Inilah Tiga Anak-anak Laut yang Menggemaskan

Anakan dari catfish yang menggemaskan. Foto : Wisuda/Mongabay Indonesia

 

Anggapan kita tentang anak-anak yang menggemaskan, lucu, dan bisa dipegang memang ada betulnya. Dan anggapan itu tidak hanya berlaku untuk anak-anak manusia. beberapa anak-anak hewan pun juga terlihat menarik dan lucu. Dan berikut ini adalah tiga anak-anak hewan yang hidup di lautan yang terlihat cukup menggemaskan.

 

1. Juvenile harlequin ghost pipefish

Harlequin ghost pipefish adalah salah satu jenis pipefish yang cukup unik. Biasa disebut juga ornate ghost pipefish, ikan yang bernama latin Solenostomus paradoxus ini adalah ikan pipa yang cantik dalam keluarga Solenostomidae. Nama spesies berasal dari paradoks Yunani, mengacu pada fitur luar biasa dari ikan ini.

Berbentuk seperti ikan pipih yang dipenuhi denga berbagai macam ornamen di sekujur tubuhnya ini, dapat ditemukan di Pasifik Barat dan Samudera Hindia, dan lebih mudah ditemukan di sepanjang tepi terumbu karang yang rawan arus kuat. Mereka mencapai panjang maksimal 12 cm. Warnanya pun bervariasi dari merah, kuning sampai hitam dan hampir transparan.

Mereka makan sebagian besar pada mysids dan udang bentik. Betina membawa telur di sirip perut mereka yang dimodifikasi untuk membentuk kantong induk. Meski tidak selalu, hiasan tubuh si ornate ghost pipe fish adalah hiasan sangat bagus dan sering tersamar dengan karang di sekitar mereka hidup, sehingga cukup sulit untuk ditemukan.

Itu adalah yang dewasa, yang juvenile atau anak-anaknya lebih luarbiasa lagi. selain biasa ditemukan menempel dengan dewasanya, san juvenile mempunyai corak tubuh yang transparan. Para penyelam, harus membuka mata lebar-lebar untuk menemukan si “cute” ini.

 

Ikan ghost pipe yang menyaru diantara terumbu karang. Foto : Wisuda/Mongabay Indonesia

 

2. Juvenile sea catfish / Plotosus

Sea catfish mempunyai beberapa jenis, diantaranya Plotosus canius yang dapat mencapai ukuran terbesar sampai dengan 150 sentimeter , P. limbatus yang bisa tumbuh sampai 41 cm, P. lineatus yang bisa tumbuh sampai 32 cm, P. nkunga bisa tumbuh sekitar 51 cm, P. papuensis dicatat bisa mencapai 55 cm, meskipun dalam beberapa kasus juga bisa mencapai 100 cm.

Semua spesies ini telah dikonfirmasi mengandung bisa kecuali P. fisadoha. Duri anterior sirip punggung dan sirip dada bisa menimbulkan luka yang menyakitkan. Pada P. lineatus, tulang belakang serat yang sangat berbisa dari dorsal pertama dan masing-masing sirip dada bahkan bisa berakibat fatal.

Kulit pucat P. nkunga dilapisi dengan lendir, dan mulutnya dikelilingi oleh empat pasang barbard sensorik. Duri sirip punggung bergerigi, yang bisa mengunci posisi tegak, tertutup lendir beracun yang bisa beracun bagi manusia.

Walaupun kita harus berhati-hati dengan ikan ini karena mngandung bisa yang cukup berbahaya, tetapi anakan catfish laut juga cukup menggemaskan. Juvenile sea catfish biasanya ditemukan bergerombol atau shooling. Mereka melakukan ini, agar selamat dari para predatornya. Dengan bergerombol, si anakan catfish laut bisa mengelabui para predatornya, seakan-akan badan mereka terlihat lebih besar dari predatornya.

Pada umumnya, mereka berukuran antara 2-5 cm saja. walaupun terlihat lucu, tetapi jangan sekali-kali menyentuhnya. Anakan ikan ini juga berbisa seperti indukannya, walaupun tidak sekuat yang dewasa.

 

Anakan ikan ghost pipe Foto : Wisuda/Mongabay Indonesia

 

3. Juvenile lobster

Lobster secara umum memiliki tubuh yang berkulit sangat keras dan tebal, terutama di bagian kepala, yang ditutupi oleh duri-duri besar dan kecil. Mata lobster agak tersembunyi di bawah cangkang ruas abdomen yang ujungnya berduri tajam dan kuat.

Lobster memiliki dua pasang antena, yang pertama kecil dan ujungnya bercabang dua, disebut juga sebagai kumis. Antena kedua sangat keras dan panjang dengan pangkal antena besar kokoh dan ditutupi duri-duri tajam, sedangkan ekornya melebar seperti kipas.

 

Anakan lobster. Foto : Wisuda/Mongabay Indonesia

 

Warna lobster bervariasi tergantung jenisnya, pola-pola duri di kepala, dan warna lobster biasanya dapat dijadikan tanda spesifik jenis lobster. Juvenile atau anakannya biasanya berwarna biru mencolok, dan tinggal dalam lubang-lubang karang.

Mengingat lobster dijadikan sebagai komoditi makanan, baik dalam negeri atau pun luar negeri, eksploitasi terhadap lobster semakin tidak terkontrol. Karena itu keberadaan juvenile lobster harus benar-benar dijaga, agar keberlangsungan hidup si lobster terjaga, dan ini juga berarti menjaga rantai makanan yang ada di laut lepas. Budidaya lobster, merupakan salah satu alternatif pemechan masalah eksploitasi ini.