, ,

Pembalakan Liar Marak di Zona Inti TN Gunung Palung

Pembalakan liar (illegal logging) tengah marak di Taman Nasional Gunung Palung, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Mereka seakan bebas beraksi. Balai TN Gunung Palung, pun terkesan tak serius menangani.

Kinari Webb, Pendiri Alam Sehat Lestari (Asri), organisasi yang bergerak dalam bidang konservsi alam dan kesehatan masyarakat di Ketapang, sangat khawatir dengan kondisi ini. Menurut dia, saat ini, illegal logging sudah masuk zona inti taman nasional, tepatnya di Dusun Tanjung Gunung.

Dia khawatir karena lokasi yang dijarah itu ada stasiun penelitian lebih dari 20 tahun. Jika hutan di kawasan itu rusak, katanya, maka pusat keramanan hayati yang ada di sana pun terancam. “Ada banyak data yang bisa dikomparasi dari dulu sampai sekarang di sana,” katanya kepada Mongabay, di Jakarta, medio Maret 2013.

Tak hanya pusat data. Kawasan hutan di zona inti itu, merupakan dataran rendah terakhir di Indonesia yang belum dijamah. “Sekarang illegal logging masuk. Saya berharap ada tindakan serius menghentikan ini.”

Masyarakat di sana, ucap Kinari, sebenarnya tak mau para pembalak ada. Namun, aksi mereka sulit diatasi karena mayoritas pembalak dari luar daerah. “Kita sudah diskusi dengan pemerintah untuk datang tapi belum ada hasil. Masyarakat di sana tidak mau para pembalak ada, tapi sulit dilarang, malah orang luar,” ujar dia.

Namun, Hotlin Ompussunggu, Kepala Program Asri, menduga kuat ada kerja sama dengan pihak-pihak tertentu di dalam komunitas di daerah itu hingga pembalakan liar sulit dihentikan.Jika hanya ‘orang luar,’ katanya, tentu aksi tak akan berjalan semulus itu.

Sejak lima tahun lalu, Asri memberikan program kesehatan terintegrasi dengan lingkungan di desa-desa sekitar TN Gunung Palung, meliputi 60 ribuan jiwa, termasuk dusun tempat illegal logging ini. Pelayanan kesehatan biaya murah sekaligus pemahaman perlindungan alam ke dusun-dusun ini, cukup banyak menghentikan aksi penebangan hutan. Namun, di Dusun Tanjung Gunung, penebangan liar masih sulit dihentikan. Berbeda, dengan dusun lain, sudah menampakkan hasil, warga beralih dari menebang pohon di hutan menjadi petani bahkan ikut menanam hutan kembali.

Hendrikus Adam, Kepala Devisi Riset dan Kampanye Walhi Kalbar mengatakan, pihak terkait harus segera turun ke lapangan guna melihat kondisi zona inti di TN Gunung Palung, yang diduga terjadi pembalakan liar. “Jika memang terjadi, penting mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya,” katanya. “Pihak berwenang juga harus bertindak cepat agar perusakan segera diatasi.”

Kawasan TN Gunung Palung seluas 90.000 hektar, terbentang di Kecamatan Matan Hilir Utara, Sukadana, Simpang Hilir, Nanga Tayap, dan Sandai. Kawasan ini kemungkinan hutan kayu dataran rendah yang belum tersentuh di Indonesia. Ia rumah bagi spesies terancam punah, termasuk burung enggang dan owa. Masih ada, sekitar 2.500 orangutan, 10 persen dari populasi global. Periode 1988-2002, sekitar 38 persen hutan di dataran rendah Gunung Palung hilang.

Pelayanan kesehatan keliling Asri ke berbagai dusun selalu dipenuhi warga. Foto: Kinari Webb
Orangutan di TN Gunung Palung. Kawasan ini merupakan salah satu habitat orangutan terbesar di dunia,dengan perkiraan masih ada sekitar 2.500. Foto: Sachi Oshima
(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , ,