Apa kabar proyek Ibu Kota Negara Nusantara? Sepi. Padahal, saking mau mendorong agar IKN jadi Ibukota Negara Indonesia, pada 17 Agustus 2024, perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ketika memasuki usia 79 tahun pun di sana. Tahun itu, peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berada di dua lokasi, Istana Negara Garuda di IKN, Kalimantan Timur, dan Istana Merdeka, Jakarta. Kini, semangat yang dulu menggebu dorong mega proyek ini lesu seiring perubahan pucuk pimpinan pemerintahan. Sejak awal, proyek ini menimbulkan kontroversi, dari soal ruang hidup masyarakat adat (lokal) yang terhimpit bahkan tersingkir, sampai risiko lingkungan. Berbagai pihak memberikan masukan dan pandangan mengenai berbagai kerentanan tetapi proyek terus melaju. Segala analisis sampai Undang-undang selesai dengan paket kilat. Hak Istimewa dengan izin hak guna usaha dan hak guna bangunan sampai 190 tahun pun pemerintah bikin, walau akhirnya dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Tak perlu menunggu lama, dampak pun terlihat. Ketika memasuki musim penghujan, pemukiman warga di sekitar IKN terendam banjir, hutan mangrove di sekitar tergerus hingga menganggu satwa yang hidup di ekosistem itu, salah satu bekantan. Pesut, buaya muara di Teluk Balikpapan dan sekitar terganggu dengan lalu lintas kapal yang mengangkut material. Tak hanya untuk pembangunan proyek zona inti, juga dampak ikutannya. Belum lagi pembangunan infrastruktur seperti jalan tol yang menyebabkan habitat satwa rusak, dan terfragmentasi. Kabar satwa seperti bekantan mati tertabrak kendaraan ketika mereka melintasi jalan tol pun tak asing lagi terdengar. Label IKN Kota Hijau coba disematkan, tetapi di lapangan berkata lain.