Sadis, Lima Tubuh Harimau Beku Ini Ditemukan di Freezer

 

 

Lima tubuh harimau yang dibekukan, ditemukan di sebuah freezer (mesin pendingin), dengan organ-organ tubuh yang hilang. Pemandangan mengerikan ini terjadi di Provinsi Nge Anh, Vietnam, sebuah negara yang sering dilihat sebagai wilayah global perdagangan satwa liar ilegal.

Di Vietnam, organ harimau dan tulang-tulangnya disinyalir digunakan sebagai bahan obat-obatan. Permintaan akan produk-produk dari satwa liar yang makin naik ini yang kemudian memicu maraknya perdagangan organ-organ satwa liar, termasuk cula badak dan gading gajah.

Vietnam juga merupakan tempat transit utama perdagangan bagian-bagian satwa yang sebgaimana disebutkan tadi seblum dibawa ke tujuan akhir, China.

Kelima bangkai harimau tersebut ditemukan Senin, 21 Maret 2017 ini dari seorang pemiliknya, laki-laki. “Aparat menemukan lima bangkai harimau yang dibekukan di dalam lemari es. Kulitnya masih utuh, namun organ-organ dalamnya sudah diambil,” kata juru bicara aparat setempat, sebagaimana dilansir dari Dailymail.co.uk.

 

Seperti ini penemuan tubuh harimau yang dibekukan dalam lemari pendingin tersebut yang bagian tubuh harimau tersebut telah hilang. Foto: AFP/Getty Images via Dailymail.co.uk

 

Harimau-harimau ini diperkirakan adalah harimau Indochina, menurut Kantor Berita Vietnam. Sementara pihak kepolisian masih menunggu investigasi lebih lanjut dan belum mau memberikan keterangan.

Di Vietnam, tulang harimau umumnya direbus dan dicampur arak. Campuran ini dipercaya mampu mengobati penyakit arthritis (nyeri sendi), selain juga untuk menambah vitalitas pria.

Para pegiat konservasi mengatakan bahwa Vietnam adalah negara dengan reputasi terburuk dalam hal perdagangan satwa dilindungi. Tuduhan yang selalu disangkal oleh pemerintah negara tersebut.

Polisi setempat secara rutin menyita gading gajah, cula badak, juga spesies eksotis lain termasuk trenggiling. Namun hal itu diyakini hanyalah bagian kecil dari perdagangan satwa liar yang melewati negara tersebut.

 

Foto hasil investigasi yang menunjukkan perdagangan cula badak yang dijadikan dalam berbagai bentuk hiasan memang ada di Vietnam. Foto: Wildlife Justice Commission

 

Douglas Hendrie, technical advisor di NGO Education for Nature-Vietnam kepada Mongabay pernah menjelaskan sebelumnya, tak hanya dikonsumsi sendiri, Vietnam juga menjadi tempat transit utama untuk cula badak, sisik trenggiling, dan gading gajah untuk diselundupkan ke China. Menurut Hendrie, penyelundupan ini, dalam skala besar, beberapa kali tertangkap di bandara, pelabuhan, maupun perbatasan.

“Tak ada yang tahu pasti berapa persentase yang dipasarkan di Vietnam dan berapa yang diselundupkan ke China melalui Vietnam” kata Hendrie. Jaringan penyelundup internasional mengambil keuntungan dari batas kedua negara yang minim penjagaan. “Dan barang-barang yang dikirim ke China melalui Vietnam memang tidak melewati pemeriksaan ketat, dibandingkan melalui pelabuhan.” Biasanya, cula badak ditempatkan di kotak yang dimasukkan dalam truk, lalu dibawa melalui Highway 18, langsung ke perbatasan China. (Berbagai sumber)

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , ,