,

Mulai 21 Februari, Belanja Pakai Kantong Plastik Bayar Lo…

Mulai 21 Februari ini, di 23 kota di Indonesia, belanja pakai plastik, kena bayaran. Yuk, belanja cantik tanpa kantong plastik…

Biasa dimanjakan dengan kantong plastik saat berbelanja? Mari, ubah pola pikir ini, biasakan berbelanja membawa kantong dari rumah. Sejalan dengan itu, pemerintah bersama para pengusaha retail Indonesia akan menguji coba plastik berbayar mulai 21 Februari-5 Juni 2016 pada 23 kota. Besaran harga kantong plastik, tergantung masing-masing daerah.

Tanggal ini dinobatkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang tercantum dalam beleid Surat Edaran Nomor S.71/Men LHK-II/2015. Kebijakan kantong plastik berbayar ber-tagline,” Belanja Cantik Tanpa Kantong Plastik, ”Less Plastic, More (Fun)tastic.”

Penelitian Jambeck, et al. 2015 mengungkap, Indonesia menduduki peringkat kedua “penghasil” sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, Filipina, Vietnam dan Sri Lanka.

KLHK merasa tersindir dengan masalah sampah yang tak kunjung usai. Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati mengakui regulasi banyak, tak sederhana dan saling tumpang tindih.

KLHKpun menghitung masalah konsumsi kantong plastik di Indonesia. Satu tahun, Indonesia menggunakan sekitar 10,95 juta lembar kantong plastik per 100 gerai. Kini ada 32.000 retail. Jika dibandingkan luasan lapangan sepak bola, plastik pertahun mampu memenuhi luasan 21,024 hektar!

Tuti mengatakan, keseriusan pengurangan sampah plastik ini diterima baik pengusaha ataupun pemerintah daerah. ”Ini untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengonsumsi agar lebih bijaksana,” katanya dalam pertemuan di Jakarta.

Awalnya, kota yang ikut kebijakan kantong plastik berbayar hanya 17 kota, yakni Bandung, Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Medan, Denpasar, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, Jayapura. Kini, menyusul Banda Aceh, Tangerang Selatan, Pekanbaru, Yogyakarta, Kendari dan Malang.

”Semoga ini dapat menular ke kota lain juga,” ktanya penuh harap. Kedua puluhtiga kota ini ikut kebijakan kantong plastik berbayar secara sukarela.

Sudirman, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK mengatakan, regulasi tertulis terkait kantong sampah berbayar akan masuk peraturan menteri (Permen). ”Uji coba mulai Februari hingga Juni. Kebijakan keluar Juni.” Aturan ini akan berisi roadmap, regulasi, dan kesepakatan harga.

Dalam ujicoba, katanya, harga plastik diatur sementara berdasarkan kesepakatan pemerintah daerah dan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo).

Sudirman mengatakan, lebih satu juta plastik setiap menit, sebanyak 50% langsung menjadi sampah, hanya 5% didaur ulang. Produksi plastik juga 8% hasil dari produksi minyak dunia atau 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon. Sedangkan, jumlah plastik satu tahun, dari 32.000 gerai Aprindo seukuran 68 kali Air Bus A380 atau 353 kali volume Candi Borobudur?

Kepala daerah yang ikut pertemuan menyambut baik plastik berbayar ini. Bandung telah menerapkan uji coba melalui Peraturan Gurbernur, yakni, Circle K Indonesia sukarela berbayar pada 50 gerai se-Bandung.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, usaha ini bisa mengubah perilaku masyarakat. ”Kalau cuma 500 perak, masih murah. Kalau perlu Rp.5.000-Rp10.000.” “Masyarakat takut jika berbelanja tak membawa kantong.”

Terpisah, Ketua Aprindo Roy Nicholas Mandey menyambut baik kebijakan pro-lingkungan ini. ”Kita meminta sistem diciptakan tak merugikan sistem yang dibangun retail selama ini,” katanya.

Dia menyarankan perlu ada payung hukum. Begitu juga, dalam penyusunan roadmap, KLHK berkoordinasi dengan anggota Aprindo. ”Kamilah yang berhadapan langsung dengan konsumen.”

Aprindo pun aktif mengusulkan harga plastik Rp200. Meski dikatakan murah, harga masih terjangkau dan menjadi ajang sosialisasi serta edukasi masyarakat. Harga ini juga menjadi antisipasi terjadi gejolak dan distorsi masyarakat.

”Soalnya nanti kita yang langsung berhubungan dengan mereka. Kalau masyarakat butuh 2-3 biji, harga masih terjangkau untuk awal.” Pemasukan plastik berbayar akan menjadi pembukuan retail. Hasilnya, mungkin untuk tanggung jawab soal ataupun tergantung kebijakan retail. ”Soalnya, kalaupun ada cashbag dan sebagainya, kita kesulitan dalam pembukuan.”

Sebelum permen keluar, katanya, Aprindo meminta pemerintah evaluasi dulu. ”Apakah edukasi terserap atau belum?”

Nanti, 32.000 retail tergabung dalam Aprindo yang mengikuti kebijakan ini toko terhitung minimarket, supermarket dan hypermarket. Meski demikian, dia belum dapat menyebutkan berapa persen retail akan mengikuti.

Diskusikan di daerah

Mandey menilai, Rp200, harga ideal saat ini. Aprindo akan tetap terbuka diskusi dengan pemerintah daerah dalam menentukan harga dalam Pergub. ”Sebenarnya kalau dilihat, pasar tradisional berperan paling besar. Namun, retail modern bisa lebih mudah. Jadi retail modern diajak berkontribusi,” katanya.

Penilaian Adipura

Sebelumnya, penilaian Adipura terdiri atas sampah, air, ruang terbuka hijau (RTH) dan udara. Sudirman mengatakan, penerapan kebijakan kantong plastik ini akan jadi indikator penilaian Adipura. ”Untuk Adipura Kencana, 50% retail di kota itu harus memiliki komitmen,” katanya. Begitu juga, penghargaan Adipura mesti memiliki komitmen sama. Jadi, katanya, Adipura bisa jadi instrumen membangun kepercayaan masyarakat dan rebranding kota/kabupaten.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Artikel yang diterbitkan oleh
, ,