,

Ucek, Si Ibu Orangutan Yang Berkembang Biak Usai Rehabilitasi

Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) terletak13 kilometer dari kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Hutan ini berbatasan dengan pagar utama Kawasan Industri Kariangau (KIK). Berdasarkan peta kawasan hutan Propinsi Kalimantan Timur, wilayah seluas 3.295 hektar merupakan bagian dari kelompok hutan lindung Balikpapan, sedangkan sisanya seluas 6.100 hektar termasuk hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK).

Hutan lindung ini adalah rumah bagi beragam spesies. Termasuk si Ucek, seekor orangutan Kalimantan betina yang datang ke hutan lindung ini setelah lulus dari pusat rehabilitasi orangutan Borneo Orangutan Survival tahun 1992 silam.

Ucek adalah salah satu generasi awal orangutan hasil rehabilitasi di kawasan Samboja, Kutai Kartanegara tersebut. Ucek, kini bahkan telah memiliki tiga orang anak sejak dilepasliarkan duapuluh tahun silam. Anak terkecil, yang bernama Leica, lahir bulan Juni 2011 silam, sementara dua lainnya lahir lebih dari 10 tahun silam.

Si betina ini selalu beredar di bagian depan hutan lindung ini, bahkan terkadang pengunjung dapat menyaksikan orang utan lepasan ini berada di jalur ekowisata. “Di Km 13 ini merupakan area jelajah Ucek, karena ada buah manggis di kawasan tersebut,” ungkap salah seorang personil pengamanan HLSW yang di temui dikawasan KM 13.

Direktur Badan Pengelola HLSW, Purwanto mengatakan, saat sensus tahun 2006 lalu orangutan yang ada di hutan lindung berkisar 10-15 ekor. Sangat berkurang dibanding saat pelepasan tahun 1992 yang mencapai 80 ekor.

“Memang sangat tidak signifikan jumlahnya dibanding saat pelepasliaran orangutan pada tahun 1992 di hutan lindung Sungai Wain yang saat itu sekitar 80 ekor dan saat kami melakukan sensus pada tahun 2006 hanya ada sekitar 10-15 ekor,” ungkap Purwanto, sambil menambahkan bahwa salah satu penyebab utama menyusutnya orangutan ini akibat kebakaran hutan sekitar tahun 1994.

Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan. Peta dari Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain.

Kendati demikian, dari data perkembanganbiakan dinilai cukup baik, karena hingga saat ini telah ada beberapa bayi orangutan, termasuk anak si Ucek. Namun masalah keterbatasan lahan tempat tinggal kini jadi masalah. Untuk menampung jumlah orangutan sebanyak itu, HLSW setidaknya butuh area seluas 4300 hektar.

Pada tanggal 23 Maret 2012 lalu, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan telah menyetujui penambahan hutan lindung Sungai Wain sebesar 4300 hektar. Namun sekitar 2100 hektar wilayah hutan masuk di wilayah Kutai Kertanegara dan hingga kini pihak BP-HLSW masih menunggu Surat Keputusan Wilayah dari Menteri.

Mengenai Kawasan Industri Kariangau sendiri, menurut Purwanto mengatakan sangat berpengaruh terhadap kondisi HLSW. “Karena hanya dibatasi dengan koridor punggung bukit, ketika koridor itu diputus maka akan mengalami gangguan ekosistem satwa,” jelas Purwanto lebih lanjut.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, , , , , ,