Aek Nauli Elephant Conservation Camp, Akankah Fokus pada Pengembangan Populasi Gajah Sumatera?

 

 

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Ir. Wiratno, telah meresmikan pembangunan fasilitas konservasi gajah jinak dan primata Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC), Kamis (7/11/17). Lokasi ini berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Aek Nauli, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut) seluas 285 hektar.

Ada empat gajah sumatera(Elephas maximus sumatranus) jinak yang menjadi penghuni baru. Satwa terancam punah ini, didatangkan dari Pusat Latihan Gajah Holiday Resort.

Wiratno dalam keterangannya mengatakan, gajah merupakan satwa pintar yang mampu berkomunikasi dengan manusia.“Mamalia besar ini dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 199 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Habitat dan populasi gajah di Indonesia sudah semakin terancam. Bahkan, beberapa tahun terakhir, populasi gajah sumatera cenderung menurun. Estimasinya diperkirakan sekitar 1.954 individu, atau hilang sebesar 30 persen dibandingkan 2007 lalu.Faktor lainnya adalah sekitar 69 persen habitat potensial gajah sumatera telah hilang dalam waktu 25 tahun terakhir.

Berdasarkan Daftar MerahInternational Union for Conservation of Nature(IUCN) 2012, gajah sumatera dimasukkan dalam status Kritis (Critically Endangered/CR). Status ini naik satu peringkat yang sebelumnya dikategorikan Genting (Endangered/EN).

“Penurunan populasi ini terjadi sejak 1985 hingga 2008 karena perubahan kawasan serta perburuan. Berdasarkan SRAK 2007-2017 harus dilakukan peningkatan kualitas dan kapasitas habitat gajah secara ex situ. Selain itu, penyadartahuan dan pendampingan masyarakat mengenai pentingnya pelestarian gajah di habitat aslinya harus dilakukan,” jelas Wiratno.

 

Baca: Cinta Kita yang Hilang pada Gajah Sumatera

 

Hotmauli Sianturi, Kepala BBKSDA Sumut mengatakan,pihaknya bersama Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, dan lembaga Vesswic, sepakat mengadakan kerja sama tentang pengembangan konservasi gajah jinak dan primata. “Tujuannya, mendukung ekowisata Danau Toba di KHDTK Aek Nauli,” jelasnya.

Pembangunan sarana dan prasarana wisata edukasi ini, menurut dia, dimulai 2016. Saat ini, sudah selesai dibuat panggung pertunjukan gajah, joglo, shelter, pusat informasi, barak mahout, kandang tidur gajah, kolam mandi, klinik, dan berbagai fasilitas lainnya.

ANECC akan fokus pada pengembangan populasi gajah jinak sesuai kebutuhan, serta mengkombinasikan seluruh prosesnya untuk dikemas sebagai paket wisata. Utamanya, mendukung program pemerintah Republik Indonesia yang telah menetapkan Danau Toba sebagai 10 destinasi wisata prioritas nasional.

Empat individu gajah yang ada ini memiliki kepintaran masing-masing, mulai dari menari, berhitung, main bola, duduk, salam belalai, main harmonika dan lainnya. “Ke depan, ANECC akan dikembangkan menjadi model pelayananwisata berbasis aktivitas pemeliharaan gajah, pengembangan ilmu pengetahuan tentang gajah, pembuatan gerabah dan kertas dari kotoran gajah, juga oleh-oleh mengenai gajah.”

 

Gajah sumatera. Mamalia besar ini pernah menjadi bagian penting kehidupan manusia. Masihkah sekarang? Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Dikawal

Prabu Zailani, dari Forum Investigator Zoo Indonesia mengatakan,konsep pengembangbiakan gajah sumatera jinak di ANECC patut diapresiasi. Namun, harus terus dikawal agar jangan sampai keluar jalur.

Ada hal yang harus kita cermat, misalnya bagaimana perlakuan terhadap empat gajah tersebut. Di sana, satwa terancam punah ini dilatih untuk bisa mengikuti gerakan manusia, padahal justru sebaliknya, terhadap satwa liar yang dijinakkan, perlakuannya berbeda. “Yaitu, tetap melatihnya agar tetap liar.”

Menurut Prabu, kondisi ini harus dievaluasi secepatnya. Jika tidak, akan sangat diragukan konsep pengembangbiakan untuk penambahan populasi terealisasi. “Jangan sampai, lebih banyak pertunjukannya ketimbang pengembangan penelitian dan ilmu pengetahuan,” tandasnya.

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , ,