,

Inilah 25 Primata Paling Terancam Punah di Dunia

Setiap dua tahun sekali, para ahli primata menyusun laporan perihal 25 primata yang kondisinya kritis. Daftar tersebut berisikan informasi mengenai monyet, kera, dan lemur dari seluruh penjuru dunia yang pastinya terancam hidupnya.

Baru-baru ini, sebuah koalisi internasional yang terdiri dari 63 ahli konservasi primata – termasuk the Primate Specialist Group of IUCN’s Species Survival Commission (SSC), Bristol Zoological Society, the International Primatological Society (IPS), dan Conservation International – merilis edisi terbaru laporan “Primates in Peril: The world’s 25 most endangered primates(Primata dalam bahaya besar: 25 primata paling terancam punah di dunia)

Ke-25 primata tersebut kelangsungan hidupnya sangat terancam akibat rusaknya habitat, diburu untuk dimakan, serta untuk diperdagangkan.

“Tujuan laporan ini menyoroti primata-primata yang paling berisiko punah, menarik perhatian publik, serta merangsang negara di dunia untuk berbuat lebih banyak. Terutama, menemukan sumber daya memadai guna menerapkan langkah-langkah konservasi yang paling mendesak” papar Russell Mittermeier, Ketua IUCN/ SSC Primate Specialist Group dan Executive Vice Chair dari Conservation International.

“Secara khusus, kami ingin mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah konservasi keanekaragaman hayati yang sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Sebagaimana di 2012, Madagaskar lagi-lagi memuncaki daftar primata terancam dengan lima spesies. Indonesia dan Vietnam ada di peringkat ke-2 dan 3 masing-masing dengan tiga spesies yang diikuti Brasil dengan dua spesies terancam punah. Sedangkan Kamerun, Tiongkok, Kolombia, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Ekuador, Ghana, India, Kenya, Nigeria, Peru, Filipina, Sri Lanka, Tanzania dan Venezuela masing-masing memiliki satu spesies primata terancam punah.

Daftar ini mencakup spesies seperti lemur kerdil dari Pegunungan Lavasoa di Madagaskar, spesies yang baru ditemukan dua tahun lalu. Spesies lain dari Madagaskar dalam tercakup di daftar ini adalah lemur sportif utara, yang jumlahnya kurang dari 50 individu di alam liar. Bahkan, empat spesies – termasuk lemur kerdil pegunungan Lavasoa dan lutung suci Chamba dari India – dinobatkan sebagai pendatang baru dalam daftar tersebut.

Meski dalam daftar tersebut hanya menyoroti 25 spesies primata yang paling terancam punah, namun berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature), lebih setengah dari seluruh primata di dunia saat ini nasibnya juga terancam punah.

“Laporan ini cukup menakutkan bagi ahli primata dan publik luas, serta menyoroti ke mana para ahli konservasi harus memusatkan perhatian di tahun-tahun mendatang,” kata Christoph Schwitzer, Direktur Konservasi di Bristol Zoological Society. “Hal ini juga menunjukkan semakin pentingnya kolaborasi antara konservasi, penelitian, kebun binatang, dan komunitas internasional dalam perlindungan spesies dan habitat,” tambahnya.

Simon Stuart, Ketua Komisi Kelangsungan Hidup Spesies IUCN, menambahkan, “Kami sedang menghitung kembali semua primata dan kami menemukan ada kekhawatiran besar, situasinya mungkin akan lebih buruk bagi banyak spesies ikonik dan penting.”

Daftar 25 primata paling terancam punah di dunia 2014-2016

Madagaskar 

Lemur kerdi Pegunungan Lavasoa (Cheirogaleus lavasoensis) Madagaskar
Lemur bambu Lac Alaotra (Hapalemur alaotrensis) Madagaskar
Lemur Leher Merah (Varecia rubra) Madagaskar
Lemur Sportif Utara (Lepilemur septentrionalis) Madagaskar
Perrier’s sifaka (Propithecus perrieri) Madagaskar

Afrika

Galago kerdil Rondo (Galagoides rondoensis) Tanzania
Monyet Roloway (Cercopithecus diana roloway) Pantai Gading, Ghana
Preuss’s red colobus (Piliocolobus preussi) Kamerun, Nigeria
Tana River red colobus (Piliocolobus rufomitratus) Kenya
Gorila Grauer (Gorilla beringei graueri) DRC

Asia

Orangutan Sumatran (Pongo abelii) Indonesia (Sumatera)
Kukang jawa (Nycticebus javanicus) Indonesia (Jawa)
Lutung hidung pesek ekor babi (Simias concolor) Indonesia (Mentawai)
Lutung Delacour (Trachypithecus delacouri) Vietnam
Lutung  Cat Ba (Trachypithecus p. poliocephalus) Vietnam
Monyet hidung pesek Tonkin (Rhinopithecus avunculus) Vietnam
Lutug suci Chamba (Semnopithecus ajax) India
Lutung muka ungu Western (Semnopithecus vetulus nestor) Sri Lanka
Gibbon Hainan (Nomascus hainanus) Tiongkok
Tarsius Filipina (Carlito syrichta) Filipina

Neotropics

Northern brown howler (Alouatta guariba guariba) Brasil
Ka’apor capuchin (Cebus kaapori) Brasil
Monyet titi San Martín (Callicebus oenanthe) Peru
Monyet Laba-laba Brown  (Ateles hybridus) Kolombia, Venezuela
Monyet laba-laba berkepala coklat Ekuador (Ateles fusciceps fusciceps) Ekuador
Perrier’s Sifaka di Madagaskar. Foto: Kris Norvig CC BY-SA 3.0 Wikimedia Commons.
Tarsius Filipina. Foto: Wikimedia Commons CC BY-SA 3.0
Lemur leher merah yang hidupnya terancam akibat kehilangan habitat dan perburuan. Foto: Mathias Appel, Flickr: Public domain.
Citation:

Schwitzer, C., Mittermeier, R.A., Rylands, A.B., Chiozza, F., Williamson, E.A., Wallis, J. and Cotton, A. (eds.). 2015. Primates in Peril: The World’s 25 Most Endangered Primates 2014-2016. IUCN SSC Primate Specialist Group (PSG), International Primatological Society (IPS), Conservation International (CI), and Bristol Zoological Society, Arlington, VA. iv+93pp.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , , , , ,