Bongkahan Es yang Terlepas dari Kutub Selatan Itu, Mengungkap Eksosistem Baru

 

Lapisan es yang berada di Larsen C ini terlepas dan dinamakan A68, peneliti coba mengungkap fenomena kehidupan yang ada di lapisan es tersebut. Foto: Copernicus Sentinel-1/BAS

 

Setelah berbulan tak juga terlepas dari Benua Antartika, bongkahan besar es dari lapisan Larsen C ini akhirnya memisahkan diri dari benua paling selatan tersebut. Berikutnya, bergerak di Samudera Selatan.

Para ahli menyatakan bahwa lepasnya bongkahan demi bongkahan es dari daratan Antartika (Kutub Selatan) adalah sebuah tanda alam yang mengkhawatirkan. Meski begitu, lepasnya es ini mengungkap sebuah ekosistem baru yang belum pernah diketahui sebelumnya, yang tersembunyi di bawah es.

Para  peneliti dari British Antarctic Survey (BAS), Germany’s Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research dan The Korea Polar Research Institute menyatakan bahwa mereka berniat melakukan ekspedisi biologi ke kawasan yang kini terpapar di permukaan. Tempat lapisan es tersebut terlepas ke lautan.

 

Baca: Bongkahan Es Seluas Pulau Bali Runtuh, Terlepas dari Daratan Kutub Selatan

 

Seperti dilansir dari Nature, begitu kondisi aman, para ilmuwan itu akan menjelajah daerah tersebut. Penelitian akan dimulai pada 2019 dan bisa menjadi salah satu penelitian yang paling ditunggu hasilnya.

Daerah ini sendiri telah tertutup lapisan es selama 120.000 tahun. Selama ini, setiap kali lapisan es terlepas, spesies baru selalu ditemukan. Bahkan, jika kita menyelam di lautan di bawah lapisan es, spesies-spesies baru selalu ditemukan.

 

Patahan yang terlihat jelas di Larsen C. Foto: British Antarctic Survey (BAS) via IFL Science

 

Selain itu, spesies-spesies yang biasanya tidak dapat hidup dalam kondisi yang sulit seperti itu, justru akan diuntungkan karena lepasnya lapisan es. Ini dikarenakan, kawasan itu akan mendapatkan sinar matahari, dan menjadi tempat yang lebih layak huni.

Dengan sinar matahari, akan ada fotosintesis plankton. Ketika mereka mati, nutrisi mereka turun ke dasar laut dan menjadi makanan untuk banyak bentuk kehidupan bawah laut.

“Ini akan menjadi  perubahan kondisi lingkungan yang sangat dramatis. Tak ada yang sedramatis ini di ekosistem manapun di Bumi,” kata Julian Gutt, pakar ekologi kelautan di Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research seperti dikutip dari IFL Science.

 

Peta Semenanjung Antartika yang menunjukkan Area Khusus untuk Studi Ilmiah yang telah disepakati. Sumber: British Antarctic Survey (BAS)

 

Kawasan yang lapisan esnya terlepas ini dinamai A68, dan menurut para ahli akan menjadi kawasan ‘harta karun kehidupan’. Para ilmuwan pun mendorong kawasan ini untuk ditetapkan sebagai Special Area of Scientific Study.

“Kesepakatan internasional sudah diberlakukan, dimana area yang ‘ditinggalkan’ bongkahan es terbesar dalam sejarah pada Juli 2017, menjadi kawasan yang dilindungi” kata ilmuwan dari British Antarctic Survey (BAS) dalam sebuah press release.

Lambat laun, A68 akan bergerak ke utara, dan ‘membuka’ kawasan seluas 5.818 km persegi, kira-kira seluas Pulau Bali, yang selama ini tertutup es. (Berbagai sumber)