Update: Samsung Akui Gunakan Timah dari Pertambangan Berdampak Lingkungan di Pulau Bangka

Setelah lembaga Friends of Earth melemparkan hasil investigasi terkait penggunaan timah oleh produsen telepon pintar Samsung yang berasal dari pertambangan yang merusak alam di Pulau Bangka bulan November tahun lalu, untuk pertamakalinya pihak Samsung memberikan jawaban atas tuduhan tersebut.

Seperti dilansir oleh IBT Times dan Economic Voice, Produsen telepon pintar asal Korea ini mengakui bahwa mereka memang menggunakan bahan baku timah di dalam telepon pintar yang mereka jual ke seluruh dunia, dari pertambangan timah di Pulau Bangka. Pihak Samsung sendiri segera berkomitmen untuk mengatasi masalah ini secara cepat untuk menindaklanjuti laporan yang dilakukan oleh Friends of Earth, sebuah lembaga lingkungan yang berbasis di Inggris.

Setelah pengakuan ini, pihak Friends of Earth sendiri mengaku akan terus mengawal kasus ini dan memastikan bahwa Samsung memang sudah melakukan tindakan untuk Pulau Bangka atas kerusakan yang mereka sebabkan. Perusahaan ini juga menjelaskan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan untuk melacak balik sumber-sumber timah yang mereka gunakan selama ini, selanjutnya mereka akan bekerjasama dengan pihak penyuplai, pemerintah dan industri untuk memperbaiki situasi di Bangka dan pulau-pulau di sekitarnya.

Kubangan raksa di lokasi pertambangan timah di Pulau Bangka. Foto: Friends of Earth

Hal ini disambut gembira oleh pihak lembaga Friends of Earth yang membongkar kasus ini. “Sangat menggembirakan Samsung mau memimpin dan berbuat dengan melacak balik jaringan penyuplai timah mereka di Indonesia, dan berkomitmen untuk memperbaiki dan mengatasi dampak yang menyedihkan dari pertambangan timah terhadap manusia dan lingkungan di Pulau Bangka,” ungkap Direktur Kebijakan dan Kampanye Friends of Earth, Craig Bennet. “Jutaan dari kami meyukai telepon pintar dan tidak bisa hidup tanpa mereka. Kami ingin bisa mencintai mereka seperti seharusnya.”

Selain Samsung, Friends of Earth kini juga menunggu jawaban dari pihak Apple yang diduga juga menggunakan sumber yang sama dalam penggunaan timah di telepon pintar mereka. Laporan terkait penggunaan timah dari Pulau Bangka di Indonesia ini diluncurkan tahun lalu dalam kampanye berjudul Make it Better. Sekaligus meluncurkan hasil investigasi mereka terkait perusakan alam dan lingkungan akibat pertambangan timah di Pulau Bangka yang digunakan oleh produsen telepon pintar Samsung dan Apple.

Batuan yang mengandung timah di Pulau Bangka. Foto: Friends of Earth

“Pertambangan timah sudah merusak 65% hutan di Pulau Bangka dan lebih dari 70% terumbu karang di sekitar Pulau Bangka. Selain itu, limabelas sungai kini terkontaminasi oleh limbah penambangan timah dan akses ke air bersih kian menjadi masalah bagi lebih dari setengah populasi di Pulau Bangka. Dan pertambangan di Pulau Bangka itu sangat berbahaya: sejak awal tahun 2012, lebih dari 60 orang tewas di pertambangan, sebagian besar akibat terkubur atau terjebak di bawah air,” ungkap Pius Ginting, Manajer Kampanye untuk Friends of Earth Indonesia dan Manajer Kampanye Tambang dan Energi Walhi Indonesia November 2012 silam.

Hal serupa juga ditemukan dalam investigasi yang dilakukan oleh BusinessWeek terkait penambangan timah di Pulau Bangka. Dalam penyelidikan tersebut terungkap bahwa memang benar PT Timah, yang merupakan Badan Usaha Milik Negara menjadi pemasok bahan pembuat telepon cerdas untuk Samsung, sama seperti produsen patri Chernan dan Shenmao, yang menjadi pemasok untuk Foxconn (yang membuat berbagai produk Apple). Chernan juga memasok untuk Samsung, Sony dan LG.

Menjawab hal ini Regional Marketing Director, Digital & Social Media Samsung Asia, Damien Cummings mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan banyak NGO dalam berbagai area dan akan melanjutkan hal ini di masa mendatang.

“Friends of Earth meminta kami agar lebih memahami sumber timah di Indonesia, jadi kami bekerjasama dengan pihak industri elektronik terkait untuk memahami isu ini lebih baik. Kami berupaya menjaga standar tertinggi kami dalam menjalankan tanggung jawab sosial kami, dan kami akan terus mengevaluasi kebijakan sumber material kami untuk menastikan hal itu sesuai dengan standar global yang melekat bersama bisnis kami,” ungkap Damien.

Mengapa penyelidikan ini menyasar Samsung dan Apple? Dalam laporan ini diungkap bahwa Samsung adalah telepon dengan pasar terbesar di Eropa. Di tahun 2011 saja, mereka menjual 95 juta telepon cerdas, atau seperlima dari pasar telepon ceerdas dunia. Dalam proses pembuatan laporan investigasi ini, penyelidik dari Friends of the Earth telah menanyai pihak Samsung apakah mereka sadar dan tahu bahwa salah satu materi yang digunakan dalam komputer tablet dan telepon cerdas mereka berasal dari penambangan timah di Pulau Bangka yang merusak ekosistem setempat, dan pihak perusahaan tidak memberikan jawaban menolak atau mengiyakan hal tersebut.

Sementara Apple adalah produsen berbagai produk yang sangat dikenal di dunia sepeti iMac, iPad dan iPhone. Perusahaan yang berbasis di California ini telah mencapai nilai 623 juta dollar Amerika Serikat di pasar saham pada bulan Agustus 2012, dan menjadi yang terbesar dalam sejarah AS.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , ,