, , ,

Soal Reklamasi Teluk Benoa, Berikut Pesan ForBaIi untuk Jokowi

Aksi ForBali menuntut penolakan reklamasi Teluk Benoa dan mendesak Jokowi, Presiden terpilih membatalkan perpres yang memberi peluang proyek itu. Foto: Anton MuhajirAksi ForBali menuntut penolakan reklamasi Teluk Benoa dan mendesak Jokowi, Presiden terpilih membatalkan perpres yang memberi peluang proyek itu. Foto: Anton Muhajir

I Kadek Bobby Susila, pemuda Banjar Suwung Kauh, Denpasar Selatan bekerja hotel di Seminyak, Kuta Utara, Badung. Anggota Sekaa Teruna Yowana Dharma Bhakti ini ikut menolak rencana reklamasi Teluk Benoa.

Sabtu (27/9/14), Bobby bergabung dengan sekitar 1.500 peserta aksi Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali). Dia berorasi ketika massa berhenti di kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar. Aksi ini bertepatan dengan kehadiran Presiden terpilih, Joko Widodo ke Bali untuk pertemuan dengan Aktivis 1998. Mereka mendesak Jokowi membatalkan perpres yang membuka peluang reklamasi.

“Kami belajar dari reklamasi Serangan 1990-an. Akibat reklamasi, rumah kami kena luapan air laut. Padahal dulu tidak pernah sama sekali,” kata Bobby.

Suwung Kauh di sisi selatan Denpasar. Daerah ini sisi utara Teluk Benoa– menurut rencana direklamasi untuk fasilitas pariwisata mewah dan terpadu oleh PT Tirta Wahana Bali International (TWBI). Fasilitas baru ini serupa di Dubai atau Singapura.

“Apa yang akan terjadi kalau Teluk Benoa direklamasi, kemana air mengalir? Apakah mungkin ke Kantor Gubernur? Ataukah ke rumah Bapak SBY? Reklamasi merugikan Bali. Kita harus menolaknya,” katanya. Dia berbaju putih bertuliskan Bali Tolak Reklamasi.

Peserta aski ada pula mahasiswa, masyarakat adat, musisi, aktivis, dan ribuan orang lain. Sejak pukul 9.00, mereka berkumpul di parkir timur Lapangan Renon juga civic centre atau pusat kantor pemerintahan Bali ini. Massa turun ke jalan menuntut pembatalan Perpres No.51 Tahun 2014.

Di depan Museum Bajra Sandhi, museum perjuangan rakyat Bali melawan penjajah, massa berhenti. Lokasi ini persis di depan Bank Artha Graha milik taipan Tomy Winata, investor TWBI.

Aksi damai ini disambut antusias sejumlah siswa SD yang tengah berkunjung ke Bajra. Tanpa dikomando, mereka mendekati barisan ForBali. Para siswa SD itu turut menyanyikan lagu Bali Tolak Reklamasi.

Lalu, massa ForBali kembali bergerak ke kantor gubernur. Kendati tutup, hanya ada aparat kepolisian berjaga, tak menyurutkan niat mereka menyatakan penolakan.

Mereka menyampaikan orasi. Agus Saskara, ketua BEM Universitas Hindu Indonesia (Unhi), mengatakan, seluruh mahasiswa Unhi menyatakan penolakan. Rencana reklamasi akan membuat Bali Selatan makin padat. Hingga sulit terwujud pemerataan pembangunan yang mensejahterakan masyarakat Bali.

Gung Jhon, koordinator Bali Tolak Reklamasi Kuta Perjuangan, mempertanyakan sikap gubernur yang menyatakan rencana reklamasi untuk pengembangan pariwisata. Padahal tanpa reklamasi, Bali sudah memiliki banyak potensi pariwisata. Mereka khawatir bila reklamasi berjalan, destinasi pariwisata yang ada akan dianaktirikan.

“Kami di Kuta dengan ikon pariwisata internasional sudah banyak masalah seperti kriminalitas, sampah, dan macet. Kenapa bisa Gubernur Bali mengeluarkan pernyataan reklamasi Teluk Benoa untuk pengembangan pariwisata. Pariwisata yang ada  tidak dibenahi.”

Humas aksi juga direktur Walhi Bali Suriadi Darmoko mengatakan, Jokowi harus mendengar dan melihat penolakan proyek ambisius itu. “Kami berharap Jokowi mendengarkan aspirasi rakyat Bali dan mencabut Perpres yang memuluskan reklamasi di Teluk Benoa.”

Tim ForBALI juga mengirimkan anggota ke pertemuan dengan Jokowi. Beberapa aktivis ForBALI juga mantan aktivis 1998 seperti Wayan Gendo Suardana dan Roberto Hutabarat ikut pertemuan.

Namun, kata Gendo, mereka belum bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada Jokowi karena situasi tidak memungkinkan. “Kami belum bisa langsung menyampaikan. Kami yakin Jokowi mengetahui tuntutan kami.”

ForBali kesekian kali bersama warga Bali aksi menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Foto: Anton Muhajir
ForBali kesekian kali bersama warga Bali aksi menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Foto: Anton Muhajir
(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , , ,