Kamera Pengintai untuk Temukan Jejak Harimau Punah

Facebook10Twitter0LinkedIn0Google+0Email

Seekor harimau Jawa pada tahun 1983 di Ujung Kulon. Foto: Andries Hoogerwerf

MESKIPUN secara resmi dikabarkan punah tahun 2003, beberapa orang mempercayai harimau Jawa (panthera tigris sondaica) masih hidup di Taman Nasional Pulau Meru Betiri (TNMB). Untuk membuktikan, si kucing besar tak lenyap, petugas margasatwa memasang lima kamera pengintai di taman.

Ini bukan pertama kali kamera pengintai dipakai untuk membuktikan keberadaan harimau ini di Jawa. Dua ekspedisi kamera pengintai sebelumnya, dipasang tahun 1990-an, gagal memotret harimau.

Kabar terakhir, seekor harimau muncul tahun 1976. Tetap saja, kabar yang tidak dikonfirmasi mengenai penampakan harimau di area  ini tetap ada.

“Saya optimis harimau Jawa masih ada di Meru Betiri, meskipun tidak ada pegawai TNMB yang melihat sendiri hewan itu. Kamera-kamera pengintai yang dipasang beberapa tahun lalu tidak menghasilkan gambar apapun hewan yang hampir punah itu,” ketua Taman Nasional, Bambang Darmadja, seperti dikutip dari Antara Maret  2012.

Terletak di dekat ujung timur pulau Jawa, Taman Nasional Meru Betiri seluas 58.000 hektare, sekitar ukuran Taman Nasional Zion di Utah.

Penelitian baru-baru ini membantah, harimau Jawa sebenarnya adalah harimau berbeda, bukan bagian dari spesies yang selama ini diketahui.

Di seluruh dunia harimau ini terdaftar sebagai hewan terancam punah dan hanya tersisa lebih dari 3.000 di alam liar. Meskipun telah banyak usaha konservasi yang bernilai tinggi selama puluhan tahun, spesies ini tetap berkurang karena beberapa sebab. Antara lain, habitat hilang, perburuan, konflik manusia dan satwa liar, dan mangsa berkurang.

Harimau Bali dan Kaspia merupakan dua spesies lain yang dianggap punah dan lenyap di abad 20 ini. Diterjemahkan oleh Laily Affini

Comments