,

7 Karya Mengagumkan yang “Lahir” karena Burung

Sejak beribu tahun, burung telah digunakan sebagai lambang kebesaran suatu bangsa. Elang misalnya, selain dianggap sebagai simbol kebebasan karena daya jelajahnya yang tinggi, ia juga dikagumi karena kemampuan luar biasanya menerkam mangsa.

Dalam perkembangannya, kini, burung tidak lagi digunakan sebagai lambang keagungan saja. Jauh dari itu, burung telah menginspirasi manusia untuk menciptakan karya besar dalam kehidupannya, mulai dari pesawat udara, olahraga terbang, hingga teknologi peredam getar.

Berikut, terangkum dari berbagai sumber, tujuh karya besar manusia yang terilhami dari kehebatan burung, si makhluk bersayap.

1. Pesawat Terbang

Sejarah mencatat, penemu pesawat terbang yang begitu populer di masyarakat adalah Wright bersaudara tahun 1903. Mereka berhasil menerbangkan sebuah pesawat kecil di North Carolina, Amerika Serikat meski hanya 12 menit. Penerbangan perdana pesawat terbang bermotor ini sekaligus menandai era dimulainya transportasi udara moderen.

Sebelum Wright bersaudara berhasil menunjukkan penemuan spektakulernya itu, ada beberapa peneliti juga yang melakukannya. Namun, hasil yang mereka raih tidak secermerlang Wright bersaudara ini. Di akhir tahun 1840-an, Sir George Cayle asal Inggris membuat pesawat layang yang bisa ditumpangi satu orang dengan cara ditarik dari bawah. Sementara, Otto Lilienthal warga kebangsaan Jerman berhasil mengudara dengan pesawat gantole dari sebuah puncak bukit tahun 1890-an.

Sketsa pesawat terbang Leonardo da Vinci. Sumber: Culturacolectiva.com

Leonardo da Vinci juga pernah membuat sketsa pesawat terbang yang ia buat setelah melihat burung elang yang begitu gagah melayang di angkasa. Rancangan tersebut ia tuangkan dalam buku catatannya setebal tujuh ribu halaman.

2. Merpati Lambang Perdamaian

“The Dove of Peace” sebagai simbol perdamaian. Sumber: Biographyonline.net

Merpati membawa ranting zaitun di paruh saat ini dikenal sebagai simbol perdamaian dunia. Pablo Picasso, pelukis terkenal abad ke-20, yang mengabadikan merpati ini melalui guratan indahnya di atas kanvas.

Karya legendaris yang dikenal dengan “The Dove of Peace” ini dijadikan ikon perdamaian dunia yang muncul sebagai logo di Kongres Perdamaian Dunia pada 1949.

3. Kereta Cepat 

Kereta cepat Shinkansen 500 Series yang dapat meluncur kencang hingga 320 km/jam. Sumber: Wikimedia Commons

Kereta cepat Shinkansen 500 Series asal jepang ini dapat meluncur hingga 320 km/jam tanpa menimbulkan goncangan dan kebisingan. Padahal, biasanya, kereta berkecepatan tinggi identik dengan suara gaduh, terlebih saat melewati terowongan yang suaranya dapat menggelegar bagai ledakan.

Eiji Nakatsu, kepala teknisi kereta dan pengamat burung di Jepang, yang menemukan solusi tersebut. Eiji terkesan kala melihat burung raja-udang yang menyelam dengan kecepatan tinggi untuk memburu ikan namun hanya sedikit memercikan air. Teknologi inilah yang selanjutnya ia terapkan.

Shinkansen 500 Series pun didesain dengan bentuk moncong sebagaimana raja-udang tersebut. Hasilnya, kereta cepat ini dapat meluncur kencang tanpa menimbulkan goncangan dan suara gaduh. Bahkan, menghemat listrik hingga 15 persen. Luar biasa.

Raja-udang meninting. Foto: Asep Ayat

4. Teknologi Peredam Getar

Pelatuk merah yang mengilhami penciptaan helm untuk pelindung kepala. Foto: Syahputra

Helm, pelindung kepala untuk mencegah benturan langsung yang kita gunakan saat berkendaraan motor, merupakan penemuan jitu yang terinspirasi dari burung pelatuk.

Berdasarkan penelitian ilmiah dari Jurnal Nature, pelatuk dapat mematuk batang pohon yang keras sekitar 38 hingga 43 kali dalam rentang waktu 2,10 sampai 2,69 detik. Kecepatannya dalam melubangi pohon dapat mencapai 40 km/jam. Tiap kali membenturkan paruhnya ke pohon, pelatuk mengalami kelembaman sekitar 10 G.

Usut punya usut, teryata keistimewaan burung yang dalam kartun dikenal dengan Woody Woodpecker ini, terletak pada paruh dan struktur kepalanya. Dengan susunan yang sempurna, pelatuk tidak mengalami geger otak kala mematuk pohon. Padalah, kekuatan yang digunakannya itu setara dengan seseorang yang memukulkan paku ke tembok dengan kepala langsung. 

5. Angry Birds

Burung Northern Cardinal yang merupakan salah satu karakter dalam Angry Birds. Sumber: Bob Williams/Treknature.com

Angry Birds merupakan game atau permainan yang berisikan delapan jenis burung berwarna. Dari delapan jenis burung tersebut, salah satu karakter yang cukup mencolok adalah burung berwarna merah. Bila dilihat lebih dekat, wajud tokoh ini terlihat jelas dalam diri burung Northern Cardinal (Cardinalis cardinalis). Jenis ini tergabung dalam keluarga Cardinalidae.

Jaakko Lisalo, desainer video game berkebangsaan Finlandia, merupakan perancang dari permainan tersebut. Saat ini, bisa jadi Angry Birds tercatat sebagai permainan yang paling laris di seluruh dunia karena telah diunduh lebih dari 100 juta pengguna dan terus dimainkan setiap hari oleh penggemarnya di seluruh dunia.

6. Twitter

Burung Mountain Bluebird. Sumber: Wikipedia.org

Twitter merupakan jejaring sosial berupa mikroblog yang dibuat Jack Dorsey tahun 2006. Melalui Twitter, para pengguna dapat mengirim dan membaca pesan yang disebut tweets atau kicauan maksimal 140 karakter huruf. Ide ini dikembangkan Dorsey yang terpesona sistem komunikasi taksi, dimana pengemudi dan operator dapat dengan ringkas menyampaikan lokasi melalui komunikasi radio.

Twitter memiliki logo burung berwarna biru “Larry the Bird” yang diadopsi dari nama mantan pebasket National Basketball Association (NBA), Larry Bird. Menurut Doug Bowman, Twitter Creative Director, wujud burung yang paling mendekati logo twitter adalah Mountain Bluebird (Sialia currucoides).

Dorsey pertama kali memposting kicauannya melalui akun [email protected] pada 21 Maret 2006 yang sekaligus kicauan pertama di dunia yaitu “Just setting up my twttr”. Saat ini, lebih dari 500 juta orang di dunia memiliki akun Twitter.

7. Paralayang

Paralayang yang membuat manusia terbang. Sumber: Jatarupa.com

Paralayang merupakan olahraga menggunakan parasut yang membuat manusia terbang di angkasa dengan memanfaatkan energi angin. Burung merupakan inspirasi dari olahraga jelajah udara tanpa mesin ini.

Ada dua tipe hembusan angin yang digunakan untuk mengembangkan parasut. Angin bergerak ke atas karena menabrak lereng pegunungan yang diistilahkan dynamic lift dan angin yang bergerak ke atas karena panas yang bersentuhan dengan tanah (dipanaskan matahari) atau thermal lift. Dengan dua jenis angin tersebut, penerbang dapat membubung tinggi di angkasa atau melayang sejauh mungkin.

Dalam paralayang dikenal istilah soaring  dan gliding, yaitu teknik gerakan yang biasanya digunakan jenis raptor atau burung pemangsa seperti elang saat melakukan perjalanan jarak jauh. Soaring merupakan gerakan membubung di angkasa dengan cara berputar melingkar ke atas yang perlahan dan pasti posisi terbangnya akan semakin tinggi. Sementara gliding adalah gerakan meluncur pada puncak ketinggian tertentu untuk selanjutnya menuju ke posisi lebih rendah.

Nah, istilah soaring dan gliding ini maknanya tidak jauh berbeda dengan yang digunakan burung pemangsa sebagai teknik terbangnya.

Anda punya ide?

Artikel yang diterbitkan oleh
, , ,