Para Ahli Ciptakan Peta Evolusi Spesies Burung di Seluruh Dunia

Para ahli baru saja menciptakan sebuah peta sejarah evolusi untuk seluruh spesies burung yang nyaris mencapai 10.000 di seluruh dunia saat ini. Peta pohon kehidupan ini baru saja diterbitkan di jurnal Nature.

Dalam proses pembuatan peta kehidupan ini, para ahli menggunakan data urutan DNA (DNA-sequencing data) -jika memang ada- untuk menunjukkan keterkaitan antara berbagai spesies burung yang hidup saat ini. Dalam peta ini juga menunjukkan klasifikasi burung berdasar waktu dan wilayah geografis.

“Kami telah membangun sebuah peta silsilah yang pertamakali dibuat, yang menunjukkan sebuah proses evolusi berbagai spesies burung dunia. Kami menggunakan fosil dan data genetik untuk memperkirakan usia dari berbagai cabang berbeda dari setiap burung, sehingga kami bisa memperkirakan bagaimana keragaman spesies itu terus berkembang waktu demi waktu,” tulis salah satu penulis dalam penelitian ini, Gavin Thomas dari University of Sheffield dalam pernyataannya. “Kami berutang budi pada seluruh peniliri dari berbagai museum dan universitas yang telah mengoleksi berbagai jenis data genetik dari berbagai spesies burung di seluruh dunia.”

Namun, kendati upaya ini dinilai mengagumkan, namun beberapa ahli biologi curiga soal peta ini karena banyak spesies di dunia ini yang masih tidak memiliki basis data genetik, seperti dilaporkan dalam Nature News.

“Secara konseptual, penelitian ini sangat brilian karena mengaitkan antara ruang dan waktu untuk melengkapi seluruh data spesies burung dunia,” ungkap Trevor Price, seorang pakar biologi evolusi di Universitas Chicago kepada Nature News. “Namun nampaknya

Namun para penulis dalam penelitian ini berargumen bahwa kerja keras mereka berkontribusi besar dalam memahami sejarah burung dunia. Seperti misalnya, mereka memberikan catatan yang mengejutkan bahwa tingkat diversifikasi tidak berbanding lurus dengan ketinggian. Sebaliknya hal itu berbeda-beda berdasar garis bujur, dimana Western Hemisphere memiliki tingkat kecepatan evolusi yang lebih tinggi dalam perubahan dibanding Eastern Hemisphere.

Para penulis juga mengatakan bahwa hasil studi ini sangat berguna untuk memilah prioritas dalam upaya konservasi.

“Kita bisa mengidentifikasi dimana spesies yang memiliki resiko punah terbesar di dalam pohon silsilah ini dan berapa banyak sejarah evolusi yang sudah mereka lalui selama ini,” ungkap Thomas. “Beberapa spesies memiliki banyak kerabat dekat dan mewakili sejumlah kecil sejarah evolusi yang berbeda, sedangkan yang lain memiliki sedikit kerabat dekat dan merupakan sebuah kerugian jika mereka punah, karena mereka mewakili hilangnya sejumlah besar sejarah evolusi yang tidak pernah bisa pulih lagi.”

CITATION: Jetz, W., Thomas, G. H., Joy, J. B., Hartmann, K., & Mooers, A. O.Nature. http://doi:10.1038/nature11631 (2012)

Artikel yang diterbitkan oleh
, , , ,