Si Jenius Boyan Slat Siap Luncurkan Alat Pembersih Lautan

 

Boyan Slat, anak muda yang memiliki teknologi membersihkan laut dari sampah. Sumber: The Ocean Cleanup

 

Masih ingat Boyan Slat, anak muda yang yang menghebohkan dunia saat mengumumkan desain alat pembersih lautan 2015 lalu? Rencananya mendapatkan dukungan sekaligus kritik dari berbagai pihak.

Beberapa waktu lalu, proyek bernama The Ocean Cleanup ini menarik perhatian khalayak luas lagi dengan desain baru yang lebih baik dari sebelumnya. Proyek raksasa ini akan segera dimulai di Samudera Pasifik pada 2018, dua tahun lebih cepat dari jadwal.

Teknologi ini akan dipasang di Great Pacific Garbage Patch, kawasan di Samudera Pasifik yang begitu penuh sampah. Bongkahan-bongkahan sampah plastik yang mengambang di permukaan maupun di dalam air laut akan diangkut.

 

Baca: Anak Muda Ini Klaim Cara Ampuh untuk Angkut Sampah dari Lautan

 

Kawasan itu, yang juga disebut The Pacific Trash Vortex, menampung berbagai puing laut (kebanyakan plastik) yang terakumulasi karena sebagian besar tidak dapat terurai (non biodegradable). Proyek ini diharapkan akan menghilangkan 50% sampah di kawasan tersebut dalam 5 tahun.

 

The Ocean Cleanup, teknologi yang membersihkan laut dari sampah. Sumber: Erwin Zwart/The Ocean Cleanup

 

Boyan Slat saat ini berusia 22 tahun. Dia mendirikan The Ocean Cleanup dan meluncurkan kampanye crowdfunding sebesar $320 juta Dollar untuk membersihkan 42% sampah lautan dalam waktu 10 tahun.

Dengan desain terbarunya, Slat mengatakan teknologi ini tak hanya mampu membersihkan lebih banyak sampah (dari 42% menjadi 50%), namun juga mampu melakukannya lebih cepat. Dari 10 tahun menjadi 5 tahun.

Timnya yang terdiri 65 orang, berencana menggunakan puluhan jaring  berukuran lebih kecil yang masing-masing panjangnya satu kilometer. Semuanya digantungkan dengan jangkar mengambang di air yang lebih dalam, bukan ditambatkan ke dasar lautan. Di desain sebelumnya, alat ini sepanjang 100 km dan menjadi satu kesatuan.

 

 

Desain baru ini lebih murah dalam pengerjaan, dan kurang berisiko, karena jika satu alat rusak, ada alat lain yang sistemnya terpisah, yang masih berfungsi. Jaring ini didesain untuk bergerak lebih lambat dari plastik di lautan dan bertindak sebagai “garis pantai buatan”. Bergerak sesuai arus Pasifik sambil menangkap sampah-sampah.

Secara berkala, petugas dengan kapal akan menyapu sampah-sampah tersebut dari jaring.

Slat mengatakan, teknologi ini diharapkan akan mengumpulkan puluhan ribu ton sampah setiap tahun. Alat ini sedang dibuat, uji coba pertama akan dilakukan di pantai barat Amerika akhir tahun 2017i.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang akan dilakukan dengan sampah-sampah plastik tersebut? Slat mengatakan, dalam rencana jangka panjang, perusahaannya akan mendaur ulang plastik-plastik tersebut menjadi kacamata, spareparts kendaraan, dan produk lain yang bisa dijual.