BBKSDA Sumatera Utara Paparkan Beragam Modus Penjahat Satwa Lancarkan Aksi

Tiap 22 September diperingati sebagai Hari Badak Dunia. Guna memperingati momen ini, di Sumatera Utara, Fakultas Kehutanan Universitas Sumtera Utara (USU), adakan kuliah umum. Antara lain ada Misran, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNG) Misran, dan Hotmauli Sianturi,  Kepala Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), hadir sebagai pembicara. Mereka memaparkan soal badak di Leuser dari beragam ancaman sampai modus-modus pelaku kejahatan terhadap satwa langka dan dilindungi termasuk badak.

Hotmauli Sianturi, mengatakan, modus operandi pelaku kejahatan terus berkembang. Dari analisis mereka di lapangan, pelaku selalu mencari cela dengan menyuap dan melibatkan oknum aparat menjadi backing usaha jahat ini. Jaringan penyelundupan flora fauna ini sangat luas, sampai level internasional.

Edukasi dan ekonomi masyarakat masih rendah, katanya, hingga mudah tertipu daya dengan iming-iming jaringan perdagangan skala besar. Belum lagi permintaan satwa liar untuk obat-obatan dan konsmetik serta souvenir termasuk koleksi tinggi menyebabkan perburuan terus terjadi.

“Bayangkan, nilai perdagangan satwa liar ini nomor dua di dunia setelah narkoba. Untuk internasional bernilai US$159 miliar per tahun. Indonesia Rp9 triliun pertahun,” katanya.

Untuk modus-modus pelaku, katanya, seperti pakai dokumen palsu barang yang akan dikirim ke luar negeri, menyembunyikan spesimen atau mencampur dalam wadah atau barang lain dan banyak lagi.

Para pelaku juga pakai jalur laut, atau rute-rute ilegal. Trik lain, dokumen tak menyertakan barang, memanfaatkan kelengahan petugas, menyuap atau menyogok oknum petugas, pakai dokumen tak sesuai aturan, dan mengirimkan barang melalui jasa ekspedisi tanpa identitas.

“Inilah modus-modus para pelaku jaringan perdagangan satwa liar yang kita bongkar. Memang membutuhkan kerja keras.”

Dia mengatakan, peran BBKSDA Sumut salah satu penyadartahuan kepada masyarakat tentang arti penting satwa liar bagi ekosistem hutan.

Sosialisasi juga dilakukan dengan target meningkatkan pemahaman masyarakat soal satwa dilindungi dan tak dilindungi.

 

Cula badak yang berhasil disita dari perdagangan. Foto: Ayat S Karokaro/ Mongabay Indonesia

 

 

Identifikasi badak

Sementara,  Misran mengatakan, dari pemantauan pakai kamera intai,  di TNGL hingga kini populasi badak Sumatera terdeteksi 12 individu.

Untuk menjaga satwa ini, mereka kerjasama dengan aparat kepolisian dalam memberantas pelaku perburuan. Selain itu, menggandeng sejumlah mitra untuk identifikasi populasi badak dan satwa kunci lain seperti harimau, gajah dan orangutan.

Menurut dia, badak memiliki sifat pemalu. Dia akan menghindar jika mencium jejak manusia pada radius dua hingga lima km.

Penyebaran badak Sumatera, katanya, terkonsentrasi di selatan dan bagian utara Pulau Sumatera. TNGL, merupakan habitat utama bagi badak yaitu di Aceh dan Sumatera Utara.

Identifikasi badak ini, katanya, dilakukan BBTNGL bersama Wildlife Conservation Society, Forum Konservasi Leuser, dan Yayasan Leuser Internasional pada 2006 hingga kini. Hasilnya, keberadaan badak diketahui dari suara, perjumpaan, foto, feses, urin, jejak, kaisan, gesekan badak, gesekan cula, pelintiran, kubangan, kubangan aktif dan pakan.

Dari grafik paparan Misran, perjumpaan melalui kamera foto ada 180 temuan, jejak 437 temuan, kaisan 46, gesekan badan 159, gesekan cula enam, pelintiran 95, kubangan 157, dan pakan 89 temuan.

Hingga kini, ancaman aktif manusia dalam TNGL yang membahayakan populasi badak, yakni perambahan, penebangan liar, dan perburuan satwa.

Kondisi ini, katanya, terjadi karena kesadaran masyarakat rendah soal fungsi kawasan sebagai kawasan konservasi. Selain itu, dukungan pemerintah daerah dalam perlindungan kawasan juga rendah. Ditambah lagi,  penegakan hukum belum optimal.

“Bagi kita,  penyelamatan kawasan terus dilakukan. Penegakan hukum terus jalan jika ada pelanggaran, operasi kawasan dan mengantisipasi pemburu masuk melalui smart patrol bekerjasama dengan mitra.”

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , , ,