Mengintip ‘Rumah’ Tarantula dari Sibolangit

Moss spider, tarantula dominan coklat belang hitam. Foto: Ayat S Karokaro

 

Namanya tarantula. Ia salah satu jenis laba-laba ukuran sangat besar dan berbulu. Laba-laba ini masuk famili Theraphosidae. Di Sumatera Utara, ada lokasi tempat penangkaran tarantula khusus spesies Indonesia. Lokasi di Desa Sikeben, Kecamatan Sibolangit, Karo. Dari sini, juga bisa melihat samar debu vulkanik Gunungapi Sinabung yang terus erupsi.

Berdasarkan data Tarantula Forum, sebagian besar spesies tarantula tak berbahaya untuk manusia. Beberapa jenis terkenal sebagai hewan peliharaan esksotis. Satwa ini dapat menggigit, seperti laba-laba, memiliki taring, dan gigitan cukup menyakitkan manusia. Namun racun lebih lemah daripada lebah madu.

Di Indonesia, ada beberapa jenis seperti Selenocosmia javanensis, tarantula biasa berwarna gelap dan cenderung hitam, ada beberapa memiliki kaki kuning.

Pemilik penangkaran dan budidaya tarantula lokal ini Dedi Arfianto. Dia mulai dua tahun lalu bermula dari banyak tarantula luar negeri masuk Indonesia yang diperkenalkan di Indonesia. Padahal, di Indonesia, jenis beragam dan unik. Ada beberapa jenis tarantula tangkaran Dedi seperti Rufus javan tiger.

 

Anak-anak TK dan SD datang untuk mengenal tarantula. Foto: Ayat S Karokaro

 

Dedi bilang, tarantula di alam jauh berkurang. Salah satu jenis Selenocosmia, dengan ciri-ciri tubuh mudah dominan coklat, dan belang hitam di paha.

Untuk tarantula lain, hanya beberapa jenis saja masih sering ditemui di alam, salah satu taranatula Trap door sp, dengan ciri-ciri bentuk tubuh hitam, dan ini paling berbahaya diantara tarantula lain. Bisa cukup tajam, jika menyengat manusia bisa demam dan badan lemas.

Tarantula tangkaran Dedi, ada Moss spider, dengan ciri-ciri kulit didominasi hitam kecoklat-coklatan. Lalu tarantula Rufus javan tiger dan kotakana, ciri-ciri warna tubuh coklat belang hitam dan paha kecil.

“Pemburuan di alam banyak. Jadi (penangkaran ini) supaya bisa mengembangbiakkan di tengah perburuan,” katanya.

Tarantula Rufus javan tiger, jenis paling banyak diperjualbelikan, karena bentuk cantik dan dianggap unik. Ia menyerupai warna kulit harimau Jawa. Javan tiger tak berbahaya seperti tarantula hitam. Meskipun jika terkena gigitan, bisa bengkak dan nyeri.

“Saya ingin mengembangbiakkan lebih banyak lagi agar  populasi tidak berkurang,” katanya.

Setahun terakhir, ucap Dedi, penangkaran ini sering dikunjungi pelajar, mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Kalau TK dan sekolah dasar, para guru ingin mengajak siswa mengenal lebih dekat berbagai jenis tarantula lokal di alam Indonesia.

Banyak dari perguruan tinggi, khusus jurusan biologi datang penelitian, misal, sifat hidup, hingga soal bisa tarantula. Selain itu, dari sejumlah negara juga datang seperti dari Jepang, Australia, Kanada, dan Prancis.

Mereka,katanya,  kebanyakan mahasiswa magister meneliti soal berbagi jenis tarantula dunia, salah satu Indonesia.

“Penangkaran ini lebih saya utamakan untuk pendidikan. Siapa saja yang mau belajar dan meneliti saya silakan datang. Kalau dari Jepang dan Kanada berulang mereka ke sini.”

 

Selenocosmia, tarantula berwarna coklat belang hitam. Foto: Ayat S Karokaro