,

Aktivis Lingkungan Kamboja Tewas Ditembak Mati

Chut Wutty, seorang aktivis lingkungan senior dari Kamboja, ditembak mati oleh polisi militer di sebuah lokasi penebangan ilegal, hari Kamis silam. Saat itu Wutty sedang berkendara dengan dua jurnalis, yang kemudian menulis kesaksian atas kematiannya yang tiba-tiba, yang membongkar bahwa Wutty mengalami penyiksaan fisik dan secara verbal, dan kemudian ditembak saat mencoba pergi menghindar, dan kemudian dibiarkan tewas. Kematiannya membuka tabir kebrutalan sindikat penebangan ilegal dan perusahaan-perusahaan di belakang mereka, yang menggerogoti kekayaan negara tersebut, dan mempekerjakan militer untuk membungkam lawan-lawan mereka.

Wutty adalah direktur dari Natural Resources Group. Dia adalah aktivis yang paling lantang menyuarakan anti-ilegal logging, beliau aktif khususnya di wilayah pegunungan Cardamom dan hutan Prey Lang. Dia memainkan peran yang sangat vital dalam mendukung Jaringan Prey Lang, sebuah gerakan akar untuk melindungi hutan yang membentang di empat propinsi ini.

Otoritas lokal dan aparat negara hanya memberikan dukungan yang minim untuk melawan penebangan liar. Seperti dikatakan oleh Wutty,”pegawai publik, di balik seragam mereka, tidak menunjukkan peran mereka seperti mandat yang telah diberikan kepada mereka. Satu-satunya peran yang mereka lakukan adalah memfasilitasi kesepakatan bisnis demi keuntungan pribadi. Dengan cara ini, mereka mendapat penghasilan lebih dari satu sumber. Pertama, mereka mendapat gaji dari pemerintah, kedua, mereka mendapat uang dari menjual kayu, dan ketiga, mereka mendapat uang dengan memfasilitasi kesepakatan bisnis.

“Saya paham, kekayaan memang penting dan saya juga ingin kaya. Tapi saya juga ingin melihat orang-orng hidup dalam kemerdekaan, dan mampu memelihara budaya mereka, tradisi mereka, dan bisa mengejar gaya hiduo mereka sendiri,”

Deforestasi di Kamboja dipicu oleh jaringan kepentingan besar. Kolusi antara aparat negara, pemegang konsesi hutan, sindikat penebangan liar dan militer menciptakan sebuah kesatuan yang kuat. Tingkat konsesi lahan di Kamboja meningkat secara drastis: karet, pertambangan dan waduk menjadi penyebab utama deforestasi dalam skala besar. Kendati kehilangan sejumlah besar kayu akibat penebangan liar di area konsesi, pemerintah Kamboja justru berniat menambah aea perkebunan karet menjadi 400.000 hektar di tahun 2020. Komunitas yang tergantung dengan hutan kehilangan gantungan hidup mereka dan kemerdekaan mereka, menjadi buruh murah yang miskin di perkebunan yag dimiliki orang-orang kaya.

mongabay.com

Hari Kamis silam, kematian Wutty menunjukkan bagaimana orang-orang tersebut bisa bertindak sangat jauh di hadapan wajahnya yang tak kenal lelah menghentikan kerusakan hutan di Kamboja. Ini adalah sebuah puncak gunung es dari pengejarannya terhadap rasa keadilan di hadapan kekerasan dan ancaman.

Pertanyaannya adalah, siapa yang mengirim tentara untuk menghentikan Wutty?

Kelompok aktivis hak asasi manusia telah meluncurkan tuntutan untuk menjawab pertanyaan ini. Presiden Pusat Hak Asasi Manusia Kamboja Ou Virak mengatakan bahwa organisasinya memiliki dugaan bahwa perusahaan-perusahaan penebangan itu ada di belakang polisi militer yang meminta menghentikan Chut Wutty.

Keadilan mungkin tidak akan datang dalam waktu cepat, namun investigasi sepenuhnya seharusnya sudah dilakukan. Pemerintah kamboja harus didorong untuk mengendalikan penebangan ilegal dan alih fungsi lahan di Kamboja,yang melibatkan penindasan dan kekerasan yang dibuktikan lewat kematian tragis Wutty.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , ,