Dugong Ditemukan Mati dan Dipotong-potong di Sungai Sempur Rupat Riau

 

Sebuah akun facebook memposting foto-foto yang membuat miris. Akun facebook itu milik Tan Siuphing, yang memposting foto-foto seekor Dugong (Dugong dugon) yang sedang dipotong-potong. Padahal mamalia laut ini adalah hewan yang dilindungi oleh pemerintah.

Akun Facebook atas nama Tan Siuphing kini tak lagi ditemukan. Akun ini masih bisa diakses pada Kamis (28/09/2017) sore.

Sejumlah netizen yang mengomentari foto-foto tersebut banyak bereaksi marah dan sedih. Di antara mereka bahkan menyayangkan kejadian pemotongan dan publikasi fotonya di sosial media.

“Pala… Macam gak ada makanan aja. Kasihan banget Pesut tersebut… Udah terancam punah masih dipotong,” salah satu komentar dari netizen Rujianto Rudi.

 

Warga memotong seekor Dugong (Dugong dugon) yang mati di Sungai Simpur, Rupat Utara, Bengkalis, Riau, pada Rabu (27/9). Foto : Facebook Tan Siuphing

 

Warga memotong seekor Dugong (Dugong dugon) yang mati di Sungai Simpur, Rupat Utara, Bengkalis, Riau, pada Rabu (27/9). Foto : Facebook Tan Siuphing

 

Menurut Abdul Kadir, pendamping perikanan budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, Pemprov Riau, pada Rabu pekan ini, nelayan Desa Suka Ramai, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis melihat Dugong mengambang di Sungai Simpur. Dugong yang telah mati itu lalu diikat dan ditarik ke daratan oleh lima nelayan.

Setiba di darat, Dugong dipotong-potong dan dagingnya dibagikan ke masyarakat sekitar. Berat Dugong itu mencapai 200 kg dan panjang dua meter. Dalam foto itu juga terlihat bagaimana nelayan memotong daging di tepian sungai.

“Kejadiannya sekitar jam dua-an. Jadi mereka melihat ada yang timbul. Kondisi sudah mati. Mereka tarik ke pelabuhan dan ambil dagingnya,” kata Kadir kepada Mongabay, Kamis sore.

Kadir sendiri baru mengecek informasi yang beredar di sosial media itu pada Kamis pagi. Untuk kepentingan riset, Badan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang berhasil mengambil sampel kulit dan tulang. Sampel itu akan dianalisis DNAnya.

 

Screenshot akun facebook Tan Siuphing yang memposting foto-foto di Sungai Simpur, Rupat Utara, Bengkalis, Riau, pada Rabu (27/9). Foto : Facebook Tan Siuphing

 

Screenshot akun facebook Tan Siuphing yang memposting foto-foto di Sungai Simpur, Rupat Utara, Bengkalis, Riau, pada Rabu (27/9). Foto : Facebook Tan Siuphing

 

Menurut Kadir, warga sendiri mengaku tidak tahu apakah jenis ikan itu dilindungi oleh hukum. Sejumlah warga awalnya memberi informasi kepada dirinya namun setelah diberitahu bahwa spesies ini dilindungi, warga pun terlihat enggan berbicara.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, Dugong adalah hewan yang dilindungi. Dalam peringkat konservasinya, Dugong berada di posisi rentan. Ia hidup dan berasosiasi dengan lamun (seagrass) yang memang banyak tumbuh di perairan Rupat Utara.

Kematian Dugong ini menambah daftar mamalia laut yang mati secara tidak sengaja di perairan Riau. Beberapa bulan lalu, dua ekor pesut ditemukan terjaring dan mati di pesisir pantai Panipahan, Rokan Hilir Riau. Di tubuhnya terdapat luka lecet di sirip ekor dan bekas lilitan jaring di bagian leher.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , ,