Ikan Parasit Baru dari Karibia Bernama Bob Marley

Presiden Barack Obama sudah memilikinya, Komedian Stephen Colbert juga. Lalu raja perangkat lunak computer, Bill Gates juga sudah punya. Dan kini giliran si raja music reggae, Bob Marley yang memilikinya. Apa itu? Ya tokoh-tokoh terkenal di atas memiliki nama latin spesies yang diberi nama untuk menghormati mereka. Kini saatnya Bob Marley memilikinya.

Paul SIkkel, seorang asisten professor ekologi dan biologi laut dan seorang ahli biologi di Arkansas State University, menemukan spesies parasit ikan yang hidup di sekitar karang di perairan dangkal Karibia sebelah timur. Sikkel pun memberinya nama Gnathia marleyi. Seluruh siklus kehidupan spesies ini dijelaskan secara mendetail oleh Paul di dalam jurnal Zootaxia bulan Juni silam.

“Saya memberi nama spesies yang saya anggap sebuah keajaiban alam sesungguhnya, dari nama raja music reggae Bob Marley karena saya menghormati musiknya. Saya juga memberikan nama ini karena spesies ikan baru ini sama-sama dari Karibia, sama seperti Bob Marley,” ungkap Paul Sikkel.

Gnathia marleyi adalah spesies baru dari family gnathiid, dan ini adalah spesies pertama yang ditemukan di Karibia dalam dua dekade terakhir. Ikan yang masih muda biasanya bersembunyi di balik batu-batu karang, busa-busa karang dan alga, namun ia bisa membuat serangan tiba-tiba untuk menangkap ikan dan memangsanya. Sikkel menjelaskan, gnathiids dewasa tidak makan samasekali. “

“Kami yakin bahwa ikan yang sudah dewasa tidak makan selama dua atau tiga minggu setelah makanan terakhir mereka saat remaja dan kemudian mereka mati, diharapkan mereka mati setelah selesai bereproduksi.”

Telah terjadi peningkatan jumlah laporan terkait kesehatan terumbu karang Karibia yang dikabarkan terus menurun karena penyakit. “Kami sedang meneliti hubungan antara kesehatan terumbu karang dan populasi gnathiid,” kata Sikkel.

Gnathiids, secara umum, adalah parasit eksternal yang paling umum ditemukan di terumbu karang dan secara ekologis mirip dengan kutu penghisap darah atau nyamuk pembawa penyakit,” kata Sikkel. “Gnathiids hidup di dasar laut dari kutub ke kutub, dan dari karang dangkal ke jurang lautan – dan diantaranya. Mereka juga merupakan makanan yang paling penting bagi ikan pembersih dan dengan menjadi kunci untuk memahami simbiosis pembersihan laut..”

Sikkel menjelaskan bahwa kelompok penelitiannya tertarik pada efek ekologi gabungan dari tekanan yang muncul akibat penangkapan ikan dan degradasi terumbu karang. “Kami menduga bahwa degradasi karang menyebabkan habitat yang lebih kondusif bagi parasit eksternal untuk ‘memulai serangan’ pada ikan setempat,” katanya.

“Pekerjaan kami saat ini difokuskan pada bagaimana perubahan dalam lingkungan terumbu karang, seperti pemutihan karang, pengaruh interaksi antara korban dan parasit,” kata Sikkel. “Kami memasukan dalam studi kami efek pembersihan organisme yang mengakibatkan hilangnya parasit dari semesta alam.”

Sekitar 80 persen dari semua organisme yang ditemukan di terumbu karang adalah parasit. Para isopoda gnathiid adalah yang paling penting secara ekologis dari semuanya, menurut ahli biologi. Karena banyak penyakit yang menimpa ikan tertentu disebabkan oleh, atau ditularkan oleh gnathiids. Selain itu, sistem kekebalan tubuh ikan juga tergantung pada kesehatan secara keseluruhan terumbu karang, yang dikenal sebagai “hutan tropis lautan” karena keanekaragaman hayati mereka yang luas.

Pada akhirnya kesimpulannya menjadi ekonomi kelautan yang sederhana: parasit makin banyak, ikan makin berkurang – setidaknya sampai parasit kehabisan hewan yang ditumpanginya untuk menginfeksi. Dan jika ikan semakin berkurang, dapat menyebabkan kerugian yang signifikan terhadap populasi yang bergantung pada mereka.

Mempelajari efek perubahan dalam alam bawah laut, terkait dengan penyakit karang dan spons serta interaksi mereka di antara spesies lain.  Pemahaman akan hal ini memberi kemajuan dalam pengetahuan tentang patogen melalui darah. Sikkel mencurigai bahwa Gnathia marleyi mungkin vektor dalam penularan penyakit ini.

Sikkel awalnya menemukan Gnathia marleyi sekitar 10 tahun yang lalu di US Virgin Islands, dimana spesies ini adalah spesies yang relatif umum – sangat umum. Sikkel mengira bahwa spesies ini sudah memiliki nama dan penjelasan secara biologis. Namun demikian, karena terpancing oleh firasatnya, Sikkel akhirnya mengirim spesimen dari spesies ini kepada Nico J. Smit di North-West University di Afrika Selatan, yang  merupakan anggota tim peneliti Sikkel.

Nico menegaskan bahwa spesies itu telah diabaikan oleh para ahli taksonomi. Dengan bantuan Whitney Sears, salah seorang siswa Sikkel, tim peneliti mengangkat Isopod dari tahap remajanya sampai dewasa, tugas yang amat melelahkan karena untuk mendapat deskripsi taksonomi dari gnathiids didasarkan pada spesies dewasa, yang biasanya berbeda dalam penampilan dan cara hidupnya dari gnathiids remaja.

Spesimen dari Gnathia marleyi akan ditempatkan di Museum Sejarah Alam Amerika di New York City. “Kami sedang berdiskusi dengan AMNH kemungkinan untuk membuat sebuah pameran yang menampilkan spesies ini, sehingga dapat dilihat oleh publik,” kata Sikkel.

Tim peneliti Sikkel meliputi Charon Farquharson dari Universitas Johannesburg di Afrika Selatan dan Smit. Dan omong-omong, jika Anda bertanya-tanya, nama latin spesies yang dberikan pada Presiden Obama adalah seekor lichen; lalu Colbert  kebagian nama spesies kumbang; Dan Bill Gates adalah bagian nama latin dari sebuah lalat bunga, dan terakhir, Elvis Presley adalah nama latin seekor tawon.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , ,