Industri nikel dari tambang sampai kawasan industri terus ekspansi di Timur Indonesia dari Sulawesi, Maluku Utara, Maluku sampai Papua. Dengan membawa label ‘transisi energi’ pemerintah terus genjot industri ini. Gabung hilirisasi dan sematan label proyek strategis nasional pun makin memperkuat industri ini. Masyarakat di lokasi tambang maupun kawasan industri nikel merasakan dampak ketika investasi masuk, dari hutan yang hilang, air tercemar, polusi udara sampai perkebunan, pertanian maupun wilayah tangkap terganggu dan lain-lain. Ada yang berupaya mempertahankan lingkungan tak rusak, sebelum tambang masuk, ada juga yang protes, melawan ketika dampak buruk mulai mereka rasakan. Suara-suara mereka seakan tak dianggap. Investasi tetap masuk. Bahkan, tak jarang, yang berupaya mempertahankan tanah maupun lingkungan tak rusak, terjerat hukum. Apakah ini investasi dan transisi energi berkeadilan?