Seperti Apa Bumi dan Manusia 10 Ribu Tahun Mendatang? Ini Kata Ilmuwan

 

Membayangkan masa depan umat manusia, bumi, dan apapun yang kita kenal saat ini, termasuk alam semesta, biasanya adalah ranah fiksi ilmiah. Umumnya, paling jauh kita pikirkan, hanya beberapa ratus tahun ke depan.

Ternyata, perihal kehidupan manusia dan alam semesta ini, beberapa prediksi ilmiah bidang astrofisika dan evolusi, bisa memprediksinya hingga 10 ribu tahun mendatang.

Sebagai permulaan, pada 10 ribu tahun mendatang, keseluruhan benua Antartika bagian timur akan sepenuhnya hilang. Bagian ini adalah barisan lapisan es terpanjang di planet bumi saat ini. Dari pemodelan, para ilmuwan memprediksi jika cekungan subglasial Wilkes runtuh, diperlukan 5 ribu hingga 10 ribu tahun untuk bongkahan es raksasa tersebut menghilang dari lautan. Dampaknya, permukaan laut nakin 3 hingga 4 meter.

 

Penampakan permukaan matahari dari atmosfer yang diambil pada 27 Oktober 2017. Sumber foto: NASA/GSFC/Solar Dynamics Observatory

 

Di masa itu, manusia tak bisa dibedakan lagi asal muasalnya. Tak ada lagi variasi fisik berdasarkan regionalnya. Mata biru atau coklat, kulit putih, hitam, atau kuning, akan terbagi rata di berbagai kawasan dunia.

Di era itu, garis pantai di berbagai kawasan dunia tak lagi sama dengan yang kita kenal saat ini. Kalender Gregorian akan berbeda 10 hari dengan posisi matahari. Periode tersebut, bumi akan menjadi saksi sebuah ledakan bintang yang spektakuler.

Diprediksi, dalam 10 tahun ke depan, bintang super-raksasa Antares akan meledak dan menghasilkan supernova yang sangat terang. Bahkan bisa terlihat di siang hari dari bumi. Antares sendiri terletak sekitar 600 tahun cahaya dari bumi.

Sepuluh ribu tahun dari sekarang, sistem pengaman Waste Isolation Pilot Plant, sebuah tempat  menyimpan limbah nuklir di bawah tanah, tak akan lagi berfungsi.

 

Bumi dalam pandangan penuh dari Bulan yang diambil dari Apollo 17. Sumber foto: NASA.gov

 

Dimulai 10 ribu tahun dari sekarang, jika tak ada tindakan apapun, planet bumi akan lebih panas rata-rata 7 derajat Celcius, dan permukaan air laut akan naik 52 meter. Kondisi ini, sebagaimana tercantum dalam Jurnal Nature Climate Change yang terbit awal tahun lalu.

Jika benar, tak akan ada lagi  gunung es tersisa di garis lintang yang sedang. Es di Greenland habis dan es di kedua kutub juga akan terkikis hebat. Di titik inilah kemungkinan bencana besar itu terjadi.

 

Es di Antartika yang mulai mencair. Sumber foto: NASA/Chris Larsen

 

Apakah bisa dicegah?

Tergantung pada kita, manusia yang hidup saat ini. Apa yang kita lakukan kini dengan penggunaan bahan bakar fosil besar-besaran, karena aksesnya yang mudah, tentunya membuat prediksi ini terjadi.

Juga, jika kita tidak mengembangkan teknologi yang mampu menarik karbon dioksida keluar dari udara dalam skala besar, sebanding dengan jumlah yang saat ini kita pancarkan, prediksi itu akan menjadi kenyataan. (Berbagai sumber)

 

 

(Visited 1 times, 3 visits today)