Inilah Foto-foto Wildlife Terbaik 2017 dari Seluruh Dunia

Tahun 2017 telah berlalu dan hari ini hari pertama di tahun 2018. Selama 2017, banyak kejadian kejadian di seluruh dunia yang terekam dan diabadikan dalam bentuk fotografi.  Mongabay Indonesia telah mengumpulkan dan memilih 10 foto dari seluruh dunia dan dari berbagai sumber, yang berhasil memenangkan kompetisi-kompetisi fotografi dalam berbagai kategori, yang diadakan oleh berbagai institusi.

 

Seekor badak yang dibunuh dan diambil culanya di Cagar Alam Hluhluwe Imfolozi di Afrika Selatan. Foto karya Brent Stirton menjadi pemenang utama Photojournalist Award 2017, kategori cerita dan hadiah pertama dalam kategori cerita alam World Press Photo. Foto : Brent Stirton/Photojournalist Award 2017

 

1. Rhino war, oleh Brent Stirton, pemenang Wildlife Photographer of the Year 2017

Fotonya ini memenangkan banyak penghargaan, diantaranya   memenangkan penghargaan Photojournalist Award 2017, kategori cerita. Fotonya juga meraih hadiah pertama dalam kategori cerita alam World Press Photo.

Pembunuh makhluk luar biasa ini mungkin berasal dari masyarakat setempat. Mereka memasuki cagar alam  Hluhluwe Imfolozi di Afrika Selatan pada malam hari dan menembaknya dengan senapan berperedam suara. Dan tanpa membuang waktu, mereka menggergaji kedua tanduk badak naas itu dan berhasil lolos. Tanduk itu akan dijual ke perantara dan diselundupkan keluar dari Afrika Selatan ke China atau Vietnam.

 

Sekelompok gajah yang sedang melintas perkebunan sawit di Kalimantan. Foto : Aaron Gekoski/Wildlife Photographer of the Year

 

2. Para penyintas Perkebunan Sawit, oleh Aaron ‘Bertie’ Gekoski, Wildlife Photographer of the Year, kategori foto tunggal

Di pulau Kalimantan, tiga generasi gajah ini melintasi teras perkebunan kelapa sawit yang belum dibuka untuk proses penanaman kembali. Industri kelapa sawit masih merupakan pendorong utama deforestasi, mengusir gajah-gajah untuk hidup di kantong hutan yang lebih kecil. Semakin mereka terlibat konflik dengan manusia, dan makin banyak  gajah yang ditembak atau diracuni. Serangan pada manusia juga terus meningkat.

 

Ikan kakap bohar di perairan Seychelles. Foto : Thomas P Peschak/Wildlife Photographer of the Year

 

3. Here come the snappers, oleh Thomas P Peschak, Wildlife Photographer of the Year, pemenang penghargaan portfolio

 Portofolio Peschak pada Realm of the Seychelles adalah pelarian yang indah ke dunia terpencil di Seychelles, foto-fotonya memberi inspirasi dan apresiasi terhadap 115 pulau dan flora dan fauna kepulauan tersebut – termasuk kakap bohar, salah satu predator topan Aldabra.

 

Seorang perawat berpakaian mirip panda, sedang menggendong seekor panda di pusat penelitian dan konservasi Hetaoping di cagar alam Wolong, China. Foto : Ami Vitale/World Press Photo awards

 

4. Pandas Gone Wild, oleh Ami Vitale, World Press Photo awards, kategori alam, hadiah kedua, cerita

Di pusat penelitian dan konservasi Hetaoping di cagar alam Wolong China, panda  yang dibesarkan di tempat konservasi dengan harapan suatu hari dapat mengenalkannya kembali ke alam liar.

Untuk mencegah panda muda terlalu melekat dan bergantung pada perawat manusia mereka, staf kawasan konservasi itu mengenakan kostum yang meniru pola hitam dan putih hewan tersebut. Foto ini juga memenangkan kategori Human/Nature dalam Kompetisi Big Picture 2017.

 

Seekor penyu yang terjerat jaring nelayani berenang di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Foto : Francis Perez/World Press Photo Awards

 

5. Caretta caretta Trapped, oleh Francis Perez, World Press Photo Awards, kategori alam, hadiah pertama, foto tunggal

Seekor penyu yang terjerat jaring nelayani berenang  di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Penyu laut dianggap sebagai spesies yang rentan oleh IUCN. Alat tangkap ikan tanpa pengawasan diyakini menjadi penyebab banyak kematian penyu.

 

Kaki-kaki gajah bagian dari sekitar 1,3 juta produk satwa liar yang disita yang ditempatkan di gudang dekat Denver, Colorado, Amerika Serikat. Foto : Britta Jaschinski/Big Picture Wildlife

 

6. Confiscated, oleh Britta Jaschinski, pemenang utama kompetisi Big Picture Wildlife  

Kaki kaki gajah ini termasuk di antara sekitar 1,3 juta produk satwa liar yang disita yang ditempatkan di gudang dekat Denver, Colorado, Amerika Serikat. Meskipun ada larangan perdagangan terhadap produk yang terbuat dari spesies yang terancam punah, bagian tubuh satwa itu selalu menemukan jalannya ke pasar ilegal.

Sampai saat ini, tidak diketahui apakah barang-barang ini berasal dari perburuan baru-baru ini, atau bukan.  Setelah diteliti, ternyata benar bahwa benda-benda itu adalah hasil dari perburuan yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya.

 

Seekor orang utan di kawasan konservasi Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Foto : Jayaprakash Joghee Bojan/National Geographic 2017.

 

7. Orangutan di Tanjung Puting, oleh Jayaprakash Joghee Bojan, foto terbaik National Geographic 2017.

Foto yang diabadikan fotografer Jayaprakash Joghee Bojan ini menarik perhatian juri dibanding lebih dari 11.000 foto satwa liar yang masuk dari seluruh dunia. Pose orangutan yang seolah sedang mengamati  dari balik pohon di tengah sungai membuat Jayaprakash mendapat penghargaan foto alam dan geografis terbaik.

 

Sekelompok kepiting di dasar laut di wilayah Mercury Passage di lepas pantai timur Tasmania, Australia. Foto : Justin Gilligan/Wildlife Photography Award 2017

 

8. Crab surprise, oleh Justin Gilligan, pemenang Wildlife Photography Award 2017 kategori Perilaku Satwa

Secara tiba-tiba, sekelompok besar kepiting laba-laba raksasa yang berkumpul hingga seluas  lapangan sepak bola bergerak di dasar laut. Kepiting ini diketahui sering terlihat berkumpul di tempat mereka di tempat lain di perairan Australia. Mereka berkumpul dalam jumlah besar untuk mengamankan diri dari predator.  Foto ini diambil di wilayah Mercury Passage di lepas pantai timur Tasmania, Australia

 

Seekor simpanse bernama Totti yang sedang berpose untuk menarik lawan jenisnya. Foto : Peter Denaley/Wildlife Photographer Award 2017

 

9. Contemplation, oleh Peter Denaley, pemenang Wildlife Photography Award 2017 kategori Potret Satwa

Simpanse bernama Totti ini telah berusaha keras menarik hati lawan jenisnya.  Selama lebih dari satu jam, dia berpose, memberi isyarat dan memanggil untuk menarik lawan jenisnya, turun dari atas pohon , tapi tidak ada satupun usahanya yang berhasil. Sang lawan jenis mengabaikannya.

 

Bongkahan besar es yang berada di bawah permukaan laut benua Antartika bagian timur. Foto : Laurent Ballesta/Wildlife Photography Award 2017

 

10. Ice monster, oleh Laurent Ballesta, pemenang Wildlife Photography Award 2017 kategori Lingkungan Bumi

Laurent dan tim ekspedisinya dibuat terpaku  oleh besarnya balok es di bawah permukaan laut benua Antartika bagian timur. Sebelumnya, mereka hanya melihat 10 persen volume mereka yang pernah terlihat di atas permukaan air. Tim ini berada di sana untuk mengamati dampak pemanasan global.