Sekolah Hijau dari Merauke

 

Di halaman sekolah ini, tak hanya tanam beragam bunga juga tanaman keras seperti trembesi, sengon, beringin sampai kersen.

SMA Negeri 3, begitu papan nama sekolah di Jl Kamizaun, Merauke, Papua ini. Pagar sekolah yang berhadapan dengan Universitas Musamus ini bergambar tokoh-tokoh dalam kartun Naruto. Tampak pepohonan hijau nan rindang dengan beragam tanaman bunga.

Ada keladi berwarna warni, pinang, bonsai, tanaman hias, bunga kamboja, sampai trembesi, sengon, sonokeling, beringin, kersen dan lain-lain. Begitu indah dan asri. Sekolah inipun salah satu sekolah hijau di Merauke.

Christiforus Carolus, siswa SMA mengatakan, kesadaran pelihara pohon dan tanaman didorong keaktivan siswa dalam Siswa Pencinta Alam (Sipala). Dari 720 siswa, anggota Sipala 150 orang.

Sekolah ini, katanya, awalnya tak ada pohon. Kala muncul gagasan penghijauan, Dinas Kehutanan Merauke dan Dinas Lingkungan Hidup Merauke, memberi bantuan bibit.

“Sudah dua tahun ini, kami merawat tanaman di halaman sekolah dan berbagai bunga di sekitar sekolah,” katanya.

Sekarang SMAN 3 tak terasa panas saat musim kering dan sangat rindang. Ketika musim penghujan, kawasan ini sering banjir, sekolah pun bikin drainase, beragam pepohonan itupun sekaligus jadi penyerab air. “Pasti warga sekolah merasa nyaman termasuk para guru.”

 

Tanaman bunga dan pelohonan lain memperindah halaman SMAN3 Merauke. Foto: Agapitus Batbual

 

Wira Sudirja, guru Geografi sekaligus penggagas penghijauan halaman SMA ini mengatakan, dalam menanam, tak hanya buat pemandangan indah dan teduh tetapi juga bermanfaat ganda. Dia contohkan, kersen, bukan hanya rindang, juga sebagai obat.

Kala memulai niatan ini, Wira bukan tanpa kendala. Awalnya, banyak guru tak menerima. Setelah berjalan dua tahun dan hasil baik dinikmati bersama-sama, mereka menyadari dan mulai peduli lingkungan.

Wira juga bekerjasama dengan berbagai instansi untuk mengembangkan sekolah hijau. Mereka juga berpartisipasi pada hari-hari tertentu, seperti Hari Bumi Internasional dan Hari Air Sedunia serta Hari Bumi Sedunia, Sipala SMAN 3 dengan guru membagikan selebaran ajakan merawat bumi kepada warga Merauke.

Harmini, Kelapa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, berpendapat usaha Sipala SMAN 3 patut diacungi jempol. Dengan makin banyak pepohonan tumbuh, katanya, tak hanya bikin teduh juga meningkatkan resapan air.

Berita Mongabay, sebelumnya, dalam peringatan Hari Hutan Internasional 2017, Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mendorong penanaman kayu di perkotaan terus menerus.

Merujuk data Food and Agriculture Organization (FAO), apabila tanam pohon di perkotaan akan menghemat energi dan bisa menurunkan temperatur sekitar dua sampai delapan derajat celcius. Makin banyak tanam pohon, katanya, udara jadi makin sejuk hingga mengurangi penggunaan pendingin ruangan (AC).

Siti mendorong generasi muda kreatif dan inovatif dalam menjaga hutan dan lingkungan. Hutan, sebagai sistem penyangga kehidupan seperti menjaga siklus hidrologi yang penting bagi makhluk hidup.

 

Wira Sudirja, guru penggagas tanam pohon. Foto: Agapitus Batbual

 

 

 

Artikel yang diterbitkan oleh
, ,