Foto: Di Goa Ini, Sejarah Tsunami Tersimpan Rapi

 

 

Bencana dahsyat tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu akan terus dikenang. Selain banyaknya korban jiwa yang berjatuhan, beragam unit infrastruktur hingga permukiman penduduk pun rata dengan tanah.

Hingga kini, penelitian terus dilakukan untuk menyibak bagaimana fenomena alam itu terjadi. Termasuk, mencari bukti, apakah Aceh pernah diamuk tsunami juga sebelumnya.

Para peneliti dari Universitas Syiah Kuala Aceh, coba mengungkapkan bukti-bukti tersebut. Riset dilakukan dengan menelusuri goa yang terletak di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Dari hasil penggalian sedimen di goa tersebut diketahui, tsunami memang pernah menerjang Aceh pada 7.400 tahun silam.

“Penelitian yang dilakukan Universitas Syiah Kuala bersama Nanyang Technological University (NTU, Singapura), coba mengidentifikasi lapisan-lapisan pasir yang terendap akibat tsunami masa lampau di goa itu. Lapisan-lapisan pasir tsunami, secara rapi bersusun silang dengan endapan guano,” ungkap ahli Geofisika Unsyiah, Nazli Ismail, akhir pekan lalu.

 

 

Para peneliti dari Universitas Syiah Kuala Aceh berusaha mengungkap berbagai bukti bila tsunami pernah terjadi di Aceh sekitar 7.400 tahun silam. Foto atas dan bawah: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Nazli mengatakan, melalui proses identifikasi lapisan pasir di dalam goa, penentuan umur radioaktif unsur karbon dan analisis fosil-fosil mikroskopis atau foraminifera, dapat diketahui para peneliti akan terjadinya tsunami purba yang pernah menghantam daratan Aceh.“Dari hasil penelitian dari dalam goa ini juga diketahui, sejak 7.400 tahun silam hingga 2004, tsunami pernah terjadi di Aceh sebanyak 11 kali,” ujarnya.

Menurut Nazli, tsunami terjadi dengan perulangan setelah 200 tahun. Tapi, ada juga yang terjadi dengan rentang waktu kurang dari 100 tahun. “Penelitian ini sangat penting untuk untuk mengetahui sejarah tsunami yang pernah melanda Samudera Hindia dan kemungkinan menenggelamkan beberapa kerajaan yang ada. Sekaligus, membantu ahli geologi untuk memecahkan perkiraan tsunami yang akan terjadi di masamendatang.”

 

 

Goa bersejarah yang diteliti ini berada di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Foto atas dan bawah: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Nazli menambahkan, keberadaan goa batu yang tersebar di pinggir pantai Aceh sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan. Termasuk, goa yang terdapat di Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Selain untuk diteliti, sangat bermanfaat jika goa itu dijadikan tempat pembelajaran untuk generasi mendatang.

“Kami sangat berharap, goa ini terus dijaga dan tidak dirusak oleh berbagai kegiatan, termasuk galian C yang menambang batu di atas goa. Bila runtuh atau rusak, banyak ilmu atau pengetahuan yang akan terkubur.”

Nazli berharap, Pemerintah Aceh segera merespon kondisi ini. “Untuk menghindari penambangan batu gunung di dekat goa, pemerintah bisa mengembangkan wisata tentang tsunami. Hanya saja, wisatawan harus dibatasi untuk goa yang bisa dimasuki,” tandasnya.

 

 

Dari hasil penggalian sedimen di goa tersebut ini diketahui tsunami telah menerjang Aceh sebanyak 11 kali. Foto atas dan bawah: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , ,