Wisata Religi Pantai Balekambang

Pasir putih-kecokelatan menghampar di pantai Balekambang. Ombak berdebur keras. Sekitar 200 meter dari darat, jajaran karang menghalanginya. Ombak itu lalu pecah menjadi gelombang berbuih.

Pantai Balekambang terletak di Desa Srigonco, kecamatan Bantur, kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari kota Malang, jarak tempuh sekitar 60 km. Sebelum tiba di pantai ini, pengunjung harus melintasi jalan beraspal dengan beberapa tikungan tajam.

Pantai ini banyak dikunjungi wisatawan dari luar kabupaten Malang. Kabarnya, pada masa libur panjang atau menjelang hari besar, jumlah pengunjung bisa mencapai puluhan ribu hanya dalam kurun seminggu.

 

 

Di tepi pantai, beberapa papan memberi peringatan: “Dilarang Mandi di Laut, Ombak Ganas”. Peringatan yang tak cukup efektif. Nyatanya, banyak wisatawan dengan gembira menyambut ganasnya ombak.

“Sudah empat hari ini ombaknya keras,” kata Tukirun, pedagang di pantai Balekambang, Selasa (09/05/2017). “Enggak bisa melarang pengunjung untuk mandi di laut. Mereka (wisatawan) justru ingin mandi di lokasi yang berombak.”

Selain jajaran karang yang diperkirakan memiliki panjang mencapai 2 kilometer, terdapat 3 pulau yang juga membentengi pantai Balekambang. Pulau-pulau itu dikenal dengan nama Ismoyo, Wisanggeni dan Anoman. “Di pulau Ismoyo terdapat Pura Amarta Jati,” terang Tukirun.

Pura itu dibangun pada tahun 1983, oleh seorang pemeluk agama Hindu yang berasal dari pulau Bali. Pembangunan Pura diperkirakan rampung antara tahun 1985 hingga 1986.

Keberadaan Pura Amarta Jati membuat pantai Balekambang disama-samakan dengan Tanah Lot, situs wisata di Bali. Di Pura tersebut, kata Tukirun, pemeluk agama Hindu dari Bali sering menggelar ritual ibadah. Umumnya, mereka datang menjelang hari-hari besar keagamaan.

Terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan pantai Balekambang dengan pulau Ismoyo. Panjangnya sekitar 150 meter. Baik jembatan maupun Pura Amarta Jati merupakan lokasi favorit bagi pengunjung untuk berswafoto. Pulau Ismoyo, juga Pura yang dibangun di sana, serta laut lepas, menjadi latar foto yang eksotis.

 

Sejumlah wisatawan menikmati suasana di pantai Balekambang, Desa Srigonco, Bantur, Malang, Jawa Timur. Foto : Themmy Doaly

 

Rommy Situmeang, wisatawan dari Surabaya mengaku baru pertama kali mengunjungi pantai ini. Ia sengaja datang untuk menyegarkan pikiran. Informasi tentang pantai Balekambang diperolehnya dari penelusuran di internet.

“Saya tertarik dengan keindahan pulau di sekitar pantai. Memang bagus. Saya sempat foto di pesisir pantai, jembatan, pura atau di pulau Ismoyo,” kata dia.

Penduduk sekitar pantai percaya, pulau Ismoyo dulunya lokasi pertapaan Semar, tokoh pewayangan Jawa. Ismoyo adalah nama lain Semar. Begitu pula dengan penamaan pulau Wisanggeni dan Anoman.

Sedangkan, dari sisi penyebaran agama Islam, mereka percaya, Wali Songo pernah menjadikan lokasi di sekitar pantai Balekambang sebagai tempat pertemuan.

“Di sana, ada pulau yang menjorok ke arah laut, seperti tempurung kelapa, namanya pulau Ampel,” kata Hadi Syahrul, Juru Kunci Sumur Pitu. “Kenapa dikasih nama pulau Ampel? Karena, dulu, kebetulan yang pertama datang adalah Sunan Ampel.”

 

Wisatawan melintasi jembatan yang menghubungkan Pantai Balekambang dengan Pulau Ismoyo. Foto : Themmy Doaly

 

Saat ini, selain wisata pantai dan Pura Pulau Ismoyo, situs yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Sumur Pitu. Sesuai dengan namanya, pada situs tersebut, terdapat 7 sumur alami.

Untuk mencapai Sumur Pitu, wisatawan harus menapaki jembatan yang melintasi pulau Wisanggeni. Kemudian, belok kanan di sebuah gapura, lalu kembali menempuh perjalanan sekitar 200 meter.

Sebelum tiba di lokasi, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan hutan bambu. Kerapatan tumbuhan seakan menjadi payung alami dari sengatan matahari, sekaligus memberi efek sejuk.

Hadi Syahrul menjelaskan, situs Sumur Pitu sering digunakan untuk sejumlah ritual dan dipercaya memberi beberapa manfaat. “Macem-macem. Bisa untuk ritual mandi rogo, atau memandikan jiwa raga, untuk buang sial, awet muda, untuk obat, pertanian atau jabatan,” kata dia kepada Mongabay.

“Sumur pitu banyak dikunjungi pada malam Jumat legi dan malam Selasa kliwon. Sedangkan aktifitas keagamaan di Pura, ya, sesuai hari-hari besar agama Hindu. Misalnya galungan, kuningan dan lain sebagainya,” demikian dikatakan Hari Syahrul.

 

Wisatawan menikmati pemandangan di Pulau Ismoyo dari kawasan pantai Balekambang, Desa Srigonco, Bantur, Malang, Jawa Timur. Foto : Themmy Doaly

 

Oky Permana, wisatawan dari Surabaya, sempat mendatangi situs wisata Sumur Pitu. Setelah mendapat informasi dari sejumlah pedagang di sekitar pantai, ia tertarik untuk mengambil air dari sumur tersebut.

Dia menggunakan botol air mineral yang diikat dengan tali, kemudian mencampur air dari masing-masing sumur. “Katanya bisa mengobati penyakit. Tapi, itu tergantung kepercayaan masing-masing orang,” ujar Oky.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , ,