,

Menolak Reklamasi, Menyelamatkan Teluk Benoa

Sekitar dua ribu orang lebih berkumpul di parkir timur, lapangan Renon, Denpasar. Mereka datang secara sukarela dari berbagai penjuru Bali, untuk satu tujuan yaitu menolak Reklamasi di Tanjung Benoa dan membatalkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 51/2014 tentang perubahan atas Perpres No.45/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan SARBAGITA (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan).

Teriknya matahari pada Jumat (27/06/2014) itu tak menyurutkan mereka melakukan parade budaya menolak Perpres tersebut. Sambil membawa alat musik modern dan tradisional Bali serta poster bertuliskan pembatalan Perpres No.51/2014, mereka bernyanyi dan berorasi di Lapangan Renon, dan berlanjut ke depan kantor Gubernur. Aksi teatrikal, pembacaan puisi, dan tari-tarian turut mereka lakukan.

Gendo Suardana, Koordinator Forum Masyarakat Bali (ForBali) kepada Mongabay mengatakan mereka bersama dengan masyarakat dari berbagai elemen di Bali mendesak Presiden SBY untuk membatalkan Perpres tersebut.

“Parade budaya ini adalah cara lain kami untuk merayakan dukungan penolakan reklamasi Tanjung Benoa dari berbagai elemen di Bali. Dukungan hari ini menjadi bukti bahwa masyarakat Bali menolak tegas reklamasi,” katanya.

Sebelumnya, ForBali mengirim surat Presiden SBY yang mendesak membatalkan Perpres itu.  Penolakan masyarakat Bali karena Perpres No.51/2014 menghapuskan pasal-pasal yang menyatakan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi dalam pasal 55 ayat 5 Perpres 45/2011, serta mengurangi luasan kawasan konservasi perairan dengan menambahkan frasa sebagian pada kawasan konservasi Pulau Serangan dan Pulau Pudut.

Selain menghapuskan Teluk Benoa dari kawasan konservasi perairan, Presiden SBY melalui Perpres No.51/2014 juga mengubah kawasan perairan pesisir Teluk Benoa menjadi zona penyangga sehingga perairan Teluk Benoa dapat direklamasi oleh investor.

Gendo menjelaskan reklamasi seluas 700 hektar mengancam Teluk Benoa, antara lain ancaman hilangnya hutan mangrove, yang nantinya dapat menimbulkan bencana ekologi, seperti abrasi, banjir, rob dan potensi tsunami ke pemukiman warga atau sarana pariwisata sekitar hingga bandara Ngurah Rai. Teluk Benoa juga merupakan muara dari empat sungai besar.

Para Peserta Parade Budaya Menolak reklamasi Teluk Benoa dan Pembatalan Perpres No.51/2014 di depan kantor Gubernur Bali. Foto : Agus Waisnawa
Para Peserta Parade Budaya Menolak reklamasi Teluk Benoa dan Pembatalan Perpres No.51/2014 di depan kantor Gubernur Bali. Foto : Agus Waisnawa

Dia melihat terbitnya Perpres itu telah mengabaikan fakta bahwa masyarakat Bali menolak rencana reklamasi di kawasan perairan Teluk Benoa

“Terbitnya Perpres tersebut juga mengabaikan fakta hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh Universitas Udayana yang menyatakan  bahwa rencana reklamasi Teluk Benoa yang akan dilakukan oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) tidak layak,” kata Gendo

Makin Agresif

Suriadi Darmoko, Direktur Walhi Bali kepada Mongabay mengatakan, gencarnya penolakan reklamasi di Teluk Benoa di respon dengan semakin agresifnya pemerintah bersama PT. TWBI melakukan cara-cara yang tidak transparan dan tidak partisipatif dalam memuluskan rencana reklamasi di Teluk Benoa.

Seperti pada19 Juni 2014, PT TWBI menggelar konsultasi publik terkait penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Kantor Kelurahan Benoa. Pada pertemuan itu, PT. TWBI yang menyatakan belum mengantongi izin lokasi, tidak memberikan dokumen apapun kepada masyarakat yang hadir.  Apalagi, sebagian besar warga yang diundang hanya mewakili LSM yang terihat pro terhadap reklamasi Teluk Benoa. Sehingga konsultasi publik itu tidak memenuhi asas-asas partisipatif dan keterbukaan

Pada 25 Juni 2014, WALHI Bali menemukan pengumuman izin lingkungan dari PT. TWBI tertempel di kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Bali. Hal itu sangat mengagetkan, karena pihak BLH tidak mengetahui hal ini. Padahal prosedur mendapatkan Izin lingkungan,  terlebih dahulu harus memiliki izin lokasi sesuai ketentuan pasal 15 Perpres No.122/2012 tentang Reklamasi Di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. Terlihat tidak jujur dan transparannya proses izin lingkungan dari PT. TWBI.

Sementara, pada 18 September 2013, Direktur Utama PT Tirta Wahana Bali Internasional, Hendi Lukman  melalui website Arthagrahapeduli.org mengatakan tidak semua reklamasi itu merugikan lingkungan.

“Pikiran orang selalu mengatakan jika dilakukan reklamasi pasti merusak lingkungan. Padahal belum tentu kalau tidak reklamasi itu lingkungan akan terjaga dengan baik. Buktinya saat ini kawasan sekitar 5 kelurahan di Kuta Selatan, mangrovenya rusak, sampahnya penuh, abrasi semakin besar dan sebagainya. Ini fakta. Kenapa tidak melakukan sesuatu yang menyelamatkan lingkungan,” kata Hendi Lukman.

Tolak Reklamasi

Dukungan penolakan reklamasi Teluk Benoa, tidak hanya dari warga Bali. Pada Minggu (22/06/2014), OutSIDers dan Lady Roses, kelompok penggemar grup band asal Bali, Superman Is Dead (SID) dan beberapa warga Bandung, Jawa barat  melakukan aksi menolak reklamasi di Teluk Benoa. Sekiat seratusan Outsiders membentangkan spanduk bertuliskan “Bali tolak Reklamasi” dan “Batalkan Pepres No 51 tahun 2014”. Mereka juga menggalang dukungan dari publik untuk ikut menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan terhadap tolak reklamasi.

“Presiden SBY harus membatalkan Pepres no 51 th 2014. SBY harus tahu, bukan hanya orang Bali yang sayang Bali. Kami pun di Bandung sayang Bali,” kata Ibrahim Partogi, OutSIDer Bandung

Aksi solidaritas untuk tolak reklamasi Teluk Benoa Bali dan batalkan Perpres No. 51/2014 oleh OutSIDers Bandung. Foto : OSD
Aksi solidaritas untuk tolak reklamasi Teluk Benoa Bali dan batalkan Perpres No. 51/2014 oleh OutSIDers Bandung. Foto : OSD

Ronaldo Tertipu

Akun twitter pesepak bola terbaik dunia 2014, Cristiano Ronaldo dibanjiri mention warga Indonesia dari berbagai kalangan pada 24 Juni 2014. Para pengguna twitter melampirkan foto berseri Ronaldo ketika menanam Mangrove bersama Presiden SBY,  lalu dibawahnya Presiden SBY menandatangani Perpres 51 tahun 201, dan foto Ronaldo dibawahnya bertuliskan “fooled” (tertipu).

Jerinx, drummer grup band  “Superman Is Dead” memposting seri foto Cristiano Ronaldo “Fooled”  itu  pada 26 Juni 2013. Dia mengatakan Presiden SBY menipu rakyat Bali dengan menggunakan Ronaldo sebagai pencitraan untuk menunjukkan SBY mencintai dan akan melindungi mangrove di Teluk Benoa.  Tetapi, SBY mengeluarkan Perpres yang mengijinkan reklamasi Teluk Benoa.

“Ayo tag akun @cristiano di foto ini sebanyak-banyaknya agar ia sadar bahwa dirinya sudah diperalat. Harapannya, agar Cristiano Ronaldo melayangkan protes ke SBY dan semoga reklamasi Teluk Benoa dibatalkan,” tulis Jerinx.

Pentingnya Mangrove

Dalam satu makalahnya, Rudhi Pribadi, peneliti mangrove dan dosen jurusan ilmu kelautan, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang menjelaskan pentingnya ekosistem mangrove yaitu karena uniknya adaptasi tumbuhan mangrove, berbagai fungsi mangrove yang tak tergantikan, dan keberadaannya yang terus terancam.

Hutan mangrove berfungsi mengurangi laju erosi/abrasi, mengurangi laju angin/badai dan menghambat intrusi air laut. Sedangkan secara ekologis mangrove berfungsi sebagai penangkap bahan pencemar, perangkap karbon, penghasil unsur hara/pupuk dan tempat memijah/pembesaran ikan dan kepiting.

Sedangkan pohon mangrove bisa dijadikan bahan makanan, anti bakteri, anti jamur, anti kanker dan anti oksidan. Ekowisata juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif upaya konservasi ekosistem mangrove.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , , , , , ,