Fenomena Kotak Merah di Cakrawala Ini Sungguh Menakjubkan

 

 

Foto-foto keajaiban alam ini memang menghebohkan jagad maya, dalam seminggu terakhir. Fenomena atmosferik yang tidak bisa ini menyebabkan bulan seolah berubah berbentuk persegi, dan difoto oleh seorang fotografer.

Kombinasi unik pertemuan antara udara yang dingin dan hangat di sepanjang garis pantai di Teluk Casco, Maine, Amerika Serikat, menjadikannya seolah bulan yang dilingkupi fatamorgana.

Sang fotografer, John Stetson, yang memotret pemandangan mengagumkan tersebut, menggambarkan sang bulan muncul laksana bongkahan es raksasa di atas cakrawala. Meskipun sudah ada penjelasan scientific terkait fenomena tersebut, tak pelak, tetap saja menjadikannya buah bibir di dunia maya. Terutama, pihak-pihak yang mengaitkannya dengan dunia lain, yakni alien.

Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, Stetson dan teman-temannya dari Southern Maine Community Astronomy Club saat itu sedang mengamati munculnya bulan, dari Dyer Point di Cape Elizabeth, Minggu (9 Juli 2017).

 

Bulan yang warna dan bentuknya terdistorsi di atas Casco Bay, Maine, AS, Minggu (9 Juli 2017). Tidak semua orang yakin akan penjelasan ilmiah yang dipaparkan terkait fenomena ini. Foto: John Stetson via Daily Mail

 

Atmosfer bumi, yang seolah berfungsi sebagai lensa, mendistorsi warna dan bentuk bulan saat muncul di atas permukaan laut, di ujung cakrawala. Awalnya, bulan terlihat seperti kotak aneh berwarna merah muda, dan bentuknya terus berubah saat muncul perlahan.

Hal yang tak biasa ini, ternyata hasil perpaduan udara laut yang dingin dengan lapisan udara hangat di atasnya. Dalam kondisi normal, udara yang lebih hangat berada di bawah udara yang lebih dingin, saat sinar matahari menghangatkan permukaan bumi dan memancarkannya ke atas.

Di lepas pantai, udara yang dingin itu bisa jadi mendinginkan atmosfer di atasnya, yang kemudian bertemu dengan arus yang lebih hangat pada permukaan yang lebih tinggi.

 

Fenomena awan lenticular yang terjadi di Dublin, Irlandia pada 30 Juni 2015. Foto: Omnisource5 – Own work, CC BY-SA 4.0/Wikipedia commons

 

Pembalikan ini bisa menjadikan distorsi visual dan fatamorgana di cakrawala. Les Crowly, seorang ahli optik atmostferik mengatakan, “John cukup benar dengan mengatakan bahwa bulan seolah seperti bongkahan es raksasa. Karena pada dasarnya, fatamorgana ini adalah hasil dari suhu air laut yang dingin,” ujarnya.

Crowly melanjutkan, sinar bulan yang terpancar itu terlihat membungkuk dan memelintir, sehingga wujudnya terlihat terbalik. “Gabungan sinar itu bersatu menjadi ‘gunung es” empat persegi,” jelasnya.

 

Awan lencticular yang terjadi di langit New Zealand, pada 21 Januari 2009. Foto: Chris Picking (Starry Night Skies Photography)/NASA

 

Fenomena awan lenticular

Fenomena alam seperti ini, bukan pertama kalinya terjadi. Awan berbentuk seperti mata misalnya, pernah terpantau di langit yang dikenal secara ilmiah sebagai “stratocumulus standing lenticularis” atau awan lenticular (lenticular clouds).

Lenticular clouds atau Altocumulus lenticularis adalah awan berbentuk lensa stasioner yang terjadi di lapisan troposfer, biasanya sejajar, lurus, dengan arah angin. Troposfer merupakan lapisan atmosfer terendah yang tebalnya hingga 10 kilometer di atas permukaan bumi.

 

 

Ada tiga jenis awan lenticular ini: altocumulus standing lenticular (ACSL), stratocumulus standing lenticular (SCSL), dan cirrocumulus standing lenticular (CCSL). Karena bentuknya yang aneh-aneh, awan lenticular ini secara keliru telah diidentifikasi sebagai Unidentified Flying Objects (UFO) di masa lalu dan hingga kini.

Awan lenticular ini biasanya terbentuk di sekitar perbukitan dan gunung. Penampakannya bisa menyerupai piring terbang raksasa, gulungan angin tornado, atau mangkok yang melayang di angkasa. (Berbagai sumber)

 

 

Artikel yang diterbitkan oleh
, ,