,

Ratusan Siswa SMA Meriahkan Baluran Birding Competition 2015

Balai Taman Nasional (TN) Baluran menggelar 5th Baluran Birding Competition tahun 2015. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diikuti oleh kelompok pengamat burung baik nasional maupun internasional, kali ini peserta lomba pengamatan burung ini dikhususkan untuk siswa-siswa SMA di wilayah Karesidenan Besuki yang meliputi Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi.

Kompetisi ini digelar sejak tahun 2010 yang lalu, kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan konservasi spesies TN Baluran. Ketua Panitia 5th Baluran Birding Competition, Dikaryanto, menjelaskan bahwa mulai tahun ini, Balai TN Baluran memfokuskan pendidikan konservasi kepada masyarakat sekitar. Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa peserta lomba difokuskan kepada siswa di eks Karesidenan Besuki. Lokasi lomba pun dipilih lokasi yang benar-benar baru, berbeda dengan lokasi sebelumnya yaitu di daerah Gatel dan Bilik-Sijile, Karangtekok.

“Menurut kami, perhatian masyarakat baik nasional maupun internasional terhadap Taman Nasional Baluran sudah sangat tinggi. Justru yang harus kami dorong kedepannya adalah meningkatnya rasa ikut memiliki dari masyarakat sekitar, terutama generasi muda,” jelasnya kepada Mongabay.

Menurut Dikar, sambutan siswa dan juga para guru SMA di eks Karesidenan Besuki ini sangat antusias. Sebanyak 220 siswa yang berasal dari 22 SMA berpartisipasi dalam lomba ini. Mereka memperebutkan total hadiah Rp77 juta untuk tiga kategori lomba, yaitu Birdwatching, Fotografi Satwaliar dan Karya Tulis Ilmiah.

Ekosistem Paling Unik di Jawa

TN Baluran merupakan kawasan yang dapat dibilang paling unik di Pulau Jawa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai TN Baluran, Emy Endah Suwarni , dalam pembukaan lomba. Menurutnya, TN Baluran memiliki ekosistem yang sangat lengkap baik hutan pegunungan, savana, mangrove, pantai, terumbu karang dan hutan dataran rendah. Ekosistem yang lengkap ini membuat keragaman hayati TN Baluran sangat tinggi.

“Di kawasan Taman Nasional Baluran yang hanya seluas 25.000 hektar, hidup setidaknya 223 jenis burung atau sekitar 9% dari total jenis burung yang ada di Indonesia. Dari sejumlah itu, 47 di antaranya merupakan jenis burung yang dilindungi Undang-Undang,” kata Emy.

Peserta lomba 5th Baluran Birding Competition sedang mengamati dan membuat sketsa morfologi burung yang dijumpai. Foto : TN Baluran
Peserta lomba 5th Baluran Birding Competition sedang mengamati dan membuat sketsa morfologi burung yang dijumpai. Foto : TN Baluran

Lebih lanjut disampaikan bahwa birding competition yang kali ini bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN)., merupakan kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan dukungan upaya konservasi Taman Nasional Baluran. Dengan meningkatnya dukungan terutama dari generasi muda kawasan sekitar Baluran, kelestarian ekosistem dan juga flora fauna yang hidup di dalamnya niscaya akan tercapai.

Hal senada diungkapkan oleh Manajer UPKJJB 9 PT PLN Persero, Indra Yoga Suharto, bahwa TN Baluran merupakan kawasan yang akan dilewati jaringan listrik PLN. Sudah menjadi tanggung jawab PLN untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Birding Competition ini sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan kolaborasi yang dilakukan bersama TN Baluran.

“Sesuai Peraturan Menteri Kehutanan, kita diwajibkan melakukan kolaborasi dengan pihak Taman Nasional Baluran. Tentunya melestarikan apa yang menjadi icon dari Taman Nasional tersebut. Salah satu kegiatannya adalah Birding Competition ini,” jelasnya.

Kegiatan di TN Baluran ini sendiri sangat sesuai dengan tema Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN Persero tahun 2015 yaitu Duta PLN Bersinar yang fokus pada generasi muda usia SMA. Meski bukan berasal dari program CSR, Birding Competition di Baluran ini selaras dengan tema yang sedang diusung. Yoga sendiri berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya.

Birding Competition sebagai media promosi wisata

Baluran sampai saat ini merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Savana Bekol dan Pantai Bama masih menjadi tujuan utama sekitar 60 ribu wisatawan setiap tahunnya.

Namun sebenarnya masih banyak tempat yang memiliki potensi wisata yang tidak kalah menariknya dibanding kedua tempat tersebut, seperti Pantai Gatel dan Pantai Bilik-Sijile.  Sayangnya, publik belum banyak mengetahui kedua tempat tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Ruswanto, Kepala Seksi Karangtekok, Balai TN Baluran.

“Pantai Bilik dan Sijile merupakan kawasan pantai dengan ekosistem mangrove yang masih sangat bagus kondisinya. Saat ini sedang dikembangkan jungle tracking untuk wisata. Bahkan, di Pantai Gatel, pada periode tertentu merupakan destinasi burung-burung migran,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keragaman hayati kawasan pantai di wilayah Karangtekok juga sangat tinggi. Setidaknya tercatat 179 jenis burung yang hidup di kawasan tersebut atau 80% dari seluruh jenis yang tercatat di seluruh kawasan TN Baluran.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini masyarakat sekitar Taman Nasional Baluran, terutama generasi muda, dapat tumbuh kecintaannya terhadap Baluran. Sehingga upaya konservasi di Baluran mendapat dukungan yang kuat kedepannya,” kata Ruswanto.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , , , , , , , , , , , , , ,