Cara Konservasi Ekstrim Ini Dilakukan di India untuk Lindungi Badak

 

 

Di sebuah taman nasional di timur laut India, para penjaganya dikenal ‘tega’ menembak mati para pemburu untuk melindungi badak-badak bercula satu langka yang hidup di wilayah tersebut. Perlindungan yang ekstrim sekaligus mematikan ini, dilakukan di Taman Nasional Kaziranga yang telah menjadi kontroversi di seluruh dunia, meski perlu juga dicatat bahwa badak-badak di wilayah itu terlindungi.

Kini, setiap pemburu yang akan masuk ke taman nasional tersebut harus berpikir seribu kali, karena para penjaga secara resmi sudah diperintahkan untuk menembak para pemburu dengan peluru tajam. Sejauh ini, sudah 50 pemburu tewas ditembak sejak tiga tahun terakhir.

Taman Nasional yang terletak di Golaghat dan Nagaon negara bagian Assam, India ini, merupakan rumah bagi 2.400 individu badak atau 2/3 populasi badak bercula satu seluruh dunia dan merupakan Situs Warisan Dunia. Taman Nasional Kaziranga dihuni  lebih dari 2.400 badak. Hal ini merupakan prestasi bidang konservasi mengingat 100 tahun lalu, jumlah badaknya hanya puluhan individu saja.

Tentu ‘prestasi’ ini melahirkan kontroversi, karena dicapai dengan cara yang sangat ekstrim, yaitu menembak di tempat para pemburu, atau mereka yang dicurigai menjadi pemburu.

 

Grafik jumlah badak yang mati di Taman Nasional Kaziranga, 2006 – 2016. Sumber: Claire Cozens/Phys.Org

 

Hal itu juga didukung oleh pemerintah  yang akan melindungi penjaga hutan dari dakwaan apapun saat berhasil membunuh pemburu atau terduga pemburu. Bahkan, menurut penelusuran BBC di lapangan, yang menemui salah seorang penjaga hutan, diketahui bahwa saat bertemu pemburu, para penjaga hutan diperintahkan untuk menginisiasi tembakan dan memburu para pemburu.

Meski begitu, Direktur Taman Nasional Kaziranga, Satyendra Singh, menyatakan bahwa perintah tembak bukan berarti penjaga hutan boleh serta merta menembak terduga pemburu. “Pertama, selalu ada tembakan peringatan, tapi saat mereka melawan, maka saat itulah kami harus menembak mereka, kalau perlu membunuh. Lebih bagus lagi jika ditangkap agar bisa diinterogasi,” jelas Satyendra.

Satyendra menjelaskan bahwa dalam 3 tahun terakhir ada 50 pemburu dibunuh di dalam hutan. Pada tahun 2014, ada 22 nyawa melayang karena dianggap pemburu. Untuk 2015, lebih banyak pemburu/terduga pemburu yang tewas di tembak di dalam taman nasional tersebut dibandingkan dengan badak yang terbunuh. Di 2016, pemburu yang ditembak ‘hanya’ 5 orang, dan ini diyakini karena daya gentar kebijakan “shoot in sight” di taman nasional tersebut.

 

Grafik jumlah pemburu yang tewas di Taman Nasional Kazirangan. Sumber: Taman Nasional Kaziranga/BBC

 

Taman nasional ini terletak di tengah kawasan padat permukiman, ada puluhan desa padat yang mengelilinginya. Berbagai laporan menyebutkan bahwa banyak penduduk desa yang tidak berdosa menjadi korban, tertembak.

Seorang penduduk lokal, Kachu Kealing, mengatakan bahwa anaknya sedang mencari sapinya yang lepas ke taman nasional malam hari. Tanpa pagar ataupun petunjuk peringatan yang mengelilingi wilayah tersebut, sang anak tak tahu bila dia telah memasuki taman nasional tanpa sengaja. Kachu mengatakan, anaknya ditembak mati.

Seorang penduduk desa lain, Akash Orang yang berusia 7 tahun, lumpuh dan tak mampu lagi berjalan hingga sekarang, karena kakinya ditembak pada 2016. Pihak taman nasional mengakui kesalahannya dan membayar biaya pengobatannya.

 

Badak india yang dilindungi penuh di Taman Nasional Kaziranga. Sumber: Getty Images

 

Badak bercula satu India adalah spesies badak terbesar di dunia yang beratnya bisa mencapai 4 ton lebih. Ia juga adalah mamalia darat terbesar di dunia setelah gajah afrika dan gajah asia.

Badak bercula satu sering menjadi target para pemburu untuk diambil culanya, sebagai bahan obat tradisional dan untuk koleksi benda-benda mewah. Pada 2012, satu kilogram bubuk cula badak bisa seharga $60.000. Di tahun yang sama, satu kilogram emas hanya seharga $57.000.

Jumlah badak yang dibantai oleh pemburu sudah turun di Taman Nasional Kaziranga, dari 54 individu pada 2013-2014, menjadi 35 pada 2015-2016. Sementara dari 2008-2012, sebanyak 31 badak yang dibunuh.

 

Peta Taman Nasional Kazirangan. Sumber: BBC

 

TN Kaziranga adalah tujuan wisata utama di negara bagian Assam, India, yang mampu menarik 170 ribu pengunjung per tahun.

Kritik tajam ditujukan kepada pemerintah dan pengelola taman nasional yang menggunakan cara-cara kejam dan tak manusiawi, hanya untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai  tujuan wisata popular. Namun, ada juga yang menyetujui langkah ekstrim tesebut, karena badak adalah salah satu spesies yang sangat terancam punah.

Pemerintah India sendiri kelihatannya cukup gembira dengan hasil kebijakannya, dan berencana untuk menerapkan hal serupa di seluruh Taman nasional yang ada. (Berbagai sumber)

 

 

Artikel yang diterbitkan oleh
, , , ,