10 Makhluk Terpanjang yang Hidup di Lautan, Apa Saja?

Berbagai jenis makhluk hidup tepanjang di dunia diketahui hidup di lautan. Mongabay Indonesia telah merangkum 10 makhluk laut terpanjang, dari berbagai sumber, yang diperkirakan masih ditemukan di zaman kita ini. Penasaran?

 

Ubur-ubur surai singa yang dikenal juga dengan sebutan rambut jeli. Sumber: Wikimedia Commons/D. Gordon E. Robertson/CC BY-SA 3.0

1. Ubur-ubur surai singa, panjang 36 meter

Ubur ubur surai singa (Cyanea capillata) adalah makhluk yang 95 persen tubuhnya berupa air. Tanpa tulang atau tulang rawan, tidak ada jantung dan darah, dan tidak ada otak. Sebagai jenis beracun dengan ukuran besar, tentakelnya bisa mencapai panjang 37 meter. Ubur-ubur ini terdiri delapan bagian tubuh di bagian bawahnya yang masing-masing memiliki 70 hingga 120 tentakel.

Ubur-ubur surai singa merupakan penghuni perairan dingin di Atlantik dan jarang menuju ke selatan. Mereka juga tidak suka turun jauh ke perairan dalam dan sering terlihat mendekati permukaan.

 

 

Paus biru. Sumber: Wikimedia Commons/NMFS Northeast Fisheries Science Center (NOAA)

2. Paus biru, panjang 33 meter

Paus biru atau bahasa ilmiahnya Balaenoptera musculus adalah makhluk laut yang berukuran sangat besar. Diyakini sebagai makhluk hidup terbesar yang pernah hidup di Planet Bumi, lebih besar dari dinosaurus. Paus biru terbesar yang pernah tercatat, beratnya sekitar 181 ton dengan panjang 33 meter. Jika diletakkan di atas tanah, ukurannya sepanjang 9 mobil keluarga

Jantung paus biru ini sebesar mobil. Saluran pembuluh darahnya yang begitu besar membuat kita bisa berenang di dalamnya.

 

 

Induk paus sperma dan anaknya. Sumber: Wikimedia Commons/Gabriel Barathieu/CC BY-SA 2.0

3. Paus sperma, panjang 24 meter

Paus sperma atau paus kepala kotak (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Dinamakan paus sperma karena di tubuhnya terdapat suatu organ yangg disebut spermaceti.

Spermaceti berasal dari Bahasa Yunani, yaitu sperma berarti benih, dan cetus berarti paus. Paus sperma ini diburu untuk diambil spermacetinya, zat yang ada di kepalanya yang digunakan untuk bahan parfum, lilin, dan salep. Ukuran kepalanya sekitar 40% dari panjang badannya alias makhluk yang memiliki tempat otak terbesar dari semua makluk yang ada di Bumi.

 

 

Seorang peneliti sedang menyelam bersama hiu paus di Teluk Cendrawasih, Papua. Foto: Shawn Heinrichs/Conservation International

4. Hiu paus

Hiu paus (Rhincodon typus) pemakan plankton ini merupakan spesies ikan terbesar. Dinamakan hiu paus karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus. Hiu ini mengembara di perairan tropis dan lautan yang beriklim hangat, dan dapat hidup hingga usia 70 tahun.

 

 

Hiu penjemur. Sumber: Wikimedia Commons/Chris Gotschalk/Public Domain

5. Hiu Penjemur, panjang 12,27 meter

Hiu penjemur (Cetorhinus maximus) adalah jenis terbesar kedua setelah hiu paus. Dan spesies ini merupakan jenis kosmopolitan yang dapat ditemui di sepanjang samudra hangat di seluruh dunia. Dinamai hiu penjemur karena sering berada di permukaan air saat mengkonsumsi makanan, seperti tampak berjemur. Hiu ini memiliki rahang yang mampu melebar, serta memiliki insang yang hampir menyamai panjang kepalanya.

 

 

Gurita raksasa. Sumber: kids.nationalgeographic.com

6. Gurita Raksasa, panjang 12 meter

Inilah cephalopod terpanjang di dunia, monster laut Kraken. Gurita ini sulit dipahami karena belum dipelajari secara ekstensif mengingat betapa sedikit pengamatan para ilmuwan. Ini adalah rekaman luar biasa yang diambil oleh kapal peneliti di lepas pantai Jepang.

 

 

Gurita pasifik raksasa. Sumber: Wikimedia Commons/NOAA/R. N. Lea/Public Domain

7. Gurita pasifik raksasa, panjang 9,8 meter

Gurita pasifik raksasa (Enteroctopus dofleini) yang hidup 1.500 meter di bawah laut ini adalah spesies gurita besar dari kawasan Samudera Pasifik bagian utara. Meski ukurannya begitu besar dan terlihat menakutkan, gurita ini lebih sering menyembunyikan diri dengan memanfaatkan kemampuannya mengubah tekstur dan warna kulit.

 

 

Oarfish yang sering disebut naga laut. Tampak oarfish sepanjang 7 meter yang ditemukan di pantai San Diego pada 1996. Sumber: Wikimedia Commons/Wm. Leo Smith/Public Domain

8.  Ikan Dayung Raksasa, panjang 8 meter

Ikan dayung raksasa atau oarfish (Regalecidae) sering disebut sebagai naga laut, karena panjangnya yang luar biasa. Inilah ikan bertulang terpanjang di dunia, dan hidup satu kilometer di bawah permukaan laut. Jarang sekali ditemukan dalam keadaan hidup saat terdampar di pantai.

 

 

Kepiting laba-laba atau biasa disebut Japanese spider crab, panjangnya bisa mencapai 5,5 meter. Sumber: Wikimedia Commons/Michael Wolf/Lycaon (Hans Hillewaert)/CC BY 2.5

9. Kepiting laba-laba, panjang 5,5 meter

Kepiting laba-laba (Macrocheira kaempferi) ini adalah spesies kepiting yang memiliki kaki panjang hingga 3,8 meter (paling panjang di antara arthropoda) dan berat hingga 19 kilogram. Menurut para ilmuwan, umurnya bisa mencapai 100 tahun.

Kepiting ini mampu hidup hingga kedalaman 600 meter di antara rongga-rongga dasar laut. Ketika musim semi, ia merangkak naik hingga kedalaman 50 meter. Saat naik, ia biasanya ditangkap dalam skala besar di Jepang untuk dikonsumsi. Beberapa tahun belakangan, populasinya menurun drastis.

 

 

Mola-mola, ikan raksasa yang bersahabat dengan para penyelam. Foto: Miguel Pereira. Screenshot via ViralHog/YouTube via IFL Science

10. Mola-mola, panjang 3,3 meter

Mola-mola atau biasa disebut Sunfish berasal dari Bahasa Latin “millstone” yang artinya batu gerinda. Julukan ini diberikan karena bentuk tubuhnya yang menyerupai batu dengan warna abu-abu. Teksturnya kasar dan bentuk badannya bulat.

Sementara, nama Sunfish yang berarti ikan matahari ini diberikan karena kegemarannya berjemur. Ikan ini memang alergi air dingin meski hidupnya di laut. Caranya, ia naik ke permukaan yang tidak terlalu dalam dan berjemur sembari tiduran setelah menyelam hingga kedalaman 600 meter.

Sinar matahari diperlukan untuk menghangatkan tubuhnya hingga mencapai suhu ideal. Para peneliti percaya, kebiasaannya itu merupakan metode pemanasan sebelum ia menyelam ke laut yang lebih dalam dan dingin. Mola-mola tidak akan bisa hidup di bawah suhu 12 derajat Celcius.