Isu Limbah Hentikan Izin Reaktor Nuklir AS

Pengadilan menyatakan, langkah NRC menangani masalah limbah nuklir untuk pembangkit listrik tenaga nuklir yang baru maupun yang sudah ada, tak bisa diterima.

KOMISI Regulator Nuklir (Nuclear Regulatory Commission/ NRC) Amerika Serikat, yang mengawasi perusahaan komersial tenaga nuklir, menghentikan penerbitan semua izin reaktor nuklir baru. Keputusan ini muncul, setelah pengadilan menyatakan ada kegagalan industri dan kegagalan pemerintah mengidentifikasi solusi jangka panjang lokasi lumbung limbah nuklir.

Sembilanbelas reaktor yang terakhir mendapat izin terkena dampak keputusan ini, termasuk sembilan izin operasi dan konstruksi (COLS), delapan lisensi perpanjangan izin, satu izin operasi, dan satu izin lokasi awal.

NRC mengeluarkan perintah menanggapi permohonan yang diajukan sejumlah kelompok peduli lingkungan dan individu. Permohonan itu, menindaklanjuti putusan pengadilan banding Circuit Court of Appeals untuk Distrik Columbia, AS, salah satu dari 12 pengadilan banding federal AS, bertanggal 8 Juni.

Pengadilan menyatakan, langkah NRC menangani masalah limbah nuklir untuk pembangkit listrik tenaga nuklir yang baru maupun yang sudah ada, tak bisa diterima. Masalah ini kadang disebut Putusan Jaminan Limbah (Waste Confidence Ruling) NRC. “Apa yang disebut jaminan limbah oleh Komisi adalah temuan terkait lingkungan, sementara kami menyebut temuan umu. Artinya berlaku universal (untuk semua permohonan izin), bahwa limbah bahan bakar tingkat tinggi yang sudah dipakai dapat disimpan beberapa dekade melebihi masa kegunaan reaktor,” kata Dave McIntyre, jurubicara NRC, kepada IPS, medio Agustus 2012.

“Circuit Court of Appeals … setuju dengan pemohon dan menyerahkan kembali putusan jaminan limbah itu kepada kami. Pada dasarnya menyatakan hal utama NRC seharusnya melihat kemungkinan bagaimana jika tak ada tempat penyimpanan (untuk limbah nuklir)?” ucap McIntyre.

Menurut dia, gunung yucca, yang diusulkan menjadi lokasi lumbung limbah di Nevada telah dibatalkan. “Tak ada rencana sejauh ini. Bagaimana jika suara kongres terus terpecah dan negara tak punya petunjuk dan menemukan lokasi berbeda?” katanya.

Organisasi lingkungan di sana, dalam siaran pers bersama menyatakan, aturan NRC pada isu ini mengasumsikan, pertama, NRC akan menemukan cara membuang bahan bakar reaktor yang sudah dipakai pada suatu waktu di masa depan bila “diperlukan.” Kedua, sementara itu, bahan bakar yang sudah dipakai dapat disimpan dengan aman di lokasi reaktor.

“Masalah ini mengganggu Komisi NRC dan mengacaukan rencana industri nuklir, karena ini sesuatu yang tak mereka perkirakan,” kata Louis Zeller, Direktur Eksekutif Blue Ridge Environmental Defense League.

“Mereka menyangka kita menolak reaktor baru di Georgia, Alabama, South Carolina, Virginia, dan di banyak tempat. Tapi saya berpikir mereka tak mengira salah satu prinsip dasar dari paradigma nuklir mereka terjungkal seperti ini. Saya rasa pukulan ini bikin mereka terkejut.” Dia menekankan, limbah nuklir bersifat radioaktif, beracun, dan mematikan.

Di tiap lokasi lumbung limbah memiliki jumlah dan komposisi radiaoktif berbeda, tergantung seberapa lama operator membakar bahan bakar itu. “Ini disebut derajat bakar (burn-up), berapa lama Anda menggunakan bahan bakar uranium, yang menciptakan berbagai macam racun radionuklida dan radioaktif, seperti iodin dan strontium,”  ujar Zeller.

McIntyre mengatakan, belum tahu apakah NRC akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan terbaru ini. “Karena putusan pengadilan terbaru menohok syarat-syarat jaminan limbah termutakhir.  Kini kami mempertimbangkan semua pilihan yang tersedia untuk mengatasi isu jaminan limbah, yang mencakup tindakan NRC pada lokasi tertentu atau umum, atau kombinasi keduanya,” kata Perintah NRC, bertanggal 7 Agustus.

McIntyre mengungkapkan, staf lembaga itu sekarang sibuk menyiapkan daftar rekomendasi untuk lima komisaris NRC dalam beberapa pekan ini. “Kami belum memutuskan suatu tindakan. Namun, sesuai kewajiban hukum, kami takkan menerbitkan izin sesuai Putusan Jaminan Limbah atau Aturan Penyimpanan Sementara sampai tinjauan pengadilan ditangani dengan tepat.”

McIntyre menyebutkan, baik keputusan NRC maupun pengadilan berdampak pada setiap izin terbaru terakhir yang sudah diberikan, misal, Plant Vogtle di Georgia. Betapapun izin Vogtle menghadapi penolakan hukum terkait isu keamanan nuklir pasca-Fukusima.

Dennis Kucinich, anggota Kongres asal Demokrat dari Ohio, mengirim surat elektronik kepada konstituennya. “Apakah kita sedang menyaksikan berakhirnya tenaga nuklir?”  Menurut Kucinich, AS sudah menghabiskan setengah abad guna menemukan solusi terbaik atas masalah limbah nuklir dan belum menemukan juga.  “Kita takkan pernah mampu menemukan sebuah metode penyimpanan limbah nuklir yang bebas risiko,” tulis Kucinich.

Sumber: Wikipedia

Zeller mengatakan, mungkin menjadi pilihan berbahaya untuk memindahkan limbah nuklir. Sebab, ada risiko dalam pengangkutan limbah, sekalipun lokasi baru bisa ditemukan.

Dia mencatat,  ada masalah mendasar ketika berusaha menemukan tempat penyimpanan limbah nuklir di negeri ini ketika AS masih terus-menerus memproduksi limbah setiap hari.  Jadi, tak jelas seberapa banyak limbah yang harus disimpan dan itu bukan jumlah terbatas.

Reaktor baru yang diusulkan terkena imbas keputusan NRC, termasuk Calvert Cliffs di Maryland, Fermi di Michigan, William States Lee III di South Carolina, Grand Gulf di Mississippi, Victoria County di Texas, Turkey Point di Florida, Comanche Peak di Texas, South Texas di Texas, Bell Bend di Pennsylvania, Shearon Harris di North Carolina, Levy County di Florida, Bellefonte di Tennessee, Watts Bar di Tennessee, dan North Anna di Virginia.* Diterjemahkan Fahri Salam.  Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pasifik

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, ,