Sepanjang 2017, 85 Spesies Baru Ditemukan Ilmuwan

 

Para ilmuwan memperkirakan, lebih dari 90 persen spesies di Bumi belum kita temukan. Sementara, sejumlah spesies yang telah ditemukan itu pun, banyak yang belum didokumentasikan.

Baru baru ini, California Academy of Sciences mengumumkan hasil penelitian yang luar biasa tersebut. Institusi ini berhasil mengkategorikan 85 spesies yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Sepanjang 2017, para peneliti yang tergabung dalam akademi tersebut mengidentifikasi puluhan satwa dan tumbuhan yang didapat dari tiga lautan di lima benua.

Shannon Bennet, Ph.D., Kepala California Academy of Sciences, menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa mendokumentasikan keanekaragaman hayati Bumi sangat penting karena banyak spesies yang mungkin akan cepat punah. “Kita tidak hanya kehilangan anggota pohon kehidupan, kita juga kehilangan terobosan-terobosan potensial dalam bidang kedokteran, penyerbuk pertanian, pemurni air, dan banyak komponen penting dari planet yang sehat,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Inverse Science.com.

Berikut ini adalah beberapa makhluk hidup yang berhasil didokumentasikan oleh para peneliti yang tergabung dalam California Academy of Sciences.

 

Bulbaeolidiella paulae

Bulbaeolidiella paulae adalah siput laut yang ditemukan oleh Terry Gosliner, Ph.D., ilmuwan di departemen zoologi invertebrata dan geologi di akademi tersebut. Gosliner dianggap sebagai salah satu ahli nudibranch-moluska bertubuh lunak yang ditemukan di lautan, sebagaimana makhluk kecil ini.

 

 

Siput laut dari Baja, California. Sumber foto: California Academy of Sciences via Inverse Science

Rostanga ghiselini

Gosliner juga menemukan Rostanga ghiselini, siput laut dari Baja, California. Dinamai dari nama mentor dan gurunya, Michael Ghiselin, siput ini pertama kali diidentifikasi di Baja namun ternyata ditemukan juga di seluruh Teluk California. Salah satu kolega Gosliner, yakni Hans Bertch, Ph.D., seorang profesor di Universitas Otonomi Baja California, menyatakan di blognya bahwa dirinya memburu makhluk ini selama  25 tahun. Panjangnya hanya 30 milimeter, tak heran siput ini sulit ditemukan.

 

 

Etmopterus lailae yang ditemukan di Hawaii. Sumber foto: California Academy of Sciences via Inverse Science

Etmopterus lailae

Etmopterus lailae ditemukan di Hawaii dan diidentifikasi oleh tim ilmuwan termasuk David Ebert, Ph.D., rekan penelitian Ichthyology di akademi tersebut. Hiu laut ini hidup di kedalaman 1.000 kaki di bawah permukaan Samudra Pasifik dan mampu mengeluarkan cahaya di dalam kegelapan. Panjangnya kurang dari satu kaki  dan beratnya sekitar 2 kg. Hiu ini sebenarnya ditangkap sebagai spesimen 17 tahun lalu, namun baru diidentifikasi sebagai spesies baru di Juli 2017.

 

 

Rhopalaurus ochaoi yang ditemukan di Venezuela. Sumber foto: California Academy of Sciences via Inverse Science

Rhopalurus ochai

Rhopalaurus ochaoi adalah kalajengking berekor mirip tongkat yang ditemukan di Venezuela. Kalajengking ini diidentifikasi oleh tim ilmuwan yang termasuk ahli ilmu pengetahuan pimpinan Lauren Esposito, Ph.D., yang menjabat sebagai Ketua Arachnology. Jenis kalajengking ini hidup dengan baik di berbagai lanskap – termasuk sabana, gua, padang pasir, dan hutan – dan memiliki kemampuan unik untuk memberi tahu pemangsa untuk “mundur”. Caranya, membuat suara bising dengan cara menggosokkan ekornya seperti sisir ke perut mereka.

 

 

Semut drakula. Sumber foto: California Academy of Sciences via Inverse Science

Stigmatomma luyiae

Semut ini lebih dikenal sebagai semut drakula. Dinamakan demikian karena mereka menyedot darah larva mereka sendiri. Semut ini dapat ditemukan di Madagaskar, sebagai spesies baru, diidentifikasi di Taiwan oleh Flavia Esteves, Ph.D., seorang peneliti di Department of Entomology di California Academy of Sciences.

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)