan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kandasnya kapal MV Caledonian Sky, keselamatan navigasi  dan hal-hal terkait lainnya.

“Kita siap untuk mengambil segala langkah yang diperlukan agar masyarakat tidak dirugikan dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh MV Caledonian Sky bisa segera diatasi. Kita akan minta mereka bertanggung jawab,” ujar dia.

(baca : Pemerintah Akan Tuntut Kapal Perusak Terumbu Karang Raja Ampat)

 

Kapal dan Nakhoda di Filipina

Saat ini Pemerintah Indonesia juga fokus untuk mengamankan kapal tersebut yang sekarang sedang tambat di Filipina bersama nakhoda dan kru. Untuk proses tersebut, tim bersama saat ini sudah disiapkan yang fokus pada penegakkan hukum kasus tersebut.

“Kita ingin menegakkan hukum. Kita akan menuntut perusahan kapal pesiar dan mereka harus bertanggung jawab untuk itu. Kita juga ingin kapal pesiarnya disita dan nakhodanya diadili oleh hukum Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi saat memberikan keterangan resmi di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

(baca : Kapal Pesiar MV Caledonian Sky Peroleh Izin Berlayar dari Syahbandar Jayapura?)

 

Kapal pesiar MV Caledonian Sky berbendera Bahamas yang dimiliki oleh perusahaan tur operator Noble Caledonian berbasis London, Inggris. Kapal ini kandas dan merusak terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat. Foto : noble-caledonia.co.uk