Kehidupan di Laut Kutub Selatan yang Patut Anda Ketahui

 

Peta yang menunjukkan Kutub Selatan. Sumber: media1.britannica.com

 

Samudera Antartika (Kutub Selatan) merupakan perairan paling selatan yang mengelilingi Benua Antartika. Inilah samudera ke-4 dari 5 samudera terbesar di dunia, setelah Pasifik, Atlantik, Hindia, dan lebih besar dari Samudera Arktik di Kutub Utara. Inilah kawasan di mana air laut dingin mengalir ke utara.

Lautan ini juga yang mungkin, paling jarang dieksplorasi, karena ‘isolasi’ geografisnya, dan suhu yang begitu dingin. Meski begitu, para ilmuwan sepakat bahwa lautan di Kutub Selatan tidak memiliki keragaman biologis seperti halnya lautan lain di dunia.

Sebagaimana dilansir dari Live Science, inilah beberapa makhluk yang hidup di kedalaman Laut Antartika, yang ditemukan para ilmuwan.

 

Ikan es transparan. Foto:British Antarctic Survey via The Guardian

Ikan es (Channichthyidae)

Ikan dengan wujud mengerikan ini tidak mempunyai sel darah merah. Glyceral di darahnya berfungsi sebagai elemen penjaga tubuh agar tidak beku, dan memungkinkan makhluk ini tetap hidup di lingkungan yang begitu dingin.

 

 

Laba-laba laut. Foto: British Antarctic Survey via The Guardian

Laba laba laut (Pantopoda)

Ada lebih banyak spesies laba-laba laut di sekitar Kutub Selatan dibanding bagian lain di bumi. Seperti banyak spesies di Antartika, laba2 laut di sini tumbuh jauh lebih besar dibandingkan laba2 laut di peraian yang hangat.

 

 

Amphipod. Foto: British Antarctic Survey via The Guardian

Amphipod

Huw Griffiths, ahli biologi kelautan dari British Antartic Survey mengatakan, awalnya para ilmuwan menganggap hewan ini adalah Epimeria georgiana. Namun, setelah melalui proses barcoding DNA, ternyata berbeda. Amphipod berwarna emas ini belum diberi nama.

 

 

Tomopteris. Foto: British Antarctic Survey via The Guardian

Cacing Polychaete (Tomopteris)

Beberapa spesies dari jenis cacing perenang ini mampu menghasilkan cahaya melalui reaksi kimia. Umumnya, mereka tumbuh hanya dua sentimeter, panjang tubuhnya.

 

 

Gurita antartika. Foto: British Antarctic Survey via The Guardian

Gurita antartika (Pareledone)

Gurita banyak ditemukan di Kutub Selatan, menyebar di berbagai perairan di kawasan tersebut. Teritorial mereka menyebar jauh dari perairan di sekitar benua, mengikuti arus air yang dingin namun kaya oksigen yang turun dari permukaan ke kedalaman.

 

 

Bintang keranjang. Foto: British Antarctic Survey via The Guardian

Bintang keranjang (Gorgonocephalus)

Makhluk ini terekam sedang merentangkan ‘jaring-jaring’ keritingnya, merentangkannya panjang-panjang setelah melepaskan diri dari karang. Bentangan jaringnya menangkap berbagai makanan yang terbawa arus di dalam laut.

 

 

Teripang kutub selatan. Foto: British Antarctic Survey via The Guardian

Teripang kutub selatan (Holothrurodia)

Penghuni laut dalam yang dingin ini memiliki tubuh transparan dan aerodinamis yang membantunya bermanuver di laut dalam. Sistem pencernaan tubuhnya terlihat dari luar.

 

 

Kepiting Hoff. Sumber foto: news.nationalgeographic.com

Kepiting Hoff (Kiwa tyleri)

Makhluk cantik yang ditemukan di perairan dalam lautan Antartika. Makhluk ini hidup di ‘Hydrothermal Vents’ atau di bagian retakan bumi yang menyemburkan air panas (sekitar 300 derajat Celcius) pada kedalaman 2.500 – 2.600 meter. Makhluk ini sempat disangka punah jutaan tahun lalu, ternyata justru berkembang pesat populasinya.