,

8 Satwa Hybrid yang Harus Anda Ketahui

Perkawinan antar spesies di dunia satwa sangat jarang terjadi, karena sebagian besar satwa cenderung berinteraksi dengan jenisnya sendiri.

Meski demikian, ada beberapa hewan hybrid (hasil persilangan dua spesies berbeda dengan campur tangan manusia) yang hidup baik di penangkaran. Satwa tersebut, terlihat bagaikan jenis baru.

Penasaran? Inilah 8 satwa hybrid yang berhasil kami rangkum beritanya sebagaimana dilansir dari Reader’s Digest.

.

  1. Mule

Mule adalah satwa hasil persilangan kuda betina dengan keledai jantan, dan merupakan satwa hybrid paling umum kita jumpai. Mule (atau Bagal dalam bahasa Indonesia) sering digunakan untuk mengangkut barang karena tubuhnya yang lebih tegap dibandingkan keledai. Akan tetapi, bagal tidak mampu melangkah cepat seperti kuda.

  1. Liger

Liger (diambil dari kata “lion” dan “tiger”) atau dalam Bahasa Indonesia disebut  simau (singa dan harimau) merupakan hasil kawin silang seekor singa jantan dan seekor harimau betina.

Jika seekor singa jantan dikawinkan dengan seekor liger, akan menghasilkan liliger yang lebih dominan seperti singa. Sedangkan jika seekor harimau jantan dikawinkan dengan seekor liger, maka akan menghasilkan tiliger yang lebih dominan seperti harimau.

Liger. Sumber: news.nationalgeographic.com
Liger. Sumber: news.nationalgeographic.com

Liger dapat berenang seperti karakteristik harimau dan bisa bersosialisasi seperti singa. Liger hanya dapat bertahan di lingkungan tertentu karena habitat induknya tidak berada di alam liar. Liger biasanya tumbuh lebih besar dari induknya, tidak seperti tigon yang cenderung seperti harimau betina.

3. Zorse

Zorse (dari kata “zebra” dan “horse”) adalah hasil persilangan zebra jantan dan kuda betina. Kuda betina akan mengandung sekitar 11 bulan. Satu jam setelah dilahirkan, zorse sudah bisa berdiri dan berjalan. Dibanding kedua orang tuanya, ukuran badan zorse lebih kecil. Walau begitu, ukuran kakinya hampir sama panjang dengan induknya. Zorse termasuk hewan yang kuat dan sehat. Ia bisa hidup sampai 30 tahun.

Zorse. Sumber: 3.bp.blogspot.com
Zorse. Sumber: 3.bp.blogspot.com

Bentuk badan zorse, lebih mirip kuda ketimbang zebra. Namun, belang zebra masih tampak di bagian kaki, leher, atau sebagian badannya. Makanan kesukaannya rerumputan.

4. Kucing Savanah

Savannah adalah salah satu ras kucing hybrid hasil persilangan kucing liar serval dari Afrika dengan kucing domestik ras Siamese, Bengal, dan Egyptian Mau. Savannah telah dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai ras kucing terpanjang di dunia, 17,1 inci atau sekitar 44 cm.

Kucing Savanah. Sumber: Dummidumbwit.files.wordpress.com
Kucing Savanah. Sumber: Dummidumbwit.files.wordpress.com

Selintas, savannah terlihat liar dan buas, akan tetapi ia merupakan kucing yang baik dan ramah. Savanah berbulu tebal, tubuhnya tinggi, ramping, dan lentur. Telinganya berbentuk segitiga dan kakinya panjang. Savannah mampu melompat setinggi 2,5 meter dan tidak takut air sebagaimana sifat ras Bengal.

5. Beruang Grolar

Sebagai keturunan dari beruang grizzly dan beruang kutub, beruang grolar merupakan salah satu binatang yang  tidak ingin ditemui di alam liar. Menariknya, tidak seperti hybrid, beruang grolar diketahui terjadi secara alami di alam liar.

Beruang grolar. Sumber: Rantpets.com
Beruang grolar. Sumber: Rantpets.com

Beberapa ahli memprediksi, beruang kutub dapat didorong untuk berkembang biak dengan beruang grizzly karena pemanasan global. Namun, pandangan tersebut diragukan kebenarannya karena dua spesies ini diduga sudah melakukan perkawinan silang sejak lima juta tahun lalu. Beruang grolar memang spesies langka. Akan tetapi, para peneliti menduga sejak jutaan lalu ketika spesies beruang grizzly dan beruang kutub berpisah, fenomena perkawinan silang ini sudah terjadi.

6. Wolphin

Bisa dibilang penemuan yang satu ini unik bin ajaib. Ditemukan spesies baru dengan nama wholphin, persilangan antara paus dengan lumba-lumba (wholphin adalah ‘whale’ and ‘dolphin’). Lumba-lumba dan paus bukanlah spesies yang sama serta bukan dalam genus yang sama. Di sinilah keunikannya.

Pada 1985 di Taman Laut Sea Life, Hawaii, ditemukan wholphin yang diberi nama Kekaimalu. Keikamalu ini ternyata mewarisi sifat dari kedua induknya. Misalnya, bapaknya (lumba-lumba) mempunyai gigi sebanyak 44; dan ibunya memiliki 88; sedangkan Kekaimalu giginya sebanyak 66 buah. Warna kulitnya pun campuran kulit ibunya yang hitam dan bapaknya yang abu-abu.

Wolphin. Sumber: S-media-cache-ak0.pinimg.com
Wolphin. Sumber: S-media-cache-ak0.pinimg.com

Bagi ilmuwan, kehadiran kekaimalu ini jelas menakjubkan, terutama bila berhubungan dengan sistem klasifikasi mahluk hidup. Secara teknis, hanya individu yang satu spesies saja yang bisa menurunkan individu yang subur.

7. Coywolf

Yang ini perpaduan antara coyote (anjing hutan) dan wolf (serigala). Coywolf terjadi secara alami sehingga akan banyak ditemui sekelompok coyote di alam bebas.

Coywolf. Sumber: i.livescience.com
Coywolf. Sumber: i.livescience.com

Coywolf memiliki karakter yang merupakan perpaduan induknya. Senang berburu dan agresif terhadap mangsanya, seperti serigala. Tapi, takut untuk mendekati pemukiman penduduk seperti coyote. Coywolf tampaknya lebih berani dan lebih cerdas ketimbang anjing hutan biasa.

8. Cama

Cama adalah hibrida antara unta arab jantan dan llama betina yang dihasilkan melalui inseminasi buatan di Pusat Reproduksi Unta di Dubai. Cama pertama lahir pada 14 Januari 1998.

Cama. Sumber: Media.mnn.com
Cama. Sumber: Media.mnn.com

Hewan ini dikembangkan dengan tujuan menghasilkan keturunan yang memiliki kekuatan unta dan temperamennya lebih mudah seperti lama. Pada 1998, ilmuwan membiakkan cama pertama yang dihasilkan dari perkawinan llama betina dan unta jantan.

Tapi tidak seperti kebanyakan hewan yang ada dalam daftar ini, Cama diciptakan melalui inseminasi buatan. Karena perbedaan ukuran sangat signifikan – lama beratnya sekitar 150 kg, sementara unta mencapai 950 kilogram – sehingga perkawinan alami hampir mustahil. Pastinya, cama tidak memiliki punuk, tapi memiliki telinga seperti unta dengan ekor panjang, serta kuku terbelah layaknya llama.

Artikel yang diterbitkan oleh
, ,