Tumbuhan-tumbuhan Cantik Penghias Hutan Batang Toru

 

 

KawasanekosistemBatang Toru merupakanhutan dengan keragaman hayati tinggi. Selain dihuni spesies baru orangutan tapanuli, di wilayah ini juga hidup beragam tumbuhan cantik.

Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), yang telah melakukan penelitian di Batang Toru, baru-baru ini merilis sejumlah flora hasil temuan mereka. Nursaniah Nasution, Analis Tumbuhan Unik YEL, mengatakan di hutan yang masuk tiga kabupaten tersebut Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara, ditemukan kantong semar, Amorphophallusatau bunga bangkai, dan Rafflesia.

Rhizanthes,atautumbuhan parasit yang masih satu suku dengan Rafflesiajuga ada di Batang Toru.Ada juga Balanophora,sejenis tumbuhan parasit, dan Thismia(tumbuhan saprofit), Rhododendron ataubunga azalea, serta Begonia,masyarakat di sekitarhutan Batang Torumenyebutnya asam-asam.

 

Baca: Orangutan Tapanuli, Spesies Baru yang Hidup di Ekosistem Batang Toru

 

Saniah menjelaskan, untuk kantong semar atau Nephentes, ada 12 jenis di sini. Berdasarkan literatur,sekitar30 persen, adalah jenis yang hidupdi Sumatera.

“Delapan di antaranya endemik Sumatera, yaitu N. flava, N. ovata, N. tobaica, N. sumatrana, N. bongso, N. rhombicaulis, N. longifolia, dan N. Spectabilis. Sisanya merupakan jenis umum yaitu N. albomarginata, N. ampullaria, N. gracilis, dan N. rafflesiana. Jika dijelajah lebih luas lagi kemungkinan akan ada penambahan jenis,” jelasnya, awal Desember ini.

 

Tumbuhan Freycinetia angustifolia. Foto: Yayasan Ekosistem Lestari

 

Lebih jauh dia menjelaskan, dari penelusurannya, ditemukan juga bunga bangkai yang mayarakat Tapanuli menyebutnya anturbung/atturbung,yaitu Amorphophallus titanum. Ini merupakanbunga bangkai raksasa atau titan arum, dan Amorphophallus gigas, ataubunga raksasa.“Untuk bunga padma, pernah ditemukan jenis Rafflesia cf. micropylora-gadutensis.”

Saniah menjelaskan,Amorphophalus dan Rafflesia sering disebut bunga bangkai. Ini kemungkinan, keduanya mengeluarkan bau busuk untuk menarik serangga yang bertujuan membantu penyerbukan.

“Padahal, hubungan kekerabatannya jauh. Amorphophallus mendapatkan makanan dari umbinya (pada fase bunga), sedangkan Rafflesia memperoleh makanan hanya dari inangnya.”

 

Nursaniah Nasution, Analis Tumbuhan Unik YEL, yang terus menginventarisir beragam tumbuhan yang ada di Batang Toru. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

 

Tumbuhan parasit

Saniah menjelaskan, dalam ekspedisinya bersama tim YEL tersebut, ditemukan tumbuhan Rhizanthes infanticida. Jenis ini tersebar di Sumatera, Malaysia bagian barat, hingga bagian selatah Thailand. Di Sumatera pernah ada di Sumatera Barat, tapi untuk di Batang Toruini yang pertama kali karena belum ada publikasinya.

“Genus Rhizanthes memang belum sepopuler Rafflesia, padahal bentuknya tidak kalah menarik,” jelasnya.

 

Baca juga: Ada Ratusan Jenis Anggrek dari Hutan Batang Toru

 

Balanophora juga merupakan tumbuhan parasit dari famili Balanophoraceae, yang ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan Rafflesia atau Rhizanthes. Jenis ini lebih mudah dijumpai,karena memiliki banyak inang dan bisa hidup pada ketinggian 900-2.800 meter diatas permukaan laut.

 

Coelogyne sp. tumbuhan jenis baru di Batang Toru yang masih tahap identifikasi ilmiah. Foto: Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)

 

Data lapanganini akan kami tindaklanjuti dengan proses identifikasi menggunakan buku identifikasi, jurnal ilmiah, dan juga menanyakan ke paraahli. “Tujuannya adalah untuk publikasi sekaligus mengungkap kekayaanhutan Batang Toru. Pastinya untuk tujuan konservasi, ilmu pengetahuan, dan menambah wawasan masyarakat akan keanekaragaman hayati Indonesia,” tandas Saniah.

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , ,